banner 728x90
Mario Abdillah Khair Komisioner KPID Riau menjadi narasumber dalam Coffee Morning bersama wartawan perwakilan media massa Sahabat Bawaslu Riau, Selasa (23/1/2024). F- wahyu/suaraserumpun.com

Terbanyak di Indonesia, 5.640 Media Massa di Riau Memiliki Peran Strategis Menangkal Hoaks Selama Pemilu

Komentar
X
Bagikan

Pekanbaru, suaraserumpun.com – Jumlah perusahaan media pers di Provinsi Riau terbanyak di Indonesia. Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Daerah Riau Mario Abdillah Khair mengatakan, pers dari 5.640 media massa memiliki peran strategis untuk menangkal informasi bohong (hoaks) selama Pemilu 2024.

Pernyataan itu disampaikan Mario tatkala menjadi narasumber dalam Coffee Morning bersama Wartawan Sahabat Bawaslu Riau, Selasa (23/1/2024) di salah satu hotel di Pekanbaru.

Mario menjelaskan, pertumbuhan industri pers di Riau tertinggi atau terbanyak di Indonesia, dengan jumlah 12 persen pada tahun 2023 atau sebanyak 5.640 perusahaan pers.

Data itu dikutipnya dari pernyataan Anggota Dewan Pers Sapto Anggoro saat menjadi pembicara di Konvensi Nasional Media Massa dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2023 di Medan.

Baca Juga :  2024, Belanja Daerah pada APBD Kepri Mencapai Rp4,464 Triliun

“Jika rekan-rekan redaksi di lebih 5.000 media massa di Riau ini memproduksi karya jurnalistik yang sesuai Kode Etik dan Undang Undang Pers, maka secara otomatis bisa menangkal informasi bohong atau hoks,” kata Mario yang juga Anggota Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau periode 2023-2028.

Pada bagian lain paparannya, Mario mengajak jajaran media massa baik elektronik, cetak, dan online/siber untuk memberikan peran terbaik dalam rangka menyukseskan Pemilu 2024, dengan menampilkan produk jurnalistik terbaik.

”Semua instrumen harus bergandengan tangan supaya harapan-harapan agar pemilu berlangsung damai, jujur, dan berkualitas, dapat terwujud,” ujar pria yang pernah menjabat Sekretaris PWI RIau periode 2008-2012.

Baca Juga :  Asprov PSSI Kepri Bahas Liga 3 di Kongres Biasa 2021

Pada kesempatan itu, selain berbagi kabar tentang kondisi pers terkini di Tanah Air, Mario juga menyampaikan informasi terkait penyiaran. Mulai dari tujuan, fungsi, dan arah penyiaran sebagaimana tercantum dalam UU Nomor 32 tahun 2002 tentang Penyiaran.

Tak lupa, dia mengemukakan konten apa saja yang wajib dan dilarang disiarkan oleh lembaga penyiaran (televisi & radio), apa perbedaan lembaga penyiaran dengan lembaga sosial, serta tren saat ini yaitu kecenderungan lembaga penyiaran sering mengutip sumber informasi yang sedang viral dari media sosial.

Dua pembicara lain dalam diskusi bertajuk ”Efektivitas Publikasi dan Pemberitaan Menangkal Informasi Hoax Selama Tahapan Kampanye Pemilu 2024” itu, yakni Amiruddin Sijaya Komisioner Bawaslu Riau dan Dr Hasanuddin Akademisi Universitas Riau.

Baca Juga :  Ribuan Warga Menghadiri Cap Go Meh 2023, Bupati: Momentum Karimun Bangkit dari Keterpurukan

Sebelumnya, dalam pengantar sebelum membuka diskusi, Ketua Bawaslu Riau Alnofrizal mengajak wartawan meningkatkan sinergi untuk menangkal berita hoaks menjelang Pemilu 2024.

”Bawaslu Provinsi Riau mengajak media massa dan wartawan turut bersinergi membantu Bawaslu dalam mencegah hoaks dan meningkatkan publikasi terkait tahapan Pemilu 2024,” ujarnya.

Turut hadir dalam diskusi antara lain Komisioner Bawaslu Riau Patminah Nularna dan Komisioner KPI Daerah Riau sekaligus Ketua Pokja Pengawasan Iklan Kampanye dan Berita Pemilu 2024, Warsito. (wahyu)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *