banner 728x90
Penampilan tari Pendet dari Bali pada event wisata Hartmony seni Sunda dan Bali di Lagoi Bay kawasan Bintan Resorts menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1946, Sabtu (9/3/2024). F- yen/suaraserumpun.com

Foto Event Wisata Hartmony Seni Sunda dan Bali di Bintan Resorts Menyambut Tahun Baru Saka 1946

Komentar
X
Bagikan

Bintan, suaraserumpun.com – Di kawasan Bintan Resorts, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), kini ada event wisata baru. Event itu dikemas dalam Hartmony seni Sunda dan Bali, yang digelar di Lagoi Bay. Hartmony seni Sunda dan Bali di Bintan Resorts ini menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1946. Berikut beberapa fotonya.

Lagoi Bay di kawasan Bintan Resorts menjadi pusat perhelatan seni budaya selama dua hari, Sabtu (9/3/2024) hingga Minggu (10/3/2024). Event wisata baru ini memukau ratusan wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata Bintan Resorts, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Termasuk para turis mancanegara.

Penampilan seni tari dari Sunda pada event Hartmony di Lagoi Bay kawasan Bintan Resorts. F- bintan resorts

Bertajuk “Hartmony,” event wisata baru ini dipenuhi dengan rangkaian pertunjukan. yang menggabungkan kekayaan seni budaya Sunda dan Bali. Tema “Hartmony,” di festival ini bukan sekadar pertunjukan seni biasa. Melainkan satu persembahan keindahan harmoni kolaborasi antara dua budaya dari komunitas Sunda dan Bali, yang ada di Pulau Bintan. Dengan melibatkan banyak pelaku seni, UMKM, masyarakat. Lagoi Bay kawasan wisata Bintan Resorts sebagai tempat penyelenggaraannya.

Penari Bali bersolek sebelum tampil dalam ajang Hartmony seni Sunda dan Bali di Bintan Resorts untuk menyambut Tahun Baru Saka 1946 di Lagoi Bay, Sabtu (9/3/2024). F- yen/suaraserumpun.com

Tujuan utama event wisata menyambut Hari Raya Nyepi ini adalah memperkenalkan seni dan budaya Indonesia melibatkan komunitas lokal, kepada wisatawan mancanegara. Lokasi wisata yang dipilih sangat penting karena menjadi wadah untuk mengenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada pengunjung internasional. Penyelenggaraan festival ini bersamaan dengan menyambut perayaan Hari Raya Nyepi yang identik dengan prosesi Ogoh-ogoh sehari sebelumnya. Pawai ogoh-ogoh menambahkan nuansa khusus dari festival seni budaya ini bagi pengunjung.

Baca Juga :  Euro 2024: Jerman 5-1 Skotlandia, Malam Ini Laga Sengit Spanyol Vs Kroasia

Sabtu (9/3/2024), Hartmony seni Sunda dan Bali ini dibuka, dengan berbagai pertunjukan seni budaya. Mulai dari gamelan Degung Kawih, Tari Jaipong, Tari Kontemporer Sunda, Rampak Kendang, hingga Musik Arumba. Kemudian, dilanjutkan dengan persembahan Tari Pendet dan Tari Cendrawasih yang merupakan seni budaya Bali.

Penampilan tari asal Sunda dalam event Hartmony di Bintan Resorts. F- bintan resorts

Tidak hanya menyuguhkan pertunjukan seni. Event ini juga dihiasi dengan pameran seni lukis tangan seniman dari Pulau Batam dan Bintan. Selain itu, berbagai gerai kerajinan tangan, produk fashion, dan kuliner turut meramaikan acara. Di antaranya oleh UMKM Bintan Bekarya binaan Bintan Resorts, Yayasan Lentera Difa, Wak Lebon Handmade, Sehati Mekar, Nasi Khas Bali, D’jamu, Madu Goerindam, dan banyak lagi.

Baca Juga :  BPBD Bintan Bikin MoU dengan Pertamina Energy Terminal Tanjunguban untuk Penanganan Kebakaran

“Kami dari Paguyuban Pasundan merasa bangga dan mengucapkan terima kasih kepada Bintan Resorts atas kesempatan yang berharga ini. Melibatkan Paguyuban Pasundan Kota Tanjungpinang dalam festival Hartmony merupakan sebuah kehormatan bagi kami. Kami berharap kolaborasi dalam bidang seni budaya akan terus berkembang dan memberikan nilai tambah bagi keindahan perjalanan seni ini,” ujar Uus Kusdinar, yang akrab dipanggil Kang Yus mewakili Paguyuban Sunda Kota Tanjungpinang.

Penampilan tari Cendrawasih asal Bali pada event wisata Hartmony seni Sunda dan Bali di Lagoi Bay kawasan Bintan Resorts, Sabtu (9/3/2024). F- yen/suaraserumpun.com

Made Sudana dari PHDI Kabupaten Bintan juga mengucapkan terima kasih atas kesempatan berkolaborasi dalam kegiatan Hartmony ini. Made Sudana berharap, kerja sama ini dapat berlanjut dengan melibatkan lebih banyak seni budaya nusantara di Pulau Bintan.

Pada kesempatan lain, Chief Operating Officer (COO) PT BRC Abdul Wahab mengapresiasi kepada Paguyuban Pasundan Kota Tanjungpinang dan Parisada Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Bintan, yang telah ikut serta dalam festival budaya Hartmony ini. Kegiatan Hartmony ini tidak hanya memperkaya nilai destinasi pariwisata Pulau Bintan bagi pengunjung, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Tetapi juga memberikan dorongan bagi kolaborasi seni dan budaya antara komunitas lokal dan Bintan Resorts untuk terus berkembang.

Wajah penari asal Bali saat berpose sebelum tampil di Hartmony seni Sunda dan Bali di Lagoi Bay, Bintan Resorts. F- yen/suaraserumpun.com

Kehadiran Paguyuban Sunda dan komunitas Hindu pada tahun ini memberikan inspirasi bagi Bintan Resorts untuk terus mendukung serta mempromosikan kekayaan seni budaya Indonesia di kawasan wisata Bintan Resorts kepada para pelancong.

Baca Juga :  Presiden RI Jokowi Minta Perubahan Program Studi Kurikulum

Rangkaian Hartmony event wisata baru di kawasan Bintan Resorts ini ajab ditutup, Minggu (10/3/2024) besok, dengan prosesi dan pembakaran Ogoh-ogoh. Ritual keagamaan Hindu sekaligus budaya Bali pembakaran Ogoh-ogoh tersebut menandai dimulainya Tahun Baru Saka 1946 atau Hari Nyepi. Prosesi ini tentu memberikan pengalaman yang spektakuler bagi para pengunjung, menambah kesan yang tak terlupakan dari festival seni dan budaya Hartmony ini.

Ritual parade Ogoh-ogoh dalam rangkaian Hartmony seni Sunda dan Bali di Bintan Resorts, Sabtu (9/3/2024). F- yen/suaraserumpun.com

Dengan demikian, perayaan ini tidak hanya memberikan pemahaman mendalam tentang kekayaan seni dan budaya Indonesia, tetapi juga mengabadikan momen yang penuh makna bagi para wisatawan yang menghadiri acara ini di Bintan Resorts. Nah, tunggu apalagi, saksikan pembakaran Ogoh-ogoh di kawasan Bintan Resorts, Minggu (10/3/2024) sore besok, sekaligus penutupan rangkaian Hartmony seni Sunda dan Bali di Bintan Resorts, tahun 2024 ini. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *