banner 728x90
MenPAN RB RI Abdullah Aswar Anas mencanangkan program OLGOZI via daring, Rabu (4/10/2023). Pencanangan program ini diikuti Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan dua pemerintah provinsi lainnya. F- diskominfo kepri

Penerbangan Dikabarkan Bermasalah, MenPAN-RB Mencanangkan Program OLGOZI Via Daring

Komentar
X
Bagikan

Batam, suaraserumpun.com – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) RI Abdullah Aswar Anas dikabarkan mengalami kendala saat ingin berangkat dari Jakarta ke Batam-Kepri, Rabu (4/10/2023). Alhasil, MenPAN-RB mencanangkan program OLGOZI via daring.

Maskapai penerbangan yang ditumpangi MenPAN-RB bermasalah, beberapa saat setelah lepas landas dari Jakarta menuju Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Maskapai penerbangan terpaksa kembali ke Jakarta. Sebagian penumpang tujuan Kepri, ada yang mengganti lewat Bandara RHF Tanjungpinang. Sementara, MenPAN-RB memutuskan, batal berangkat ke Batam.

Di tempat terpisah, Gubernur Kepulauan Riau H Ansar Ahmad dan sejumlah Forkopimda dan kepala OPD, sudah bersiap menyambut kedatangan MenPAN-RB di Bandara Hang Nadim, Kota Batam, Rabu (4/10/2023) pagi. Namun, rombongan gubernur mendapat informasi tentang penerbangan bermasalah tersebut.

“Begitu kabarnya. Makanya Pak MenPAN-RB tak jadi ke Batam. Akhirnya, MenPAN-RB mencanangkan program OLGOZI itu via daring,” ujar sumber yang enggan ditulis namanya.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) RI Abdullah Aswar Anas secara daring mencanangkan program One Local Government One Zona Integritas (OLGOZI) serentak untuk tiga provinsi, Rabu (4/10/2023). Yakni Provinsi Kepri, Provinsi Kalteng dan Provinsi Sulsel. Pencanangan program OLGOZI ini dilaksanakan di Hotel Best Westrn Premier Panbil Kota Batam, Kepulauan Riau.

Baca Juga :  Roby Kurniawan Bahas Penuntasan Janji Kampanye dengan Apri Sujadi

Pencanangan program OLGOZI melalui pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) tersebut, dihadiri langsung Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad. Turut hadir secara daring Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo dan Pj Gubernur Sulawesi Selatan Bahtiar Baharuddin.

Hadir juga secara langsung Sekretaris Eksekutif KemenPan RB Prof Eko Prasojo, Wakil Ketua KPK RI Johanis Tanak, Dirjen Disdukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi, bupati dan walikota se-Provinsi Kepri bersama instansi vertikal lainnya. Hadir juga secara daring 14 bupati dan walikota se-Provinsi Kalimantan Tengah, dan 24 bupati serta walikota se-Provinsi Sulawesi Selatan.

Menpan Abdullah Aswar Anas dalam sambutannya secara daring mengatakan, pencanangan OLGOZI kali ini, menjadi hal yang sangat penting. Karena program reformasi birokrasi melalui pencanangan OLGOZI ini, dimaksudkan untuk melahirkan birokrasi bebas korupsi, birokrasi bersih melayani, yang muaranya akan melahirkan birokrasi berkinerja lincah, cepat, tepat dan juga terukur.

Baca Juga :  Polres Bintan Buka Dapur Umum Saat Berbuka Puasa Bersama Anak Yatim Piatu

Menurut MenPAN-RB Abdullah Azwar Anas, program OLGOZI perlu dilakukan secara masif, dengan harapan agar pemerintah daerah segera memiliki unit kerja strategis yang mendapat predikat wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih melayani. Mengingat program ini, akan mampu menjadi solusi konkret menghadirkan pemerintah daerah yang bisa memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Masih menurut Menpan Abdullah Azwar Anas, dengan birokrasi bersih dan melayani melalui pembangunan zona integritas. Terutama pada institusi atau lembaga yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, maka dampaknya akan mampu meningkatkan kepercayaan publik itu sendiri, dan dampaknya akan bisa langsung dirasakan oleh masyarakat.

“Ini yang akan kita dorong dari penerapan OLGOZI, untuk melahirkan birokrasi yang berintegritas dan menghasilkan pelayanan berkualitas,” jelasnya.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad dalam sambutannya mengatakan, Pemerintah Provinsi Kepri terus berupaya menyukseskan percepatan pembangunan zona integritas di Kepulauan Riau, guna mewujudkan pemerintahan yang bersih, akuntabel serta pelayanan publik yang prima.

Meski begitu, keberhasilan pembangunan zona integritas ini, sangat ditentukan oleh kualitas dan kapasitas masing masing individu yang mempunyai relevansi, dalam peningkatan kapasitas dan kualitas integritas dari organisasi itu sendiri. Yang tecermin dari sikap jujur, konsisten dalam penyelenggaraan pelayanan publik.

Baca Juga :  Ini Lima Misi Ansar-Marlin dalam Musrenbang RPJMD 2021-2026

Pencanangam zona integritas di Kepri sendiri sambung Gubernur Ansar, telah dilaksanakan melalui penetapan unit kerja, pembangunan unit kerja serta pemantauan pembangunan zona integritas itu sendiri. Adapun penilaiannya dilakukan oleh tim penilai nasional, jelasnya.

“Saya berharap, melalui pencanangan OLGOZI ini menjadi salah satu solusi bagi Provinsi Kepri, khususnya unit WBK/WBBM yang telah ada, menjadi makin baik lagi. Ini ditandai dengan dipilihnya Kepri sebagai pilot project pelaksanaan program OLGOZI, sekaligus bentuk wujud deklarasi Kepri siap membangun zona integritas,” tutupnya.

Pada kesempatan tersebut juga dilalukan penandatanganan komitmen bersama secara serentak menuju Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani, oleh bupati dan wali kota se-Provinsi Kepri, seluruh bupati dan walikota se-Provinsi Kalimantan Tengah dan seluruh Bupati dan Walikota se-Provinsi Sulawesi Selatan. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *