banner 728x90
Menko Perekonomian RI Airlangga Hartarto memimpin pertemuan antarmenteri pada forum IMT-GT di Batam, Kepulauan Riau, Jumat (29/9/2023). F- diskominfo kepri

Airlangga Hartarto Memimpin Pertemuan Antarmenteri pada Forum IMT-GT, Simak Pembahasannya

Komentar
X
Bagikan

Batam, suaraserumpun.com – Airlangga Hartarto Menko Perekonomian RI memimpin pertemuan antarmenteri pada forum Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) di Batam, Kepulauan Riau, Jumat (29/9/2023). Forum ini dihadiri Gubernur Kepri H Ansar Ahmad. Simak pembahasan para menteri antarnegara dalam forum IMT-GT berikut ini.

Airlangga Hartarto mengatakan, pertemuan tingkat menteri dalam forum antara negara Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) kali ini adalah untuk menyepakati peningkatan kerja sama ekonomi dan investasi di tiga negara. Yaitu Indonesia, Malaysia dan Thailand.

“Kita sepakat untuk menjadikan tiga kawasan ini makin terintegrasi, inovatif, inklusif, hijau dan berkelanjutan hingga tahun 2036,” jelas Airlangga Hartarto saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah media, usai memimpin pertemuan tingkat menteri dalam forum IMT-GT, di Batam.

Baca Juga :  Polres Tanjungpinang Tangkap Tujuh Pengedar Sabu dalam Waktu 4 Hari, Begini Kronologi Lengkapnya

Dalam kesempatan ini Menko Perekonomian RI Airlangga Hartarto didampingi Ketua Delegasi Pemerintah Daerah Malaysia dan Deputy Permanent Secretary for Interior Mohamad Shukri Ramli, Ketua Delegasi Pemerintah Daerah Thailand Pornpoth Penpas dan Gubernur Kepri Ansar Ahmad.

Seperti yang dijelaskan Menko Airlangga, hasil dari pertemuan forum IMT-GT, ketiga negara saling menyepakati untuk terus meningkatkan pertumbuhman ekonomi dan investasi. Salah satunya sektor pariwisata dengan memperkuat peran Indonesia di Selat Malaka. Dan ini akan menguntungkan sekali, karena sektor ini menjadi andalan dalam forum ini.

“Selain sektor pariwisata, pertemuan tingkat menteri tadi, juga menyepakati komitmen kita semua, untuk makin agresif, sesuai dengan blue ekonomi dan juga green growth atau pertumbuhan hijau, untuk terus meningkatkan hilirisasi utama karet dan juga sawit,” ujar Airlangga Hartarto.

Baca Juga :  Aparatur Desa Se-Kuansing Diberi Penataran Perencanaan Keuangan di Hotel

Apalagi, lanjut Airlangga, di tiga negara ini pula menjadi produsen penghasil karet dan sawit. Dimana potensinya masih sangat besar.

“Tidak itu saja, sektor ekonomi berbasis digital, industri produk, industri halal dan kawasan ekonomi khusus, juga menjadi bagian yang mendapat perhatian untuk terus ditingkatkan oleh anggota IMT- GT. Termasuk tentunya, perdagangan lintas batas,” ujar Airlangga.

Adapun Deputy Permanent Secretary for Interior Mohamad Shukri Ramli mengatakan, kalau kerjasama dalam IMT- GT kali ini, menjadi kerjasama yang sangat penting, untuk membina satu kesatuan ekonomi dan masyarakat. Apalagi saat ini kita dihadapkan pada tantangan ekonomi global.

Baca Juga :  Instruksi Mendagri Nomor 9/2021, Kepri Tak Masuk Pelaksanaan PPKM Mikro di Indonesia

“Karena dengan adanya kesamaan kebijakan dan tujuan dan dalam kerjasama ekonomi sesama anggota IMT – GT, maka akan makin menguatkan kita semua, dalam menghadapi setiap tantangan ekonomi pada masa- masa mendatang,” jelas Mohammad Shukri Ramli.

Acara ini diawali dengan sesi foto bersama seluruh menteri dan delegasi peserta IMT-GT. Termasuk perwakilan Asian Development Bank (ADB), Perwakilan ASEAN Secretariat, Perwakilan JBC, Perwakilan UNINET dan Centre of IMT-GT (CIMT) selaku sekretariat Bersama IMT-GT. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *