banner 728x90
Elyza Riani bersama peserta pelatihan pengolahan cangkang gonggong menjadi suplemen tambahan pakan ternak di Desa Pengujan, Sabtu (6/8/2023). F- diskominfo bintan

Kader PKK Desa Pengujan Belajar Cara Mengolah Limbah Gonggong Menjadi Suplemen Pakan Ternak

Komentar
X
Bagikan

Bintan, suaraserumpun.com – Belasan orang kades PKK Desa Pengujan dan Desa Busung belajar cara mengolah limbah cangkang gonggong menjadi suplemen pakan ternak. Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan Tim Penggerak PKK Desa Pengujan ini dilaksanakan di aula Kantor Desa Pengujan, Sabtu (5/8/2023).

Pelatihan pengolahan limbah cangkang gonggong menjadi tepung untuk suplemen pakan ternak ini melibatkan para peneliti dari Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur.

Siput jenis gonggong merupakan gastropoda yang banyak ditemukan di wilayah perairan tropis. Untuk mengolah limbah cangkang gonggong menjadi suplemen pakan ternak ini melalui beberapa proses. Langkah awal dimulai dengan pemilahan cangkang gongong. Cangkang yang digunakan itu mesti yang baik. Kemudian, cangkang gonggong dibersihkan, serta dilakukan pengeringan.

Baca Juga :  Gerindra Ingin Semua Dapil Terwakili di DPRD Karimun

Selanjutnya, ccangkang gonggong dilakukan pengolahan yaitu dengan cara dihancurkan hingga menjadi tepung (serbuk halus). Nantinya, tepung cangkang gonggong tersebut akan menjadi bahan campuran (diaduk) dengan pakan ternak. Tepung cangkang gonggong ini menjadi suplemen tambahan pada pakan ternak. Karena memiliki kandungan kalsium yang tinggi.

Ketua Pokja I TP-PKK Kabupaten Bintan, Elyza Riani yang mewakili Ketua TP-PKK Bintan Hafizha Rahmadhani mengatakan, pengolahan limbah kerang gonggong bila dapat dimanfaatkan dengan baik tentunya akan memiliki nilai ekonomis. Serta daya jual yang tinggi. Salah satunya dapat diolah sebagai suplemen pakan tambahan untuk budi daya kepiting.

Baca Juga :  Saksikan Festival Band Berhadiah Jutaan Rupiah di Ajang Parade Merdeka Bintan Resorts

Menurutnya, limbah cangkang kerang gonggong tersebut juga sangat mudah didapatkan. Karena posisi Kabupaten Bintan yang memang terdiri dari banyaknya lautan. Elyza berharap agar sesudah penelitian dan pelatihan tersebut harapannya akan ada multiplier effect tidak saja terkait pengolahannya namun juga terkait pemanfaatan dan pemasaran produk olahan tersebut.

“Harapannya dari kegiatan ini, tidak saja hanya sebatas penelitian dan pelatihan. Namun hasil dari olahan ini diharapkan dapat terus diproduksi. Sehingga selalu tersedia dan bisa dimanfaatkan,” ujarnya. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *