banner 728x90
Bupati Bintan Roby Kurniawan menandatangani perjanjian kerja sama antara Dinkes, DP3AP2KB dengan lintas agama dalam menekan stunting, disaksikan Wabup Bintan Ahdi Muqsith dan Sekda Bintan Ronny Kartika, Rabu (20/9/2023). F- diskominfo bintan

Roby Kurniawan Optimis Mencapai Target Bintan Zero Stunting

Komentar
X
Bagikan

Bintan, suaraserumpun.com – Bupati Bintan Roby Kurniawan optimis mencapai target Bintan zero stunting. Hal itu disampaikan Roby Kurniawan dalam disemenisasi audit kasus stunting semester I Pemkab Bintan, di aula Kantor Bupati Bintan, pusat pemerintahan Bandar Seri Bentan, Bintan Buyu, Rabu (20/9/2023).

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Bupati Bintan Ahdi Muqsith, Sekda Bintan Ronny Kartika, sejumlah OPD terkait. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Bintan, Aupa Samake menyampaikan, diseminasi audit kasus stunting dilakukan pada kelompok sasaran. Seperti calon pengantin, ibu hamil, ibu nifas, Baduta/Balita.

Baca Juga :  Warga Kuansing Tak Perlu ke Pekanbaru, RSUD Teluk Kuantan Sudah Menyediakan Peralatan Cuci Darah

Audit dilakukan oleh Tim Teknis dan Tim Pakar dalam upaya percepatan penurunan stunting sebagaimana yang telah diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021.

Sebagaimana diketahui dampak jangka pendek dari stunting adalah terganggunya perkembangan otak, kecerdasan serta gangguan pertumbuh fisik hingga metabolisme. Sedangkan dampak jangka panjangnya adalah menurunnya kemampuan perkembamgan kognitif otak anak, sulit belajar, kekebalan tubuh lemah sehingga mudah sakit serta berisiko tinggi munculnya gangguan metabolik yang kemudian tidak memiliki daya saing dalam dunia kerja.

Bupati Bintan Roby Kurniawan mengatakan, Kabupaten Bintan berdasarkan data SSGI, prevalensi stunting turun sebesar 2,2 persen, dari 20 persen menjadi 17,8 persen. Sedangkan data E-PPBGM menjelaskan angka Prevalensi Stunting di Kabupaten Bintan pada tahun 2021 sebesar 5,23 persen menurun sebesar 1,82 persen menjadi 3,46 persen pada tahun 2022.

Baca Juga :  Setelah Abu Bakar Dipecat, Tiga Desa di Bintan Gelar Pilkades Tanggal 23 November 2021

“Untuk data SSGI tersebut merupakan data dari semuanya, yaitu dari ibu yang melahirkan anak stunting dan semua indikator-indikator dihitung yang memang memiliki angka yang besar,” jelas Bupati Bintan.

Sehingga hal tersebut dapat dilakukan dengan cara bergotong royong dan bergerak bersama guna meningkatkan sinergitas untuk pencapaian percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bintan. Pada kesempatan ini juga dilakukan Penandatanganan perjanjanjian kerja sama antara Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan dan DP3AP2KB Kabupaten Bintan beserta sektor lintas agama dalam upaya menekan stunting.

Baca Juga :  Vaksinasi di Kepri Sudah Lebih dari Sejuta Orang

Melalui upaya dan sinergitas ini, Pemerintah Kabupaten Bintan optimis bahwa Bintam Zero Stuntinh bukan lah slogan belaka. Makna Zero Stunting sendiri bukanlah tiada kasus stunting yang terjadi, melainkan tidak ada pertumbuhan kasus baru yang kemudian diiringi penurunan kasus yang telah ada.

“Kita optimis target Bintan zero stunting itu bisa tercapai,” tegas Roby Kurniawan. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *