banner 728x90
Ketua PWI Bintan Harjo Waluyo dan Sekretaris PWI Bintan Yusfreyendi berdiskusi dengan Ketua RT dan tukang untuk merehab gubuk milik Sumiati si janda sebatang kara di Gang Natuna, RT01/RW02, Kampung Jawa, Kelurahan Sungai Lekop Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Kepri, Kamis (28/12/2023). F- met/suaraserumpun.com

Menuju HPN 2024, PWI Bintan Merehab Gubuk Milik Sumiati Si Janda Sebatang Kara, Simak Kondisinya

Komentar
X
Bagikan

Bintan, suaraserumpun.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bintan membikin aksi kemanusiaan bedah rumah lagi, untuk warga kurang mampu menjelang peringatan Hari Pers Nasional (HPN). Menuju HPN tahun 2024 ini, PWI Bintan merehab gubuk milik Sumiati si janda sebatang kara berusia 68 tahun di Bintan Timur.

Sumiati hidup menjanda, karena suaminya sudah meninggal dunia sejak beberapa tahun silam. Sumiati tinggal di gubuk atau rumah tidak layak berukuran 5×7 meter, sejak tahun 2009 lalu.

Kamis (28/12/2023) siang, Ketua dan Pengurus PWI Bintan meninjau rumah Sumiati si janda hidup sebatang kara tersebut di Gang Natuna, RT01/RW02, Kampung Jawa, Kelurahan Sungai Lekop Bintan Timur, Kabupaten Bintan. Saat cuaca hujan tersebut, gubuk milik Sumiati sedang kosong.

“Bu Sumiati lagi sakit. Dia dirawat di rumah cucunya. Tapi, kuncinya saya pegang. Karena, saya yang dipercayanya untuk memegang kunci dan mengurusnya,” kata Basuki Ketua RT01/RW02.

Gubuk milik Sumiati si janda hidup sebatang kara ini kondisinya memprihatinkan. Sejak 2009, rumah tempat tinggal Sumiati tanpa plaster luar dan dalam. Di dalam rumah, hanya ada sekat atau pembatas untuk tempat tidur dengan dapur kecil serta kamar mandi.

Baca Juga :  Beri Ambulans ke YKMPI GBI Batam, Cen Sui Lan: Negara Hadir untuk Semua Agama dan Kelompok Masyarakat

Tempat tidur Sumiati dialas dengan kain lusuh. Kasurnya usang. Bahkan di atas tempat tidur tersebut disediakan baskom, untuk menampung air hujan yang menetes deras dari atapnya. Tak terhitung, berapa banyak lubang atap gubuk milik Sumiati ini yang bocor. Air langsung menetes ke kasur dan lantai, karena tidak ada plafon. Jaringan listrik pun kondisinya centang-perenang.

Begitu juga kondisi rabung gubuk milik Sumiati ini, kondisinya parah. Bahkan, ada beberapa batako yang diikat di bagian atap, untuk mengantisipasi atap terlepas saat angin kencang. Beberapa helai terpal juga dipasang pada bagian tertentu, untuk mengantisipasi air masuk ke dalam rumah, tatkala hujan. Belum lagi kondisi jendelanya yang memprihatinkan. Beberapa kayu pada kerangka atap gubuk pun sudah rapuh.

Sebenarnya, pihak RT setempat sudah pernah mengajukan program bedah rumah kepada pemerintah. Bahkan, sudah 3 kali usulan. Tapi, harapan dan doa Sumiati untuk mendapatkan rumah yang layak huni, belum terkabul.

Baca Juga :  Bukti Nyata Cen Sui Lan, Mengubah Tanjung Setelung Jadi Desa Wisata

“Ya, kita pastikan saja. Rumah Bu Sumiati ini yang kita rehab untuk menuju peringatan HPN 2024 ini Pak Sek (Sekretaris),” kata Harjo Waluyo kepada Sekretaris PWI Bintan Yusfreyendi, di sela meninjau rumah Sumiati tersebut.

Setelah melakukan peninjauan rumah Sumiati, Ketua dan Pengurus PWI Bintan mengadakan koordinasi dengan Basuki Ketua RT01/RT02, serta Pak De selaku kepala tukang.

“PWI Bintan akan merehab rumah Bu Sumiati, tanpa mengubah bentuk dasarnya,” tegas Harjo Waluyo.

Insya Allah, lanjut Harjo Waluyo, awal Januari 2024 ini, pekerjaan rehab gubuk milik Sumiati si janda sebatang kara, sudah dimulai. Sehingga, rehab gubuk milik Bu Sumiati ini selesai menjelang HPN 2024, tanggal 9 Februari nanti.

“Pekerjaan agak kita cepatin mulainya, karena sekarang musim hujan. Mudah-mudahan pada tanggal 9 Februarinya, rumah sudah bisa kita serah terima kepada Bu Sumiati,” harap Harjo.

Baca Juga :  4 Ribuan Wartawan Memeriahkan Pembukaan Porwanas di Jatim

Sebelum meninggalkan lokasi aksi kemanusiaan bedah rumah program PWI Bintan, Pita anak dari Sumiati yang berada di Palembang (Sumsel) sempat berdialog dengan Ketua dan Pengurus PWI Bintan, via video call (vicall). Pita sangat terharu, ketika PWI Bintan ingin merehab rumah yang ditempati ibunya (Sumiati).

“Selama ini, Oma kami tinggal sendiri. Sekarang beliau lagi sakit, dan dirawat di rumah cucunya di Tanjungpinang. Saya sangat berterima kasih atas kepedulian Bapak dan pengurus PWI Bintan lainnya, untuk merehab rumah Oma kami (Sumiati),” ucap Pita kepada Ketua PWI Bintan.

Ketua dan Pengurus PWI Bintan bersama Ketua RT dan warga Kampung Jawa Sungai Lekop Bintan Timur, usai mendiskusikan kegiatan rehab rumah milik Sumiati janda sebatang kara. F- pwi bintan

Ketua RT01/RW02 Basuki juga mengucapkan terima kasih kepada PWI Bintan yang segera merehab rumah Sumiati janda sebatang kara berusia 68 tahun tersebut.

“Semoga kegiatan sosial PWI Bintan ini berjalan lancar, dan mendapat dukungan dari para donatur yang peduli. Kami di sini, siap untuk membantu untuk memperbaiki rumah Bu Sumiati,” demikian dikatakan Basuki. (yendi)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *