Beranda All News Gubernur Kepri Mengkhawatirkan Vaksinasi Gotong Royong, Biayanya Tak Sedikit

Gubernur Kepri Mengkhawatirkan Vaksinasi Gotong Royong, Biayanya Tak Sedikit

0
Gubernur Kepri Ansar Ahmad memimpin rapat koordinasi percepatan vaksinasi pekerja dan menyinggung vaksin gotong royong.

KEPULAUANRIAU (suaraserumpun) – Gubernur Kepri H Ansar Ahmad mengkhawatirkan, jika perusahaan harus menggunakan vaksinasi gotong royong bagi pekerjanya. Karena, biayanya tak sedikit.

Justru itu, Gubernur Kepri meminta dukungan dan kerja sama kepada para pimpinan asosiasi perusahaan dan pimpinan perusahaan, untuk menyukseskan capaian target vaksinasi 50 persen, di akhir Juni. Kekhawatiran Gubernur Kepri adalah, jika tidak mencapai target, perusahaan harus ikut vaksinasi gotong royong, yang biayanya tidak sedikit.

“Padahal kita sudah mendapat izin untuk vaksinasi pekerja perusahaan dan industri memakai vaksinasi umum. Kita mendapat target khusus. Karena kita juga mendapat perlakuan khusus,” kata Gubernur Ansar saat memimpin rapat koordinasi percepatan vaksinasi Covid-19 bagi pekerja industri di Rupatama Lt 4 Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Selasa (22/6/2021).

Baca Juga :  Mendagri Menegur Soal Insentif Daerah untuk Tenaga Kesehatan, Begini Penjelasan Pemprov Kepri

Menurut Ansar Ahmad, Provinsi Kepri termasuk yang mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat. Hal ini karena pertumbuhan ekonomi Kepri masih tertekan kuat terutama di sektor pariwisata.

“Kita diberikan tugas untuk mempercepat kegiatan vaksinasi. Demi mendukung persiapan dibukanya travel bubble. Jika target tercapai, di bulan Juli pemerintah pusat akan mendeklarasikan bahwa kunjungan wisata dan bisnis ke Kepri adalah kunjungan yang sehat dan aman,” ujar Gubernur Kepri.

Ansar Ahmad mengatakan, salah satu tugasnya sebagai gubernur dalam hal vaksinasi adalah memastikan ketersediaan vaksin. Sedangkan yang melaksanakan tugas vaksinasi adalah masing-masing pemerintah kabupaten dan kota.

Baca Juga :  6-17 Mei, Feri Dumai Express Tak Melayani Rute Kepri-Riau

“Terakhir kita mendapat tambahan vaksin AstraZeneca yang tidak terpakai dari Sulawesi Utara, sebanyak 6 ribu vial, untuk 60 ribu sasaran vaksinasi,” sebutnya.

Untuk itu, dalam sehari, Gubernur Kepri berharap, ada 30 perusahaan yang ikut vaksinasi. Masing-masing mengirimkan 500 orang. Sehingga mendapat angka 15 ribu orang pekerja, ditambah vaksinasi masyarakat umum. Sehingga target 16 ribu orang per hari sampai akhir Juni, di Batam akan tercapai.

Gubernur Kepri yakin, khusus di Tanjungpinang, Bintan dan Karimun hanya tinggal pemantapan.

“Yang perlu jadi fokus adalah Batam. Karena perusahaannya banyak, dan capaian vaksinasi belum maksimal,” ucap Ansar Ahmad.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kepri Mangara Simarmata menambahkan, dari sasaran 204.752 orang pekerja di Batam, Bintan, Karimun, dan Tanjungpinang, yang telah terdata sebanyak 159.000 orang.

Baca Juga :  Sebelum HUT Bhayangkara, Bambang Sugihartono dan Polisi Mendonorkan Darah ke PMI

“Sampai 21 Juni 2021, capaian vaksinasi sebanyak 56.024 orang atau 27,36 persen. Maka perlu kita susun bersama simulasi target vaksinasi harian sampai akhir juni untuk mencapai target,” papar Mangara.

Hadir dalam rapat melalui video conference tersebut Kapolda Kepri Irjen Pol Aris Budiman. Perwakilan Danrem, Sekda Batam Jefridin, para pimpinan asosiasi perusahaan, para pimpinan perusahaan dan Kadisnaker kabupaten/kota. Gubernur Kepri didampingi Sekdaprov H TS Arif Fadilah, Asisten III Muhammad Hasbi, Kadis Kesehatan M Bisri, Kadis Naker Mangara Simarmata, Karo Pembangunan Aries Fhariandi, dan Kaban Kesbangpol Lamidi. (SS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here