banner 728x90
Hasan SSos Pj Wali Kota Tanjungpinang menerima sertifikat bebas frambusia yaitu bebas penyakit kulit kronis dari Menkes RI di Jakarta, Rabu (6/3/2024). F- diskominfo tanjungpinang

Pemko Tanjungpinang Meraih Sertifikat Bebas Penyakit Kulit Kronis (Frambusia) dari Kemenkes

Komentar
X
Bagikan

Jakarta, suaraserumpun.com – Kota Tanjungpinang bebas penyakit kulit kronis dan menular (frambusia). Hal itu dibuktikan dengan Pemko Tanjungpinang memperoleh sertifikat bebas frambusia dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Sertifikat tersebut diterima oleh Pj Wali Kota Tanjungpinang Hasan SSos dari Menkes RI, sempena Peringatan Neglected Tropical Diseases (NTD) di Grand Sahid Hotel, Jakarta, Rabu (6/3/2024).

Hasan mengatakan raihan sertifikat tersebut berdasarkan penilaian Kemenkes melalui serangkaian assesmen oleh tim atas hasil dan upaya pengendalian frambusia yang dilakukan Kota Tanjungpinang.

Baca Juga :  Ombudsman Kepri Menyampaikan Lima Saran kepada Wali Kota Batam Soal Pengelolaan Parkir

“Pengendalian dilakukan dalam bentuk edukasi atau sosialisasi, pengendalian faktor resiko dan surveilans yang berkesinambungan,” kata Hasan, Kamis (7/3/2024).

Disampaikan Hasan, melalui skrining 18.731 anak usia kurang dari 15 tahun pada tahun 2023 yang berasal dari 85 SD, 10 SMP, posyandu, dan pemukiman kumuh hanya menemukan 293 suspek dan setelah dilakukan tes dengan metode Rapid Diagnistic Test (RDT) hasilnya semua negatif.

“Setelah diterimanya sertifikat bebas frambusia ini, bukan berarti kegiatan selesai tetapi masih dibutuhkan komitmen lanjutan,” ungkap Hasan.

Baca Juga :  Pemprov Kepri Punya Jurus Jitu buat Menurunkan Kasus Covid-19 yang Melonjak

Ia menambahkan komitmen pasca penerimaan sertifikat bebas frambusia tersebut adalah menggerakkan pemangku kepentingan untuk kolaborasi dan penyampaian pelaporan nol kasus.

Kemudian menggerakkan masyarakat mencegah kembali melalui promosi kesehatan, perilaku hidup bersih dan sehat, dan penyediaan sarana air bersih.

“Kita harus menjamin sumber daya berupa petugas kesehatan dan kader terlatih serta anggaran guna melaksanakan tata laksana dan surveilans dengan kinerja baik,” demikian Hasan. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *