banner 728x90
Wiska Adielia Putri (Mahasiswi IPB University) f- dok/suaraserumpun.com

Serba-serbi Isu Pemakaian Plastik Pc dan Plastik Pet untuk Galon Air

Komentar
X
Bagikan

Penulis: Wiska Adielia Putri (Mahasiswi IPB University)

ATURAN pemakaian plastik PC dan PET untuk galon air penting untuk memastikan keamanan dan kesehatan konsumen serta lingkungan. Penggunaan plastik Polycarbonate (PC) dalam beberapa konteks dapat menimbulkan permasalahan kesehatan dan lingkungan yang perlu diperhatikan. Salah satu kekhawatiran utama terkait dengan PC adalah kemungkinan lepasnya zat kimia bisphenol-A (BPA) dari material tersebut.

BPA adalah senyawa kimia yang digunakan dalam produksi PC dan telah dikaitkan dengan efek hormon disruptif yang dapat memengaruhi kesehatan manusia, terutama pada perkembangan anak-anak dan bayi. Pada tingkat paparan yang tinggi, BPA dapat berkontribusi pada sejumlah masalah kesehatan, termasuk gangguan hormonal, gangguan reproduksi, dan masalah perkembangan.

PerBPOM Nomor 20 Tahun 2019 tentang Kemasan Pangan menetapkan batasan migrasi maksimum BPA ke botol atau galon adalah 0,6 ppm. Suhu tinggi dan kontak yang terlalu lama dengan paparan sinar matahari pada galon dapat menyebabkan hidrolisis plastik polikarbonat dan menyebabkan produksi jejak BPA pada permukaan galon dan migrasi ke dalam air (Gusnawati et al. 2023).

Selain itu, penggunaan PC dan plastik lainnya juga menimbulkan masalah lingkungan, terutama dalam hal pencemaran lingkungan oleh limbah plastik yang sulit terurai (Indra 2019). Oleh karena itu, perlunya penelitian dan regulasi yang ketat untuk mengendalikan penggunaan plastik PC dan memastikan keselamatan manusia serta perlindungan lingkungan.

Galon plastik berbahan dasar PET yang telah banyak digunakan oleh industri air minum dalam kemasan lebih aman dan ekonomis. Meskipun demikian, terdapat isu lingkungan, yang mana galon PET hanya direkomendasikan untuk sekali pakai (Gusnawati et al. 2023). Penggunaan plastik Polyethylene Terephthalate (PET) juga menimbulkan sejumlah permasalahan yang perlu diperhatikan. Salah satu masalah utama terkait dengan PET adalah dampak lingkungan dari pembuangan dan pengelolaan limbah plastik ini.

Baca Juga :  Coffee Morning dengan Pengguna Rumah Singgah Mahligai Keris, Ansar: Kamar Tambahan Segera Selesai

PET tidak mudah terurai secara alami, dan pencemaran lingkungan oleh botol dan kemasan PET yang dibuang sembarangan dapat menyebabkan masalah serius bagi ekosistem dan keberlanjutan lingkungan. Selain itu, produksi PET juga memerlukan sumber daya minyak bumi yang signifikan, yang dapat menyebabkan dampak ekologis dan menambah tekanan terhadap pasokan energi fosil (Indra 2019).

Oleh karena itu, pemakaian plastik PET sebagai galon air mineral menimbulkan kekhawatiran terkait dampak lingkungan dan kesehatan, sehingga perlu dipertimbangkan dengan cermat.

Kelebihan dan Kekurangan Plastik PC dan PET
Adapun kelebihan dan kekurangan plastik PC yakni kelebihannya adalah plastik PC lebih fleksibel dan tahan dari risiko pecah atau retak, plastik PC memiliki ketahanan gores dan ketahanan benturan yang lebih baik, plastik PC lebih tahan terhadap air dibandingkan PET dan plastik PC dapat digunakan untuk kemasan guna ulang atau multitrip yang lebih banyak.

Sedangkan kekurangannya adalah plastik PC mengandung Bisphenol A (BPA) yang berbahaya bagi kesehatan, plastik PC rentan akan goresan meskipun sangat kuat, plastik PC lebih mahal dibandingkan dengan plastik lain, dan plastik PC lebih sulit didaur ulang dibandingkan dengan galon PET (Alfian, 2020).

Baca Juga :  Kekompakan TNI-Polri Tak Boleh Terganggu, Kapolda Kepri Silaturahmi ke Korem 033/WP dan Kodim 0315/Tanjungpinang

Adapun kelebihan penggunaan plastik PET antara lain adalah plastik PET teksturnya keras. Kemudian, ringan dibawa, sehingga sangat efisien untuk dijadikan kemasan, memiliki resistensi yang baik terhadap udara, cocok digunakan untuk produk yang transparan, tidak mudah pecah dan cocok untuk kemasan pangan. Sedangkan kekurangannya adalah tidak tahan bentur sehingga mudah rusak, lebih sulit dibentuk dan mudah berubah bentuk jika bersentuhan dengan suhu panas (Salsabila et al. 2023).

Solusi dari permasalahan penggunaan plastik PC dan PET sebagai galon air mineral dapat melibatkan beberapa langkah, antara lain pemilihan bahan kemasan yang tepat karena penting untuk memilih bahan kemasan yang tepat, dengan memperhatikan interaksi antara bahan pangan, bahan pengemas, dan lingkungannya. Hal ini meliputi faktor perlindungan terhadap pengaruh fisik, kimiawi, dan biologis terhadap produk yang dikemas (Sucipta et al. 2017).

Selain itu dapat dilakukan pengembangan infrastruktur daur ulang yang mana bertujuan untuk mengembangkan infrastruktur daur ulang yang memadai guna mendukung penggunaan galon sekali pakai yang mudah didaur ulang. Hal ini dapat melibatkan peran pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menciptakan sistem daur ulang yang efisien (Sulistiyani 2022).

Kesimpulan
Berdasarkan pemaparan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa pemilihan antara plastik PC dan PET sebagai bahan kemasan galon air mineral memerlukan pertimbangan matang terkait keamanan, kesehatan, dan dampak lingkungan. Plastik PC, meskipun tahan gores dan benturan, membawa risiko kesehatan dengan adanya Bisphenol A (BPA) dan sulit didaur ulang.

Baca Juga :  Dishub Bintan Diberi Target Tinggi, Toapaya dan Sekitarnya Masuk Lokasi Pungutan Parkir

Di sisi lain, plastik PET lebih ramah lingkungan namun memiliki keterbatasan sebagai galon sekali pakai. Kasus-kasus yang sering terjadi, regulasi yang masih diperdebatkan, dan solusi seperti pemilihan bahan kemasan yang tepat, galon sekali pakai mudah didaur ulang, serta pengembangan infrastruktur daur ulang menjadi poin penting untuk mempertimbangkan dalam meminimalkan dampak negatif dari penggunaan plastik dalam industri galon air mineral. (***)

DAFTAR PUSTAKA
Alfian Y. 2020. Pengembangan campuran komposisi bahan baku pada perusahaan daur ulang plastik berjenis pvc PT. RJM. Jurnal Tirta, 8(2):161–168.

Gusnawati, Munira, Rachmawanto, Ramadhani. 2023. Analisis migrasi cemaran bisphenol-a (bpa) kemasan plastik polocarbonat (pc) pada produk air minum dalam kemasan galon di wilayah Kota Makassar. Jambura Journal of Chemistry. 5(1):46–52.

Indra M. 2019. Proses Manufaktur Plastik dan Komposit: Edisi Revisi. Yogyakarta (ID): Penerbit ANDI.

Salsabila N, Yushardi, Sudartik. 2023. Analisis kelebihan kekurangan pengolahan limbah plastik menjadi bahan bakar melalui proses pirolisis. Urnal Mekanova: Mekanikal, Inovasi Dan Teknologi. 9(2):105–113

Sucipta IN, Suriasih IK, Kencana PK. (2017). Pengemasan Pangan: Kajian Pengemasan yang Aman, Nyaman, Efektif dan Efisien. Bali (ID): Udayana Universitas Press.

Sulistiyani R. (2022). Pelatihan daur ulang sampah botol plastik sebagai media pembelajaran pengelolaan sampah dan kreativitas. Jurnal Pengabdian Masyarakat. 1(1):10 21. https://doi.org/10.35960/pimas.v1i1.736

(diterbitkan suaraserumpun.com)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *