banner 728x90
Bupati Bintan Roby Kurniawan bersama anggota Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), Senin (27/11/2023). F- diskominfo bintan

Angka Prevalensi Stunting di Bintan Terdata 380 Anak, Berikut Pesan Roby Kurniawan kepada TPPS

Komentar
X
Bagikan

Bintan, suaraserumpun.com – Angka prevalensi stunting di Kabupaten Bintan terdata 380 anak. Berikut pesan Bupati Bintan Roby Kurniawan kepada Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di setiap kecamatan dan kelurahan/desa se-Kabupaten Bintan.

Beberapa pesan kepada TPPS tersebut disampaikan Roby Kurniawan Bupati Bintan pada saat membuka kegiatan Penguatan Kapasitas TPPS kecamatan dan kelurahan/desa, di Aula Kantor Bupati Bintan pusat pemerintahan Bandar Seri Bentan, Senin (27/11/2023).

Bupati Bintan Roby Kurniawan menjelaskan, isu stunting ini bukan permasalahan di saat ini saja. Melainkan isu lanjutan di masa depan bagi generasi penerus jika tidak dilakukan tindakan nyata.

Baca Juga :  'Pebisnis' Prostitusi Anak di Bawah Umur Ditangkap, Polres Bintan Ungkap Tarif Sekali Kencan

Pemerintah sangat serius mengupayakan penurunan stunting. Hal ini dapat dilihat dari Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 dan Peraturan BKKBN Nomor 12 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Sosial Percepatan Penurunan Angka Stunting di Indonesia.

“Presiden menargetkan angka stunting di Indonesia turun ke angka 14 persen di tahun 2024. Itu semua dimulai dari Daerah, bagaimana kita mengatasinya hingga dalam skala nasional pun bisa menurun” sebut Roby Kurniawan.

Roby Kurniawan mengatakan, Pemkab Bintan sangat serius dalam permasalahan stunting, Sebab, stunting akan berpengaruh pada generasi penerus yang nantinya akan meneruskan tongkat estafet pembangunan.

Baca Juga :  Belum Diresmikan, Proyek Pengembangan SPAM di Tokojo Ambruk, Kajari: Tetap Pemeriksaan

“Hari ini kita laksanakan kegiatan penguatan kapasitas. Saya ingin ini bisa meningkatkan dan memperkuat kemampuan TPPS yang ada. Niatkan dari hati dengan semangat dan tekad yang benar,” ucap Roby Kurniawan.

Di Bintan, angka prevalensi stunting hasil Elektronik Percepatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPBGM) pada bulan Februari 2023 sebesar 3,46 persen. Jika dilihat jumlah balita, terjadi penurunan.

“Semula berjumlah 383 anak, kini turun menjadi 380 anak,” demikian Roby Kurniawan. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *