Beranda All News Tragedi Kanjuruhan Jadi Terbesar Kedua di Dunia, Berikut Pernyataan Lengkap Presiden RI...

Tragedi Kanjuruhan Jadi Terbesar Kedua di Dunia, Berikut Pernyataan Lengkap Presiden RI Jokowi

0
Presiden RI Joko Widodo menyampaikan pernyataan resmi atas tragedi sepak bola Indonesia di stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, saat laga Arema FC vs Persebaya. F- Istimewa/[email protected]

Tanjungpinang, suaraserumpun.com – Sepak bola Indonesia menjadi sorotan dunia. Tragedi kerusuhan sepak bola di stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam, menjadi terbesar kedua di dunia. Berikut pernyataan lengkap Presiden RI Joko Widodo.

Pertandingan lanjutan Liga Indonesia di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam WIB, Arema FC vs Persebaya berakhir dengan skor 2-3. Kekalahan Arema FC membikin suporter masuk ke lapangan, ada respons dari pihak keamanan yang melepaskan tembakan gas air mata. Suasana menjadi panik. Hingga Minggu (2/10/2022) siang, dilaporkan 130 orang suporter meninggal dunia.

Minggu (2/10/2022) siang, Presiden Joko Widodo menyampaikan pernyataan resmi melalui sejumlah akun. Ada 129 korban jiwa yang yang disebut Jokowi, saat dalam memberi keterangan tersebut. Tragedi Kanjuruhan merupakan bencana sepak bola terbesar kedua di dunia.

Kerusuhan sepakbola dengan jumlah korban jiwa terbesar terjadi pada 24 Mei 1964. Kisah pilu itu terjadi di Estadio Nacional, Lima, Peru. Kejadian itu memakan korban jiwa 328 orang.

Kerusakan yang terjadi pada tragedi sepak bola di stadion Kanjuruhan, Jawa Timur yang menjadi terbesar kedua di dunia. F- Istimewa/[email protected]

Pada saat memberikan keterangan, Presiden RI Joko Widodo menyatakan, tak boleh ada kejadian serupa lagi pada masa mendatang. Jokowi mengungkapkan pernyataan resmi tersebutr di Istana Bogor, Jawa Barat.

“Saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya 129 orang, saudara-saudara kita di tragedi sepakbola di Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur,” kata Jokowi dalam akun [email protected], Minggu (2/10/2022) siang tadi.

“Saya telah meminta Menteri Kesehatan dan Gubernur Jawa Timur untuk memonitor khusus layanan medis bagi korban yang sedang di rumah sakit agar segera mendapatkan pelayanan terbaik.”

Baca Juga :  Tim Pengabdian Kukerta Unri Beri Pelatihan Fitur Google untuk Guru MIS Miftahul Ulum Kawal

“Saya juga telah memerintahkan kepada Menpora, Kapolri, dan Ketua umum PSSI untuk melakukan evaluasi menyeluruh tentang pelaksanaan pertandingan sepakbola dan juga prosedur pengamanan penyelenggaraanya.”

“Khusus kepada Kapolri, saya minta melakukan investigasi dan mengusut tuntas kasus ini.”

“Untuk itu, saya juga memerintahkan PSSI untuk menghentikan sementara Liga 1 sampai evaluasi dan perbaikan prosedur pengamanan dilakukan.”

“Saya menyesalkan terjadinya tragedi ini. Dan saya berharap ini tragedi terakhir sepakbola di tanah air. Jangan sampai ada lagi tragedi kemanusiaan seperti ini di masa yang akan datang.”

“Sporivitas rasa kemanusiaan dan rasa persaudaraan bangsa Indonesia harus terus kita jaga bersama,” demikian pernyataan Presiden RI Jokowi.

Suasana saat suporter memasuki lapangan pada tragedi sepak bola di Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam. F- Istimewa

PSSI Minta Maaf
Atas tragedi di stadion Kanjuruhan, Malang ini, Ketua Umum PSSI Mochama Iriawan pun menyampaikan pernyataan dan permintaan maaf.

“Saya beserta PSSI meminta maaf kepada korban dan sangat menyesalkan insiden ini bisa terjadi. Saya dan tim PSSI sedang menuju ke Malang untuk menemukan gambaran utuh terkait insiden ini,” katanya dalam akun Instagram resminya, Minggu (2/10/2022).

“Turut berdukacita yang mendalam atas insiden yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang. Semoga almarhum dan almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi-Nya,” kata Iwan Bule menambahkan.

Informasi terkini, tragedi Kanjuruhan sudah mencatat 130 korban dinyatakan meninggal dunia. Dan 20 orang masih dalam kondisi kritis.

Kadinkes Kabupaten Malang, Wiyanto Widodo dalam wawancara dengan CNN Indonesia mengungkapkan jumlah korban terbaru Tragedi Kanjuruhan. Kini, 130 orang dinyatakan meninggal dunia.

Baca Juga :  Big Match Liga Champions Pekan Ini: Munchen Vs Barcelona, Liverpool Vs Ajax

“Meninggal dunia terakhir 130 orang per pukul 08.32 WIB. Kondisi kritis, kini, sekitar 20-an orang. Luka ringan dan berat, 191. Luka-lukanya yakni memar, patah tulang beberapa, sesak nafas yang agak banyak,” sebut Wiyanto.

Belangsungkawa untuk Tragedi Kanjuruhan
Sejumlah pimpinan negara di dunia pun menyampaikan belasungkawa, atas tragedi sepak bola Tanah Air Indonesia. Tragedi Kanjuruhan mendapatkan perhatian Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Owen Jenkins. Dia mengucap duka cita.

PSSI dan sejumlah pihak berbelasungkawa atas tragedi sepak bola Indonesia di stadion Kanjuruhan, saat laga Arema FC vs Persebaya di lanjutan Liga 1 Indonesia, Sabtu (1/10/2022) malam. F- Istimewa/pssi

“Turut berduka cita atas jatuhnya korban jiwa dalam insiden yang terjadi di pertandingan sepakbola di Malang. Doa kami menyertai keluarga para korban,” kata Jenkins di akun Twitter @dubesInggris.

Federasi sepakbola Malaysia (FAM) ikut berduka untuk tragedi Kanjuruhan.

“FAM menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang tewas dalam tragedi kerusuhan penonton usai pertandingan Liga 1 Indonesia antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Indonesia, tadi malam,” buni pernyataan FAM di media sosial.

Selain itu, manajemen Arema FC sudah membuat pernyataan terkait tragedi di Stadion Kanjuruhan. Mereka meminta maaf dan siap ikut tanggung jawab dengan apa yang sudah terjadi.

“Arema FC menyampaikan duka mendalam atas musibah di Kanjuruhan. Manajemen Arema FC turut bertanggung jawab untuk penanganan korban baik yang telah meninggal dunia dan yang luka-luka,” ungkap Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris.

“Manajemen juga akan membentuk crisis center atau posko informasi yang menghimpun dan menerima laporan untuk penanganan korban yang dirawat di rumah sakit,” tambah Haris.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Bakal Menanam Mangrove di Kepri dan Riau, Cek Agenda Lengkapnya

Kemudian, keprihatinan terhadap sepak bola Indonesia juga disampaikan oleh Presiden AFC. Presiden konfederasi sepakbola Asia (AFC), Shaikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa, sedih dan prihatin terjadinya Tragedi Kanjuruhan. Dia juga mengucap belasungkawa untuk para korban.

“Saya sangat terkejut dan sedih mendengar berita tragis seperti ini datang dari negara yang mencintai sepakbola, Indonesia dan atas nama AFC dan sepakbola keluarga sepakbola asia, saya mengirimkan rasa belasungkawa kepada keluarga dan teman dari para korban, selain itu kami mengharapkan para suporter yang cedera bisa pulih dengan cepat atas insiden itu dan memberi dukungan ke PSSI dan klub,” kata Shaikh Salman dalam situs AFC.

Mahfud MD: Bukan Kerusuhan Suporter!
Menkopolhukam Mahfud MD menegaskan, bahwa tragedi Kanjuruhan bukan bentrok antarsuporter.

“Perlu saya tegaskan bahwa tragedi Kanjuruhan itu bukan bentrok antarsuporter Persebaya dgn Arema. Sebab pada pertandingan itu suporter Persebaya tidak boleh ikut menonton. Suporter di lapangan hanya dari Arema. Oleh sebab itu para korban pada umumnya meninggal karena desak-desakan, saling himpit, dan terinjak-injak, serta sesak nafas. Tak ada korban pemukulan atau penganiayaan antarsuporter,” kata Mahfud dalam akun Instagramnya.

Zainuddin Amali Menpora RI memberikan tanggapan atas tragedi sepak bola di Kanjuruhan. F- istimewa/bolalobfootball

Pada kesempatan lain, Menpora RI Zainuddin Amali berharap, dari tragedi Kanjuruhan ini, Indonesia tidak terkena sanksi FIFA. Mengingat tahun depan Indonesia akan menyelenggarakan FIFA World Cup U-20 tahun 2023. (yen)

Editor: Sigik RS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here