banner 728x90
Hasan SSos Pj Wali Kota Tanjungpinang menyerahkan tabung pemadam kebakaran kepada tenaga Redkar yang baru dikukuhkan, Selasa (26/9/2023). F- diskominfo tanjungpinang

Sudah 89 Kali Kebakaran di Tanjungpinang, Pj Wali Kota Tanjungpinang Melantik Redkar

Komentar
X
Bagikan

Tanjungpinang, suaraserumpun.com – Musibah kebakaran di wilayah Kota Tanjungpinang sudah terjadi 89 kali, 75 persen merupakan kebakaran hutan. Kini, Pemko Tanjungpinang sudah menyediakan 90 orang tenaga Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar), yang siap melayani masyarakat.

Penjabat (Pj) Wali Kota Tanjungpinang Hasan SSos melantik Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) di halaman Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Tanjungpinang, Selasa (26/9/2023). Ada 90 orang tenaga Redkar dari 18 kelurahan se-Kota Tanjungpinang yang dikukuhkan. Para Redkar ini diberikan pelatihan mengenai penanggulangan dan bahaya kebakaran.

Pj Wali Kota Tanjungpinang Hasan mengatakan, Redkar merupakan organisasi berbasis masyarakat yang secara sukarela berpartisipasi mewujudkan ketahanan lingkungan dari bahaya kebakaran dibentuk secara nasional.

Baca Juga :  Ipda Eko Rasdiyono dan Bripka Perdama Pebrianto Jadi Polisi Teladan

“Relawan yang baru dikukuhkan dapat bersama-sama saling berkoordinasi baik bersama Lurah, Camat dan pemadaman kebakaran untuk menanggulangi kebakaran di Tanjungpinang,” ujarnya.

Hasan menjelaskan, perkembangan kawasan pemukiman dan Industri di Tanjungpinang memberikan dampak yang harus diwaspadai, salah satunya adalah semakin meningkatnya potensi ancaman kebakaran, sehingga diperlukan manajemen pencegahan dan penanggulangan kebakaran yang komprehensif.

Menurutnya, selain kejadian kebakaran di pemukiman padat, fenomena yang sering terjadi di Tanjungpinang adalah kebakaran hutan dan lahan. Kebakaran itu, lanjut Hasan, selain faktor alam, juga disebabkan oleh faktor manusia baik disengaja maupun tidak disengaja.

Baca Juga :  Begini Lho Persoalan Pulau Pelampong-Batam sebagai Daerah Terdepan NKRI

Hasan menyebutkan, berdasarkan data DPKP, dari Januari hingga Agustus 2023, ada 89 kali peristiwa kebakaran di Tanjungpinang.

“Dengan persentase 75 persen adalah kejadian kebakaran hutan dan lahan,” sebut Pj Wako Tanjungpinang.

Dari data tersebut, sambung Hasan, sangat dibutuhkan partisipasi masyarakat untuk mendukung pelaksanaan penanggulangan. Diharapkan, seluruh anggota Redkar untuk bersama-sama terlibat aktif untuk mengurangi dampak yang mungkin timbul dari risiko bahaya kebakaran, serta Dinas Kebakaran harus informatif dalam memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang bahaya kebakaran.

“Sehingga tercipta sinergi antara dinas kebakaran dan masyarakat,” harap Hasan SSos.

Baca Juga :  Hasil Semifinal Euro 2020: Spanyol Kalah Adu Penalti, Italia ke Final

Kepala DPKP Tanjungpinang Agustiawarman mengatakan, pelatihan anggota Redkar dilaksanakan selama dua hari dari 26-27 September 2023.

“Seyogianya saya mau melatih 180 orang Redkar, karena akibat rasionalisasi dan lain sebagainya akhirnya disesuaikan hanya 90 orang,” ujarnya.

Ia menambahkan, Redkar dibentuk bukan bertugas memadamkan kebakaran, akan tetapi mereka sebagai pion terdepan dalam dalam hal melaporkan atau mengkoordinasikan segala macam terjadi kebakaran kepada DPKP.

“Selain pelatihan kita juga menyerahkan alat pemadam kebakaran Apar 3 buah kepada 18 Kelurahan se-Kota Tanjunpinang,” tutupnya. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *