banner 728x90
Angka inflasi Kepri dan angka hunian kamar hotel sebelum lebaran Idulfitri 1445 hijriah. F- diskominfo kepri

Angka Inflasi Kepri Masih Terkendali, Tingkat Hunian Hotel Malah Turun Pascalebaran Idulfitri

Komentar
X
Bagikan

Tanjungpinang, suaraserumpun.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau mencatat inflasi year-on-year (yoy) sebesar 3,04 persen pada April 2024 dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 106,00. Setelah lebaran Idulfitri, angka inflasi Kepri masih terkendali. Namun, tingkat hunian kamar hotel malah turun pascalebaran Idulfitri 1445 hijriah.

Angka inflasi tertinggi di wilayah Provinsi Kepri terjadi di Kota Batamm, 3,25 persen (IHK 106,22). Sementara, angka inflasi terendah di Kabupaten Karimun, 2,06 persen (IHK 105,43).

“Inflasi yoy Kepri ini disebabkan oleh kenaikan harga pada delapan kelompok pengeluaran, dengan kontributor terbesar dari kelompok makanan, minuman dan tembakau yang naik 5,53 persen,” jelas Kepala BPS Kepri, Darwis Sitorus di Kantor BPS Kepri, Kamis (2/5/2024).

Baca Juga :  Warga Bintan Ketiban Rezeki di Masa Pandemi

Sementara itu, inflasi month-to-month (mtm) Kepri pada April 2024 tercatat 0,06 persen dengan IHK naik dari 105,94 pada Maret menjadi 106,00. Inflasi mtm tertinggi terjadi di Kota Batam 0,09 persen. Adapun tingkat inflasi year-to-date (ytd) Kepri sebesar 0,81 persen.

Untuk nilai tukar sektor pertanian, BPS Kepri mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) turun 0,21 persen menjadi 105,21 pada April 2024 dibanding Maret. Begitu pula Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) yang turun 0,04 persen menjadi 105,14.

Di sektor pariwisata, kunjungan wisman ke Kepri pada Maret 2024 tercatat 135.491 kunjungan, turun 6,42 persen dari Februari namun naik 7,95 persen dibanding Maret 2023. Wisman terbanyak berkebangsaan Singapura 53,12 persen.

Baca Juga :  Hari Pertama Kerja, Adi Prihantara Pimpin Rakor Persiapan Idul Fitri

“Penurunan wisman ini berdampak pada tingkat penghunian kamar hotel berbintang di Kepri yang rata-rata 54,85 persen pada Maret 2024, turun 7,66 poin dari Februari,” imbuh Darwis.

Untuk sektor transportasi, penumpang angkutan udara domestik turun 1,22 persen menjadi 151.298 orang pada Maret 2024. Sementara penumpang angkutan laut dalam negeri turun 3,59 persen menjadi 326.563 orang dan luar negeri turun 5,13 persen menjadi 230.963 orang. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *