banner 728x90
Elyza Riani melihat paket mesin peralatan pengolahan limbah atau cangkang gonggong di Desa Pengujan, dari hasil karya Universitas Brawijaya Malang, Jatim, Senin (18/9/2023). F- diskominfo bintan

Universitas Brawijaya Malang Menciptakan Mesin Pengolahan Cangkang Gonggong buat Warga Pengujan-Bintan

Komentar
X
Bagikan

Bintan, suaraserumpun.com – Universitas Brawijaya Malang menciptakan mesin pengolahan limbah atau cangkang gonggong dan kerang. Mesin pengolahan limbah dan cangkang gonggong ini telah didatangkan, dan diberikan kepada masyarakat Desa Pengujan, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri.

Ketua Pokja I TP-PKK Kabupaten Bintan Elyza Riani mengapresiasi ketersediaan mesin atau peralatan tersebut, serta upaya pendampingan dan penelitian dari Universitas Brawijaya Malang untuk pengolahan limbah cangkang gonggong bagi masyarakat Desa Pengujan, Kabupaten Bintan. Ketersediaan peralatan mesin itu guna mendukung kesukseskan program pengolahan limbah cangkang gonggong. Cangkang gonggong ini akan diolah menjadi tepung sebagai nutrisi pakan ternak.

Baca Juga :  Sejarah Berdirinya Polda Kepulauan Riau, Usia Ke-18 Tahun Dipimpin Irjen Pol Drs Tabana Bangun MSi

Elyza Riani menuturkan, potensi limbah cangkang gonggong menjadi tepung untuk pakan ternak di Desa Pengujan, Kecamatan Teluk Bintan cukup besar. Diharapkan limbah cangkang kerang jenis gonggong ini menjadi komoditi produk unggulan, yang bermanfaat serta bernilai ekonomis tinggi bagi masyarakat desa.

“Usaha ini akan membuka peluang bagi masyarakat Desa Pengujan dalam hal pemberdayaan ekonomi,” harap Elyza Riani saat mengecek mesin pengolahan cangkang gonggong dari Universitas Brawijaya Malang tersebut.

Elyza Riani mengucapkan terima kasih kepada para peneliti dari Universitas Brawijaya Malang atas ketersediaan mesin pengolahan cangkang gonggong tersebut, serta pendampingan dan penelitian ke masyarakat Desa Pengujan.

Baca Juga :  Budi Daya Bawang Merah, Jagung dan Cabai Rawit Punya Prospek di Masa Pandemi

“Kita harapkan agar pemanfaatan limbah kerang gonggong ini nantinya dapat menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis tinggi. Dam bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak unggas serta sektor perikanan,” ujarnya.

Pengolahan limbah cangkang gonggong atau kerang menjadi suplemen pakan ternak tersebut, melewati beberapa proses. Mulai dari pemilahan cangkang yang baik hingga proses pengeringan dan pengolahan. Tepung hasil dari cangkang gonggong tersebut akan menjadi bahan suplemen tambahan pada pakan ternak, seperti kepiting bakau. Karena kandungan kalsiumnya yang tinggi. (yen)

Baca Juga :  Rakerkab KONI Bintan, Fokus Porwil dan Pra PON 2023, Cabor Perlu Bapak Angkat

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *