Beranda All News Peranan Penting Orang Tua dalam Memberikan Edukasi Seks pada Anak

Peranan Penting Orang Tua dalam Memberikan Edukasi Seks pada Anak

0
Anggi Safitri.

Oleh: Anggi Safitri (Alumni Universitas Maritim Raja Ali Haji Kepri)

EDUKASI seks bagi anak bukanlah suatu hal yang tabu untuk diperbincangkan. Karena banyak sekali kasus pelecehan seksual yang terus bergulir. Lalu yang kerap menjadi korban adalah anak. Buas nafsu dari pelaku seolah-olah tidak dapat dibendung. Oleh karenanya memberikan pemahaman dan pendidikan seks bagi anak itu sangat penting.

Di Indonesia berdasarkan data dari system informasi PPPA Tahun 2020 tercatat ada 4116 yang menjadi korban kekerasan pada anak diantaranya ada 3.296 anak perempuan dan ada 1.319 anak laki-laki yang menjadi korban kekerasan.

Dari berbagai klaster kekerasan pada anak yang paling tinggi adalah klaster pelecehan seksual tercatat ada 2.556 kasus anak yang mengalami kekerasan seksual dan itu merupakan angka yang sangat fantastis.

Di Kepulauan Riau sendiri berdasarkan informasi dari Web Dinas P3AP2KB ada 32 persen dari jumlah anak di Kepulauan Riau pernah mengalami kekerasan seksual. Tercatat sepanjang Tahun 2020 ada 242 kasus kekerasan pada anak. Ada beberapa kasus pelecehan seksual pada anak yang sudah penulis rangkum sepanjang tahun 2021 dari beberapa media kasus pelecehan seksual yang terjadi di Batam. Seperti yang terbitkan oleh media online dengan judul berita “Dua pemuda di Batam Cabuli anak 15 tahun hingga 16 kali”.

Dan di Tanjungpinang “Oknum Lurah lecehkan gadis usia 13 tahun”. Dan itu bagi penulis adalah suatu masalah yang kerap membuat geram ketika berita itu beredar. Sebenarnya masih banyak lagi beberapa kasus pelecehan pada anak yang belum terungkap. Karena beberapa korban masih takut untuk melaporkannya.

Baca Juga :  Baru Terungkap, Ada Ayah Tiri Memperkosa Anak Selama Empat Tahun

Dari beberapa data dan kasus yang sudah penulis tulis, penulis berpendapat pendidikan seks bagi anak sangat penting. Untuk memberikan pendidikan, pemahaman, dan pengetahuan bagi anak agar masalah kekerasan seksual pada anak dapat dihindari.

Banyak orang tua yang beranggapan pendidikan seksual adalah hal yang tabu untuk dibicarakan sebelum anaknya dewasa. Bagi penulis pemikiran tersebut adalah pemikiran yang salah. Mengapa demikian karena rasa keingintahuan pada usia anak itu sangatlah tinggi. Contoh kecil pertanyaan yang sering keluar secara sepontan dari anak adalah “adek bayi datang dari mana?”.

Pertanyaan demikian kerap membuat orang tua menjadi risih untuk menjawab. Sehingga anak mencari tahu sendiri jawabannya dan itu sangat berbahaya.

Yang paling berperan penting dalam hal memberikan edukasi seks pada anak adalah orang tua. Karena orang tua merupakan orang yang paling terdekat. Dan jangan sampai anak terlanjur mendapatkan informasi yang kurang tepat seputar seks dari sumber yang tidak dipercaya. Seperti dari teman atau dari internet, dan itu dapat memberikan dampak buruk bagi pengetahuan anak.

Tujuan dari memberikan edukasi seks pada anak itu dimulai dari memperkenalkan bagian-bagian tubuh. Dimulai dari organ luar seperti tangan, kaki, hidung dan lain-lain dan juga organ dalam tubuh seperti jantung, hati, alat reproduksi.

Baca Juga :  KPU Bintan Audensi dengan Disdik Kepri buat Pemetaan Pemilih Pemula di Pemilu Serentak 2024

Sejak dini anak sudah harus tau terkait bagian-bagian tubuh. Anak juga harus diberikan pengetahuan tentang jenis area-area sensitive yang harus dilindungi. Lalu ketika anak sudah masuk usia remaja, anak juga harus diberikan pengetahuan tentang masa pubertas dan masa menstruasi. Sehingga nantinya anak tidak akan kaget tentang hal tersebut. Anak juga harus diajarkan cara kebersihan diri dan bagaimana caranya survive atau cara melindungi diri dari perilaku menyimpangan masyarakat.

Pendidikan seks ini bukan hanya mempelajari tentang aspek biologis atau sosial saja. Namun juga menyangkut masalah psikologis, budaya, moral, etika dan hukum bagi anak.

Tujuan lainnya dalam memberikan edukasi seks pada anak adalah tidak hanya dapat mencegah dampak buruk dari perilaku seks di usia dini. Namun juga lebih menekankan pada memberikan pengetahuan dan pemahaman terkait dengan informasi yang benar.

Pengetahuan dan pemahaman yang benar tentang seks akan membantu anak dalam hal memiliki rasa tanggung jawab sejak dini. Tanpa pengetahuan yang cukup dengan mudahnya anak akan menjadi korban dari oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Untuk itulah sangat perlu pendidikan seks yang tepat, agar anak memiliki pengetahuan yang memadai.

Pendidikan seks utama yang harus orang tua tanamkan pada anak adalah menumbuhkan rasa malu. Sehingga anak akan tahu batasan-batasannya dengan orang lain. Contoh kecil dalam menumbuhkan rasa malu pada anak adalah, seperti selesai mandi tidak boleh berkeliaran dalam keadaan telanjang. Anak harus diajari bahwa yang boleh membuka bajunya adalah ibu, dan tidak boleh dicium oleh sembarangan orang.

Baca Juga :  101 Anak Bintan Lulus Administrasi Penerimaan Anggota Polri TA 2021

Yang kedua adalah membangun rasa kepercayaan anak kepada orang tua. Sehingga anak tidak akan mencari tahu informasi seputar seks di luar kawalan orang tua. Selain itu orang tua juga dapat mengontrol dan menangkal efek buruk dari perilaku anak, media sosial dan juga lingkungan bagi anak. Sehingga anak menjadi akan menjadi paham area-area sensitive yang harus dijaga, dan efek buruk yang akan dialaminya.

Anak merupakan generasi penerus bangsa, masa depan bangsa tergantung dari anak-anak sekarang. Sehingga sangat penting pendidikan, pembinaan dan perlindungan anak supaya anak selalu sehat dan sejahtera. Baik secara fisiknya, emosialnya, sosialnya, pengetahuannya, dan juga seksualnya.

Tanggung jawab orang tua tidak hanya sebatas pada kebutuhan materi saja. Melainkan pada seluruh aspek kehidupan anak. Termasuk di dalamnya memberikan edukasi terkait seks. Di mana pemahaman dan pemilihan metode edukasi seksual yang tepat akan mengantarkan anak menjadi insan yang bertanggung jawab dan mampu menjaga dirinya. Sehingga anak akan sadar dampak buruk yang akan dialaminya dari perilaku yang menyimpang, serta memiliki pegangan agama yang baik. (***suaraserumpun.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here