banner 728x90
Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Pj Wali Kota Tanjungpinang serta Forkopimda meresmikan kegiatan penataan kawasan Kota Lama Jalan Merdeka menuju Teuku Umar, akhir tahun 2023, baru-baru ini. F- diskominfo kepri

Pemprov Kepri Menghentikan Sementara Revitalisasi Kawasan Kota Lama Tanjungpinang, Ansar Ahmad: Hanya Penataan Kabel

Komentar
X
Bagikan

Tanjungpinang, suaraserumpun.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri menghentikan sementara revitalisasi kawasan Kota Lama, Tanjungpinang. Karena keterbatasan dana. Sebab, APBD Kepri difokuskan pada pelaksanaan Pemilu serentak 2024. Baik untuk Pilpres, Pileg, dan Pilkada.

Namun demikian, Gubernur Kepri H Ansar Ahmad menyatakan, revitalisasi hanya difokuskan pada penataan kabel di wilayah kawasan Kota Lama Tanjungpinang.

Hal ini disampaikan Gubernur Kepri Ansar Ahmad ketika meresmikan penataan kawasan Kota Lama di Jalan Merdeka dan Teuku Umar, baru-baru ini. Hal tersebut ditegaskan lagi oleh Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Rabu (3/1/2024). Menurut gubernur, penataan masih tetap dilakukan. Meski terbatas pada penataan kabel, yang dianggap mengganggu estetika kota.

Baca Juga :  PLN Batam dan Panbil Industrial Estate Tandatangani MoU Pembangunan PLTU Biomassa

Penataan kabel dimaksud berada di sejumlah jalan utama di kawasan Kota Lama. Yakni mulai dari Jalan Teuku Umar, Jalan Merdeka, hingga Gedung Daerah.

“Di tahun 2024 ini kabel-kabel yang ada di Jalan Teuku Umar dan Jalan Merdeka ujung hingga Gedung Daerah, kita turunkan. Keterbatasan penataan kabel ini mengingat biaya menurunkan kabel yang tidak murah,” sebut Ansar Ahmad.

Selain anggaran yang tersedot untuk pelaksanaan Pilpres, Pileg dan Pilkada, APBD Kepri juga menurut Gubernur Kepri Ansar Ahmad terpengaruh oleh turunnya dana bagi hasil (DBH) akibat fluktuasi harga minyak dunia.

Baca Juga :  Ditjen Keuda Kemendagri Berikan 19.425 Sertifikat dan Literasi Keuangan Daerah

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyebutkan, dirinya memiliki rencana besar dalam menata wajah Kota Tanjungpinang agar lebih menarik dan dapat menarik kunjungan wisatawan.

Selain penataan Akau Potong Lembu, Jalan Merdeka, Jalan Teuku Umar, Kawasan Gurindam 12 dan Pulau Penyengat yang telah dilaksanakan dalam beberapa tahun terakhir masa kepemimpinannya bersama Wagub Marlin Agustina, Ansar berkeinginan terus melakukan penataan sejumlah kawasan lainnya.

Yang menjadi target berikutnya adalah kawasan Pelantar 1 dan 2, kemudian Jalan Bintan dan Lorong Bintan yang juga memiliki nilai story yang menarik wisatawan.

Baca Juga :  Polisi Mengamankan Gereja di Bintan, Ini Alasan Kapolres

“Kota Tanjungpinang dengan sejarahnya sebagai ibukota Provinsi Riau, ibukota Kabupaten Kepulauan Riau dan sekarang menjadi ibukota Provinsi Kepulauan Riau, dapat dikatakan merupakan berstatus Kota heritage. Dan seharusnya kota ini ditata menjadi menarik,” demikian dijelaskan Ansar Ahmad Gubernur Kepri. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *