banner 728x90
Gubernur Kepri Ansar Ahmad bersama tokoh perjuangan Provinsi Kepri Huzrin Hood dan Bupati Karimun Aunur Rafiq memberikan keterangan pers di sela peringatan Hari Marwah pembentukan Provinsi Kepri. F- diskominfo kepri

Ini Pembicaraan Ansar Ahmad dan Huzrin Hood pada Peringatan Hari Marwah di Karimun

Komentar
X
Bagikan

Karimun, suaraserumpun.com – Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad beramah tamah bersama seluruh tokoh dan pejuang pembentukan Provinsi Kepri pada peringatan Hari Marwah Kepri ke-22, di Rumah Dinas Bupati Karimun, Rabu (15/5/2024) kemarin. Ini pembicaraan Ansar Ahmad dan Huzrin Hood pada peringatan Hari Marwah di Kabupaten Karimun tersebut.

Ramah tamah dan jamuan makan siang yang berlangsung dengan hangat tersebut, juga dihadiri langsung Ketua Umum BP3KR Huzrin Hood, mantan Ketua DPRD Kepri Nur Syafriadi, Kepala OPD Provinsi Kepri dan pimpinan FKPD Karimun.

“Hari ini Rabu 15 Mei 2024 kita berkumpul bersama ditempat ini, tidak lain untuk bersama- sama mengenang seluruh perjuangan semua pihak yang terlibat dalam pembentukan Provinsi Kepri,” ucap Ansar Ahmad.

Diceritakan Gubernur Kepri Ansar Ahmad, sejarah perjuangan untuk lepas dari Provinsi Riau, harus diingat dan dijadikan momentum refleksi dan evaluasi diri, bagi pembangunan di Provinsi Kepri. Hal tersebut dijadikan trigger untuk bisa membangun Kepri secara adil dan merata.

Baca Juga :  Bupati Bintan Punya Pesan Khusus buat 70 Tenaga Kesehatan Penerima SK PPPK

“Meski dengan keterbatasan anggaran yang dimiliki Pemerintah Provinsi Kepri, kita coba terus berbagi. Semua kabupaten dan kota menerima alokasi anggaran untuk pembangunan,” jelasnya.

Dikatakan suami Dewi Kumalasari ini, Kepri memang menghadapi banyak tantangan dalam membangun wilayah. Karena letak geografis yang terdiri dari banyak pulau-pulau dan juga lautan.

“Tapi kita juga mesti selalu bersyukur, karena kita dianugerahi wilayah yang secara geografis terletak di perbatasan, dan langsung berhadapan dengan negara-negara luar. Dan wilayah lautan kita, juga berada di jalur tersibuk perdagangan penting dunia,” tambahnya.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menceritakan bagaimana Pemerintah Provinsi Kepri bersama stakeholder terkait lainnya, terus melakukan kolaborasi dengan menerapkan berbagai langkah kebijakan dan program strategis, yang dilakukan guna membangun Kepulauan Riau tercinta.

Baca Juga :  Kadis Kominfo: Setiap Wartawan Dituntut Memiliki Kartu UKW

Di antaranya Pembangunan Rumah Singgah di Jakarta dan Batam, bantuan BPJS Ketenagakerjaan yang menyasar 31.896 Nelayan, subsidi bunga 0 persen melalui BRK Syariah sebagai penguatan modal bagi pelaku UMKM, bantuan hibah kepada Rumah Ibadah, hingga program Kepri Terang.

“Program strategis tersebut kita persembahkan untuk masyarakat, agar bisa diketahui secara luas dan dapat dimanfaatkan seluruh lapisan masyarakat Kepri,” tutupnya.

Ketua Umum BP3KR Huzrin Hood mengingatkan, dari 22 tahun perjalanannya, Provinsi Kepri sebagai bumi Melayu, bisa menonjolkan diri sebagai sebuah negeri berazam. Melayu harus menedepankan nilai-nilai ajaran Islam yang makin baik.

“Salah satu yang bisa dilaksanakan yakni ketika tengah ada kegiatan pemerintahan berlangsung, ada panggilan adzan berkumandang untuk berhenti. Demi kita menghormati dan menghargai panggilan suci dari Illahi,” ungkap Huzrin Hood.

Baca Juga :  Reses Masa Sidang III 2023 DPRD Bintan, Pendidikan hingga Infrastruktur Belum Lepas dari Keluhan Warga

Huzrin pun berharap, Tanjungpinang yang sudah sama-sama disepakati sebagai pusat ibu kota provinsi, bisa makin bergeliat dalam aktivitas pembangunan. Yang mana itu akan berdampak pada perekonomian masyarakat luas.

“Saya meminta betul kepada para penyelenggara pemerintahan, sebagai ibu kota Provinsi, agar Tanjungpinang ke depan dibuat makin bergeliat lagi,” harapnya.

Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan, kegiatan ramah tamah, makan siang dan juga silaturahmi ini, memang bagian dari memperingati Hari Marwah Rakyat Kepri yang rangkaiannya dimulai sepanjang pagi hingga malam hari ini.

“Semua kegiatan ini adalah simbol penghargaan terhadap sejarah dan perkembangan Provinsi Kepulauan Riau sejak didirikan tepatnya 22 tahun yang lalu,” jelas Aunur Rafiq. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *