banner 728x90
Agus Haryadi Sekretaris BPBD Bintan didampingi Camat Bintan Timur Anton Hatta Wijaya, Kapolsek Bintan Timur AKP Rugianto, dan Kasat Polairud Polres Bintan dan Lurah Kijang Kota menyerahkan bantuan sembako untuk warga Kampung Pisang yang terdampak banjir, Jumat (5/1/2024). F- yen/suaraserumpun.com

BPBD Bintan Menyalurkan Bantuan Sembako untuk Ratusan Warga Terdampak Banjir, Anton: Waduk Retensi Berfungsi

Komentar
X
Bagikan

Bintan, suaraserumpun.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bintan menyalurkan bantuan sembako untuk ratusan keluarga terdampak banjir akibat hujan deras, Jumat (5/1/2024). Penyerahan bantuan ditujukan di tiga kecamatan, disaksikan pihak Polsek jajaran Polres Bintan.

Ramlah SSos Pelaksana Kepala BPBD Bintan menyampaikan, dari pendataan tim BPBD, untuk wilayah Bintan Timur diberikan bantuan sembako kepada 102 KK. Di Kecamatan Gunung Kijang sebanyak 67 KK dan 44 KK di Kecamatan Toapaya.

“Sekitar 273 paket sembako yang kita serahkan tadi,” sebut Ramlah.

Untuk di wilayah Kecamatan Bintan Timur, penyerahan sembako dilakukan di setiap kelurahan. Khusus di wilayah Kijang Kota, sembako diserahkan untuk warga Kampung Pisang. Ada 37 KK yang diberikan di Kampung Pisang tersebut.

Sekretaris BPBD Bintan Agus Ariyadi, mengatakan, paket yang dibagikan itu berjumlah 37 paket. Masing-masing kepala keluarga menerima beras 5 Kilogram (Kg), mi instan, minyak goreng, kopi, kecap, saos, susu, dan gula.

Baca Juga :  Raden Hari: PPKM Darurat di Batam dan Tanjungpinang jangan Menyusahkan Masyarakat Kecil

“Pesan Pak Bupati Roby ke BPBD Bintan untuk serahkan secepatnya bantuan sembako ini bapak/ibu yang terdampak banjir di Bintan termasuk di Kampung Pisang ini,” tutur Adi.

Semoga bantuan itu, kata dia, dapat meringankan beban para penerima.

“Kami juga minta bapak dan ibu untuk jaga kesehatan dan menyiapkan obat saat musim hujan,” imbaunya.

Adi menambahkan, hujan yang terjadi seharian pada Kamis (4/1/2024), membanjiri rumah-rumah warga di Kampung Pisang. Namun, kenangan airnya cepat berangsur surut ke kolam retensi Sei Datuk.

“Syukurnya sudah ada waduk yang telah baru saja selesai dibangun,” tutupnya.

Lurah Kijang Kota Danie Hasibuan menambahkan, pihaknya mengajak warga agar tetap bergotong royong membersihkan lingkungan sekitar terutama drainase.

“Supaya paritnya tidak tersumbat. Dan jangan membuang sampah sembarangan,” tutupnya.

Baca Juga :  Grand Final Kejurnas Road Race 2022 di Kepri, Ansar: Mendukung Sport Tourism

Warga penerima bantuan menuturkan terima kasih kepada Pemkab Bintan yang telah peduli terhadap kondisi warga terdampak banjir.

“Saya sangat bersyukur mendapat bantuan dari Pak Bupati. Ini sangat bermanfaat untuk suami dan tiga anak kami,” sebutnya.

Kapolsek Bintan Timur AKP Rugianto menyatakan, atas nama Polres Bintan turut prihatin dengan bencana alam yang melanda warga di wilayah Bintan Timur.

“Meski ada bencana, mari kita jaga terus Kamtibmas. Sehingga, daerah kita aman. Kalau ada bencana susulan atau hal-hal lain, segera lapor kepada kami. Atau kepada Bhabinkamtibmas,” pesan AKP Rugianto didampingi Kasat Polairud Polres Bintan Iptu Sarianto.

Waduk Retensi Berfungsi
Anton Hatta Wijaya Camat Bintan Timur berharap, agar warga yang terdampak banjir akibat hujan deras ini, selalu tabah dan jaga kondisi kesehatan serta peduli terhadap kebersihan lingkungan.

Baca Juga :  Kontingen Batam Dipastikan Juara Umum Porprov Ke-V Kepri di Kabupaten Bintan

“Untuk banjir di Kampung Pisang ini, kolam retensi yang dibangun itu berfungsi dan sangat membantu. Dengan kolam retensi ini, air cepat surut. Dibandingkan pada bencana serupa pada tahun sebelumnya, kondisinya lebih parah. Karena belum ada kolam atau waduk retensi itu,” jelas Anton Hatta Wijaya.

Agus Aryadi bersama tim BPBD Bintan dan Camat Bintan Timur Anton Hatta Wijaya serta Kapolsek Bintim AKP Rugianto menyerahkan bantuan sembako kepada warga terdampak banjir akibat hujan deras. F- yen/suaraserumpun.com

Untuk saat ini, jelas Anton Hatta Wijaya, waduk retensi sudah punya pintu pembuangan air, sehingga air cepat surut. Hanya saja, pintu air ke waduk retensi yang belum ada. Sehingga, debit air hujan yang besar menyebar ke pemukiman warga.

“Kita akan cari solusinya ke depan. Agar waduk ini lebih bisa menampung debit air yang banyak, dan aliran air hujan bisa langsung masuk ke waduk, tanpa melebar ke pemukiman warga. Bisa saja, waduk retensi itu diperluas lagi,” demikian harapan Anton Hatta Wijaya. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *