banner 728x90
Personel Polsek Bintan Timur dan tim forensik Polres Bintan serta petugas Puskesmas mengevakuasi jenazah Then Jan Khiong alias A Jan (43) yang meninggal diduga disambar petir di Kampung Batulicin, Bintan Timur, Minggu (22/10/2023). F- polsek bintan timur

Warga Tekojo Ditemukan Meninggal di Dalam Rumah Batulicin, AKP Rugianto: Diduga Disambar Petir

Komentar
X
Bagikan

Bintan, suaraserumpun.com – Then Jan Khiong alias A Jan (43) warga Perumnas Tekojo RT001/RW013 Kelurahan Kijang Kota, ditemukan meninggal dunia di dalam rumah di RT004/RW004 Kampung Batulicin, Kelurahan Gunung Lengkuas, Bintan Timur, Minggu (22/10/2023) siang. Kapolsek Bintan Timur AKP Rugianto menyatakan, diduga korban meninggal dunia karena disambar petir.

Then Jan Khiong alias A Jan ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya, berawal ketika Hairil Anuar datang ke rumah korban, untuk memastikan apakah di rumah korban listrik PLN mati, akibat adanya petir kuat yang terjadi pada pukul 14.00 wib, Minggu (22/10/2023) siang. Ketika tiba di rumah korban, Hairil Anuar melihat pintu rumah korban dalam keadaan tertutup. Hairil Anuar mencari korban di sekeliling rumah korban, namun tidak menemui korban.

Kemudian Hairil Anuar berinisiatif untuk membuka pintu rumah korban, dan melihat korban sudah terbaring dengan posisi telungkup di meja dekat dapur rumah korban. Hairil Anuar menelepon Kok Seng warga Wacopek selaku pemilik kebun untuk melaporkan kejadian tersebut.

Baca Juga :  Bulan Bakti Pramuka 2023, Kwarda Kepri Tanam 750 Bibit Pohon

Mendapat informasi tersebut, Kok Seng menghubungi Suparmanto warga Wacopek dan Then Cin Khian warga Tekojo, untuk mengecek ke lokasi kejadian. Saat di lokasi, mereka melihat korban sudah dalam keadaan terbaring degan posis telungkup di bawah meja dapur.

Kemudian Suparmanto langsung menghubungi Bhabinkamtibmas Kelurahan Gunung Lengkuas,, dan diteruskan ke petugas piket pelayanan Polsek Bintan Timur. Suparmanto mengatakan kepada Then Cin Khian untuk tidak menyentuh korban, sambil menunggu pihak kepolisian tiba di lokasi kejadian.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, piket SPKT Polsek Bintan Timur yang dipimpin oleh Kapolsek Bintan Timur AKP Rugianto beserta Iptu Jul Ilham S SH selaku Ps Kanit Lantas/Pawas dan Panit I Opsnal Reskrim Polsek Bintan Timur Iptu Richie Putra SH didampingi Bhabinkamtibmas Kelurahan Gunung Lengkuas Bripka Indra Lesmana SH menuju ke lokasi kejadian.

Baca Juga :  Investor Korea Bangun Green Industrial Park di Senggarang, Rahma: Perlu 10 Ribu Pekerja

Kapolsek Bintan Timur AKP Rugianto menyampaikan, pukul 17.09 WIB, personel Polsek Bintan Timur beserta Unit Identifikasi Satreskrim Polres Bintan tiba di lokasi kejadian, untuk melakukan olah TKP. Dari hasil olah TKP, korban dalam keadaan telungkup di bawah meja dapur rumah korban, menggunakan celana pendek dan tidak memakai baju. Serta mengeluarkan cairan (ingus) dari hidung.

Selain itu, ditemukan obat sakit kepala merek bodrek dan 1 bungkus jamu di atas meja. Rumah korban berupa bangunan yang terbuat dari batako dan papan. Pada saat kejadian,Pintu rumah bagian dapur tidak terkunci dan listrik dalam keadaan mati. Tidak ada kerusakan pada pintu maupun jendela serta bagian dinding maupun plafon rumah.

Pihak Puskesmas Sungai Lekop juga melakukan pengecekan. Dari hasil pemeriksaan, mata korban tampak merah dan terdapat lendir darah keluar dari mulut. Serta terdapat lendir di hidung. Bagian wajah dan tangan membiru, terdapat memar di bagian paha. Terdapat benjolan di dekat ketiak kanan, dan kemaluan mengeluarkan cairan dan keluar feses (kotoran) berwarna hitam.

Baca Juga :  Semifinal Liga Champions: Manchester City Vs Real Madrid, AC Milan Versus Inter Milan

Selanjutnya, korban dibawa ke RSUD Bintan untuk dilakukan visum luar oleh dr Amalia Permata dan dr Nurfadini. Hasilnya, dugaan sementara korban meninggal akibat tersambar petir, dengan adanya bekas tanda atau ciri khusus orang tersambar petir terdapat pada tubuh korban. Dan tidak ditemukannya adanya bekas kekerasan pada tubuh korban.

“Diduga, korban disambar petir. Jenazah korban dibawa ke Yayasan Dharma Bhakti Kijang Kelurahan Kijang Kota. Sambil menunggu abang kandung korban datang dari Batam,” demikian disampaikan AKP Rugianto Kapolsek Bintan Timur.

“Pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai suatu musibah. Dan pihak keluarga korban tidak bersedia untuk dilakukan otopsi dengan membuat surat pernyataan,” tutup Kapolsek Bintan Timur. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *