banner 728x90
Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyaksikan Ketua TP-PKK Kepri Hj Dewi Kumalasari menyerahkan penghargaan- pemenang lomba pada penutupan KURMA 2024. F- diskominfo kepri

Ansar Ahmad Menutup KURMA 2024, BI: Nilai Transaksi Melebihi Rp1 Miliar

Komentar
X
Bagikan

Tanjungpinang, suaraserumpun.com – Gubernur Kepulauan Riau H Ansar Ahmad selaku Ketua Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Kepri secara resmi menutup Kepulauan Riau Ramadhan Fair (Kurma) 2024 di Tugu Sirih Tanjungpinang, Alun-alun Gurindam 12, Tepi Laut, Kota Tanjungpinang, Minggu (24/3/2024) petang. Dari catatan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri, nilai transaksi selama penyelenggaraan KURMA 2024 ini, melebihi Rp1 miliar.

Pemprov Kepri pun mengapresiasi peran Bank Indonesia Perwakilan Kepri atas terselenggara kegiatan KURMA 2024. KURMA 2024 yang digelar selama 10 hari dari tanggal 15 hingga 24 Maret sebelumnya dibuka oleh Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin. Kegiatan ini merupakan langkah strategis bagi percepatan ekonomi dan keuangan syariah di Kepulauan Riau. Acara ini menjadi sarana bagi pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat untuk berkolaborasi menguatkan ekosistem syariah yang unggul dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Wawan Yulianto Pejabat 'Tertinggi' di BPKP Kepri, Ansar yang Melantik

Pada penutupan KURMA 2024 ini, Gubernur Kepri Ansar Ahmad memberikan hadiah kepada peserta berbagai perlombaan dalam memeriahkan KURMA 2024. Di antaranya lomba Dai cilik, Adzan, Berbalas pantun, Nasyid, karya kreatif siswa, stand up comedi dan perlombaan lainnya.

Kepada Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kepri, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyampaikan apresiasi. Karena telah menginisiasi acara Kepri Ramadan Fair 2024 ini. Kegiatan ini juga mendapatkan pujian khusus dari Wapres RI KH Ma’ruf Amin.

“Kita diminta oleh Wapres untuk terus menggesa program ekonomi syariah ini. Oleh karena itu sebagai bagian dari Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah, di daerah kita berkomitmen untuk bekerja sama-sama, bekerja keras agar ekonomi syariah ini tumbuh dan berkembang. Baik itu lembaga-lembaga keuangan syariah, kemudian produk-produk halal,” ungkapnya.

Produk halal, ungkap Gubernur Kepri, merupakan produk yang populer bukan hanya di Negara Islam saja. Tapi justru juga di negara-negara non muslim sangat cukup berkembang dan populer. Karena biasanya halal itu identik dengan bersih dan sehat.

Baca Juga :  Polres Bintan Bikin MoU tentang Pengamanan dengan Sejumlah Perbankan

“Maka sebenarnya ini peluang besar untuk Indonesia dan Kepri menjadikan negeri ini sebagai pusat produk halal dunia. Untuk membangun semangat ini, maka program ini dilaksanakan, bekerja sama dengan pemerintah provinsi karena ketua KDEKS-nya adalah gubernur, kemudian dengan pemerintah kota, BUMD, bank-bank yang ada, dan semua stakeholder terutama pelaku IKM dan UMKM di Kepri ini untuk menggarap potensi ini,” jelasnya.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad berharap untuk kegiatan Kepri Ramadhan Fair ini bisa diselenggarakan setiap tahunnya, Tidak hanya di ibu kota provinsi. Namun secara bergiliran di kabupaten/kota lainnya di Provinsi Kepri.

“Maka program-program yang berorientasi pada perbaikan ekonomi masyarakat harus kita programkan bersama-sama. Kemarin saya membuka bazar di Pamedan. Begitu antusiasnya dan ramainya masyarakat di sana. Mudah-mudahan semarak kegiatan seperti ini bisa membangun ekonomi Kepri ke depan menjadi lebih baik,” ucapnya.

Baca Juga :  Hibah dari Pemprov Kepri Rp4 Miliar, Renovasi RSAL dr Midiyato Suratani Selesai

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kepri yang juga Ketua Eksekutif KDEKS Provinsi Kepri, Suryono dalam laporannya menyampaikan, selama hampir 10 hari pelaksanaan yang diikuti oleh 145 pelaku usaha. Diperkirakan nilai transaksi penjualan dalam bazar melebihi dari Rp1 miliar.

“Tentunya kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Bapak Gubernur beserta jajarannya, serta semua pihak yang terlibat dalam rangkaian kekuatan Kurma 2024. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi salah satu ikhtiar kita dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di Provinsi Kepri. Lebih luas lagi kami berharap melalui kolaborasi di dalam KDEKS dapat mewujudkan ekonomi Kepri yang kuat, inklusif dan barokah,” tutupnya. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *