banner 728x90
Ikhsan mewakili manajemen SPBUN 18.291082 Tambelan, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) menerima penghargaan BPH Migas Awards 2023, Jumat (29/12/2023). F- ist

BPH Migas: SPBUN 18.291082 Tambelan (Kepri) Jadi Penyalur BBM Satu Harga Terbaik Nasional 2023

Komentar
X
Bagikan

Bogor, suaraserumpun.com – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menetapkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) 18.291082 di Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) sebagai penyalur BBM Satu Harga terbaik nasional tahun 2023. Pengelola SPBUN 18.291082 Tambelan (Kepri) diberikan penghargaan BPH Migas Awards 2023 di Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/12/2023).

Penyerahan BPH Migas Awards 2023 ini ini menjadi rangkaian Peringatan Hari Jadi ke-21 BPH Migas. Sekaligus bentuk apresiasi kepada kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan badan usaha yang mendukung kebijakan di sektor hilir migas.

Pada acara ini, BPH Migas mengusung tema ‘Menjaga Subsidi, bergeGAS untuk Transisi’ sebagai refleksi semangat BPH Migas dalam menjamin ketersediaan energi yang terjangkau bagi masyarakat, menjaga subsidi BBM tepat sasaran dan tepat volume, sekaligus dukungan atas komitmen Indonesia dalam penyediaan energi bersih melalui peningkatan pemanfaatan gas bumi. Sebanyak 6 kategori penghargaan dan 6 kategori apresiasi diberikan kepada 28 penerima penghargaan.

Kepala BPH Migas Erika Retnowati menyampaikan, selama lebih dari 20 tahun, BPH Migas telah bertumbuh dan bersinergi.

“Seperti peribahasa, perjalanan seribu mil dimulai dengan langkah pertama. Bukan suatu hal yang mudah untuk tetap menjaga eksistensi institusi di tengah dinamika dunia migas yang sangat dinamis,” ujar Erika dalam keterangannya, Sabtu (30/12/2023).

Baca Juga :  Hari Lansia Ke-25, 300-an Nenek dan Kakek di Bintan Dapat Sembako dari Dewi Kumalasari

Pada kesempatan ini, BPH Migas menggelar stakeholders gathering yang membahas isu-isu strategis terkait penyediaan dan pendistribusian BBM maupun gas bumi. Adapun keterjaminan energi tercermin dari 4 indikator ketahanan energi yang menggambarkan sejauh mana energi disediakan secara tepat (Availability), dengan harga yang terjangkau (Affordability), tersedianya akses infrastruktur (Accessibility), serta berwawasan lingkungan dan berkesinambungan (Acceptability).

Dalam rangka mewujudkan pencapaian indikator availability, Erika mengungkapkan pentingnya mewujudkan ketersediaan cadangan operasional BBM yang andal. Hal ini penting untuk menjamin tersedianya BBM di masyarakat secara berkelanjutan.

“Diperlukan manajemen inventory BBM dari sisi badan usaha yang dilaksanakan secara efektif dan efisien dalam penyediaan pasokan BBM dengan pertimbangan cost pelaku usaha, namun dengan tetap menjamin security of supply,” paparnya.

Sementara pada sektor gas bumi, kata Erika, dari forum diskusi disimpulkan bahwa gas bumi menjadi jembatan dalam transisi energi. Dalam hal ini, keberadaan infrastruktur gas bumi eksisting masih dapat dikembangkan secara optimal. Namun, diperlukan kebijakan yang mendukung kepastian alokasi gas bumi bagi pelaku usaha dan keterjaminan pengembalian investasi.

Erika pun menegaskan menjamin keadilan dan ketahanan energi untuk masyarakat bukan hal mudah. Pasalnya, ada banyak kendala yang perlu dihadapi, termasuk kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau yang sulit dijangkau.

Baca Juga :  Gubernur Kepri Minta Dinas Pertanian Buat Analisis Pengembangan Sorgum

Selain itu, belum terkoneksinya infrastruktur pipa gas bumi yang menghubungkan antara supply dan demand, serta belum meratanya lembaga penyalur BBM yang menjangkau masyarakat juga menjadi kendala utama penyediaan energi di Indonesia.

“Hal ini akan lebih sulit tercapai tanpa peran serta kita semua, badan usaha penugasan, kementerian/lembaga, pemerintah daerah beserta jajarannya, maupun lembaga penyalur,” ucapnya.

Dalam acara ini, Erika juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang sudah berupaya optimal bersama-sama mewujudkan keadilan dan ketahanan energi nasional.

“Kategori awards yang kami berikan hanyalah sedikit bentuk apresiasi yang dapat kami berikan, seiring dengan ucapan terima kasih atas segala daya upaya yang telah diberikan dalam bertumbuh dan bersinergi dengan BPH Migas,” ungkap Erika.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif yang hadir secara daring meminta agar prestasi dan apresiasi yang diterima dari BPH Migas dapat mendorong kinerja dan untuk dapat terus berinovasi lebih baik lagi.

“Semoga penghargaan ini dapat memberikan inspirasi bagi stakeholders sektor ESDM, khususnya subsektor hilir migas dalam memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara untuk meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Baca Juga :  Warga Perumahan Tekojo Mengeluh Air Bersih, Roby Kurniawan Menurunkan Enam Mobil Tangki

BPH Migas Awards telah dilaksanakan sejak tahun 2019. Pada tahun 2023, terdapat 6 kategori penghargaan dan 6 apresiasi, terdiri dari badan usaha bidang BBM maupun gas bumi, serta kementerian/lembaga dan pemerintah daerah yang berkontribusi dalam mendistribusikan dan mengawasi ketersediaan energi di wilayahnya.

Untuk kategori Penyalur BBM Satu Harga (JBKP+JBT), SPBUN 18.291082 Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau menjadi terbaik pertama, dan menerima BPH Migas Awards 2023.

Sedangkan peringkat kedua yaitu SPBU 66.757001 dari Provinsi Kalimantan Timur, dan peringkat ketiga SPBKB 30.1.2.019 dari Provinsi Lampung.

Ikhsan mewakili manajemen SPBUN 18.291082 Tambelan (Kepri) menyampaikan sambutan usai menerima penghargaan BPH Migas Awards 2023. F- ist

Ikhsan mewakili manajemen SPBUN 18.291082 Tambelan (Kepri) mengucapkan terima kasih kepada BPH Migas atas penghargaan yang diberikan kepada SPBUN 18.291082 Tambelan. Ikhsan juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran Pemprov Kepri dan Pemkab Bintan yang selalu memberikan motivasi kepada manajemen SPBUN 18.291082 Tambelan.

“Termasuk kepada Pertamina dan BPH Migas, yang selama ini memberikan motivasi kepada kami yang jauh di seberang (daerah kepulauan). Kami bekerja dengan motto walapun jauh tetap di hati. NKRI harga mati,” tutur Ikhsan.

SPBUN 18.291082 Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau menjadi terbaik pertama nasional pada BPH Migas Awards 2023, dari ratusan SPBU Satu Harga di Indonesia. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *