banner 728x90
Gubernur Kepri Ansar Ahmad memanen padi yang ditanam di lahan ekstambang bauksit, Pulau Dompak, Tanjungpinang, Minggu (17/12/2023). F- diskominfo kepri

Lahan Ekstambang Bauksit Bisa Memproduksi Padi, Ansar Ahmad Ajak Masyarakat Berhemat Mengonsumsi Pangan

Komentar
X
Bagikan

Tanjungpinang, suaraserumpun.com – Bukan satu hal yang mustahil. Ternyata, lahan ekstambang bauksit bisa memproduksi padi. Meski demikian, Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad pun mengajak warga agar tetap berhemat mengonsumsi pangan beras.

Gubernur Kepulauan Riau H Ansar Ahmad menghadiri panen perdana padi hasil program pembinaan narapidana di sarana asimilasi dan edukasi rumah tahanan negara Kelas 1 Tanjungpinang, Pulau Dompak, Tanjungpinang, Minggu (17/12/2023).

Didampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kepri I Nyoman Gede Surya Mataram, Gubernur Kepri Ansar Ahmad melakukan panen perdana padi di lahan sarana asimilasi dan edukasi rumah tahanan negara Kelas 1 Tanjungpinang yang berukuran 10×25 meter.

Lahan atau area usaha budi daya padi ini bukan di sawah. Tetapi, di lahan ekstambang bauksit, kering dan gersang. Namun, dengan pendampingan dari Ady Indra Pawennari, usaha budi daya padi ini berhasil. Hasil panennya kemudian digiling di tempat penggilingan, hingga menjadi beras siap konsumsi.

Baca Juga :  Ansar Ahmad Paparkan Prinsip Reformasi Birokrasi di Pemprov Kepri

Usaha budi daya padi ini bisa terwujud berkat kerja sama berbagai pihak. Terutama Rumah Tahanan Negara Kelas 1 Tanjungpinang dengan Ady Indra Pawennari dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Riau. Padi ini adalah varietas Inpari 32, ditanam pada tanggal 3 September 2023. Dan dipanen pada tanggal 17 Desember 2023, atau telah berusia 105 hari.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengapresiasi langkah Kanwil Hukum dan HAM Kepri yang mampu menghasilkan padi dengan kualitas baik dengan tingkat produksi yang cukup tinggi. Di dalam rapat koordinasi inflasi daerah yang dipimpin oleh Presiden RI Jokowi terus mengingatkan terkait kondisi ketahanan pangan, dan langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menghadapi ketidakpastian global.

“Dalam menghadapi turbulensi ekonomi dan politik dunia saat ini, maka Bapak Presiden mewanti-wanti agar setiap daerah sesuai dengan karakteristik dan spesifikasinya harus berusaha bisa meningkatkan kemampuan daya tahan pangan. Dan saya kira dengan percontohan seperti ini, ke depan Kepri mampu dan berpotensi mewujudkan ketahanan pangannya sendiri,” ujarnya.

Baca Juga :  Delapan Pelabuhan Internasional Dibuka, Ini Fasilitas yang Disiapkan buat Kedatangan Turis ke Kepri

Pada kesempatan ini, Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengajak masyarakat Kepri untuk mulai berhemat dalam konsumsi pangan, khususnya beras. Dengan mengkonsumsinya dalam porsi secukupnyam atau tidak berlebih-lebihan. Karena, jika ini dilakukan maka negara bisa berhemat Rp150 triliun yang biasanya digunakan untuk pengadaan pangan.

“Mulai saat ini kita harus mulai berhemat pangan. Ke depan, negara-negara tidak akan berperang dengan adu kekuatan militer lagi. Namun akan berperang dengan ketahanan pangan masing-masing,” jelasnya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kepri I Nyoman Gede Surya Mataram menyampaikan, berdasarkan survei BPS pada Kamis tanggal 14 Desember 2023, produk gabah kering giling, penaman padi di lahan sarana asimilasi dan edukasi Rumah Tahanan Negara Kelas 1 Tanjungpinang adalah sekitar 49,4 kwintal per hektare.

Baca Juga :  Langkah Pembayaran THR bagi Perusahaan yang Terdampak Covid-19, Begini Penjelasan Menaker Ida Fauziyah

Hal ini menunjukkan bahwa hasil panen padi di lahan ini melebihi rata-rata produksi gabah kering giling di Provinsi Kepulauan Riau, yang bisa dimaknai bersama bahwa Provinsi Kepulauan Riau juga memiliki potensi untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.

I Nyoman Gede Surya Mataram berharap, usaha budi daya padi ini terus berkesinambungan. Dengan didukung oleh pemerintah daerah, dengan ketersediaan lahan dan sarana yang lebih memadai. Guna program pemberdayaan warga pembinaan dalam mendukung ketahanan pangan.

“Mari kita jadikan momentum ini sebagai suatu inspirasi untuk terus mengembangkan program-program pembinaan yang bermanfaat bagi narapidana dan masyarakat. Saya yakin, bila kita bersatu kita dapat menciptakan perubahan yang lebih besar dan positif,” ajaknya. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *