banner 728x90
Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad SH MSi memberikan keterangan pers. F- humas polda kepri

Ternyata Berita Soal Pemanggilan UAS Pascabentrok di Pulau Rempang Tak Betul

Komentar
X
Bagikan

Batam, suaraserumpun.com – Ternyata, berita yang beredar soal pemanggilan Ustaz Abdul Somad (UAS) pascabentrok di Pulau Rempang tak betul alias bohong atau hoaks. Jika tak ingin berurusan dengan hukum, jangan disebarkan berita hoaks tersebut.

Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad SH MSi menegaskan. beredarnya berita di media online yang menyebarkan informasi tentang “Ustaz Abdul Somad Dipanggil Polisi Pasca Bentrok di Rempang”, adalah hoax atau tidak benar (bohong). Untuk itu, kini Polri sedang mengejar pelaku yang menciptakan berita palsu atau berita tak betul tersebut.

Baca Juga :  Dewi Kumalasari Membuka Pelatihan Keluarga Tanggap Bencana Rumah Tangga

“Setelah melakukan konfirmasi kepada Dir Reskrimum Polda Kepri Kombes Pol Adip Rojikan SIK MH, informasi itu tak betul,” ucap Kabidhumas Polda Kepri saat memberikan keterangan resmi, Senin (18/9/2023).

Sebelumnya, informasi tentang “Ustaz Abdul Somad Dipanggil Polisi Pasca Bentrok di Rempang”, beredar pada berita di media online. Kabidhumas mengungkapkan, dirinya juga sudah mendapatkan sejumlah informasi, termasuk dari media, yang memberitakan tentang “Ustaz Abdul Somad dipanggil Polisi Pasca Bentrok di Rempang” tersebut.

“Langkah selanjutnya adalah, dari Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Kepri kemudian didukung dengan seluruh tim kekuatan multimedia Polri akan melakukan pencarian pelaku,” tegas Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad SH MSi.

Baca Juga :  Harga Beras Naik, Pemprov Kepri Buka Pasar Murah Bersubsidi di Tanjungpinang

Pihak yang mengunggah, mengedarkan informasi palsu tersebut, lanjut Kabidhumas Polda Kepri, harus bertanggung jawab atas perbuatanya. Guna mencegah penyebarluasan secara masif, Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad SH MSi mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak menyebarkannya.

“Saya minta ke seluruh masyarakat yang menerima atau mendapatkan berita bohong itu, jangan disebarkan. Karena, sistem keamanan Polri sudah berjalan. Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat jangan terpancing oleh berita yang belum tentu kebenarannya,” harapnya.

“Selalu lakukan saring sebelum sharing ketika memperoleh dan ingin membagikan suatu berita atau informasi, hindari konflik dan provokasi yang dapat merusak persatuan dan keamanan. Jangan ragu untuk melaporkan segala aktivitas mencurigakan yang dapat mengancam Kamtibmas,” tutupnya. (yen)

Baca Juga :  Presiden Jokowi Melantik Menteri Investasi/Kepala BKPM, Mendikbudristek, dan Kepala BRIN

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *