banner 728x90
Ary Satia Dharma akademisi dari UMRAH Tanjungpinang menjelaskan tentang peran dan fungsi Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dalam rapat koordinasi yang dipimpin Sekda Bintan Ronny Kartika dan Sekretaris BPBD Bintan, Senin (26/2/2024). F- yen/suaraserumpun.com

Antisipasi Bencana, Pemkab Bintan Segera Membentuk Forum PRB

Komentar
X
Bagikan

Bintan, suaraserumpun.com – Pemkab Bintan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bintan segera membentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB). Sebelum pembentukan Forum PRB tersebut, Pemkab Bintan melakukan sosialisasi kepada seluruh lintas sektoral dan pihak terkait.

Forum PRB ini merupakan mitra pemerintah untuk mengantisipasi bencana. Satu di antaranya memberikan edukasi kepada masyarakat yang berada di daerah rawan bencana. Dalam melakukan sosialisasi tentang Forum PRB ini, BPBD Bintan menghadirkan narasumber Ary Satia Dharma dari tenaga kependidikan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang, serta Suhairi dari STISIPOL Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, Senin (26/2/2024).

Dalam sosialisasi tersebut, Ary Satia Dharma menyampaikan tentang paradigma baru penanggulangan bencana yang lebih berorientasi kepada pencegahan, mitigasi dan kesiapsiagaan, membuat Forum PRB ini menjadi semakin urgence untuk dibentuk di Kabupaten Bintan.

Baca Juga :  Gedung SMKN 3 Tanjungpinang Jadi Tempat Karantina Terpadu, Begini Penjelasan Satgas

Sekretaris BPBD Bintan Agus Haryadi menambahkan, secara umum bencana terdiri dari bencana alam, bencana non alam yang ditimbulkan sebab akibat ulah manusia, serta bencana sosial. Untuk mengantisipasi tiga jenis bencana tersebut, maka diperlukan peran Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) tersebut.

“Pembentukan Forum PRB ini segera kita lakukan. Semua pihak sudah berkomitmen untuk membentuk Forum PRB ini. Nanti, Forum PRB ini di bawah tanggung jawab BPBD,” jelas Agus Hariyadi Sekretaris BPBD Bintan.

Pada kesempatan lain, Sekda Bintan Ronny Kartika menjelaskan, Forum PRB ini dibentuk dengan tujuan untuk menjalin komitmen dari seluruh pihak dalam pengurangan risiko bencana di Kabupaten Bintan. Sebelum dibentuk, dilakukan rapat koordinasi dengan semua pihak instansi terkait TNI-Polri, Basarnas dan pihak perusahaan swasta maupun LSM. Termasuk insan pers dan LAM Kabupaten Bintan.

Baca Juga :  Serba-serbi HUT Kemerdekaan RI, 25 Napi Bebas, Ansar Serahkan E-KTP

Sekda Kabupaten Bintan Ronny Kartika menerangkan, pembentukan Forum PRB ini sesuai amanat Undang Undang nomor 24 tahun 2007, yang perlu keterpaduan semua pihak. Baik dari unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, perusahaan dan industri serta para relawan. Tujuannya adalah untuk mengajak seluruh pihak sepakat dalam mengurangi risiko bencana di Kabupaten Bintan.

“Seperti saat ini, ketika cuaca panas maka acapkali terjadi kebakaran lahan. Maka dibutuhkan mitigasi serta identifikasi yang melibatkan seluruh pihak sehingga kita dapat meminimalisir terjadinya bencana sedini mungkin di Kabupaten Bintan,” ujarnya saat memimpin rapat koordinasi pembentukan Forum PRB di Ruang Rapat 2 Kantor Bupati Bintan.

Baca Juga :  Cen Sui Lan: Saya Tuntaskan Pembangunan Jalan Lingkar Pulau Durai Karimun

Dikatakannya, inventarisasi data juga sangat dibutuhkan ketika terjadinya emergency. Contohnya terkait ketersediaan armada yang akan digunakan, nantinya tidak saja sarana dari pemeritah daerah. Namun juga diperlukan dari pihak industri/perusahaan. Sehingga saling berkolaborasi antara pemerintah daerah dan pihak industri atau perusahaan swasta, dalam mengantisipasi bencana alam.

Sekda Bintan Ronny Kartika memimpin dan membuka rapat koordinasi pembentukan Forum Penguragan Risiko Bencana (PRB), Senin (26/2/2024). F- dok/suaraserumpun.com

“Dan jika kita melihat pada siklus sistem manajemen penanggulangan bencana itu, setidaknya ada tiga tahapan yang saling berkaitan. Yaitu pra bencana, saat terjadi bencana, dan pascabencana,” terangnya.

“Nah, untuk itu Forum PRB juga perlu memberikan edukasi kepada masyarakat, seperti apa tindakan yang mesti dilakukan untuk antisipasi bencana, saat terjadi bencana dan tindakan pascabencana,” demikian Ronny Kartika. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *