banner 728x90
Syafaruddin Pamong Budaya Ahli Muda Disbudpar Kota Tanjungpinang memperkenalkan cara memasang busana Melayu kepada siswi di sekolah Tanjungpinang. F- disbudpar tanjungpinang

Cara Jitu Disbudpar Tanjungpinang Memperkenalkan Budaya Melayu Sejak Dini, Turun ke Sekolah-Sekolah

Komentar
X
Bagikan

Tanjungpinang, suaraserumpun.com – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dibudpar) Kota Tanjungpinang punya cara jitu dalam memperkenalkan budaya Melayu sejak dini kepada generasi muda. Baik budaya permainan tradisional Melayu, maupun busana Melayu.

Cara jitu memperkenalkan budaya Melayu itu, antara lain menyosialisasikan kepada siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) dan SMP sederajat. Selasa (7/2/2023), Disbudpar Tanjungpinang menyosialisasikan budaya Melayu ke SDN 003 Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepri.

Puluhan murid kelas IV SDN 003 Tanjungpinang Kota yang ikut dalam sosialisasi itu, mendapat edukasi tentang permainan Melayu. Seperti porok, congklak, egrang, goli atau kelereng, gasing, sembunyi endop dan lainnya.

“Kita memperkenalkan lagi permainan Melayu itu kepada anak-anak. Sebab, banyak sekali permainan yang mungkin mereka sudah lupa,” kata Syafaruddin, Pamong Budaya Ahli Muda mewakili Kepala Disbudpar Kota Tanjungpinang Muhammad Nazri.

Baca Juga :  Bupati Karimun Meresmikan Jalan Dusun Parit Pacitan, Pembangunan Terus Digesa

Dalam sosialisasi itu, Syafaruddin yang juga selaku narasumber dari LAM Kota Tanjungpinang mengenalkan juga busana Melayu. Baik perempuan maupun busana laki-laki. Bagaimana cara memakainya dan apa nama baju yang dikenakan siswa-siswi setiap hari Jumat.

“Baju Melayu ini sudah mereka pakai setiap Jumat. Jadi, sangat disayangkan jika mereka tidak tahu cara memakainya, dan nama baju yang mereka kenakan. Oleh karena itu, kita memperkenalkan kepada mereka,” ujarnya.

Syafaruddin dan Heri Susanto Pamong Budaya Ahli Muda Disbudpar Kota Tanjungpinang menyosialisasikan budaya Melayu di SDN 003 Tanjungpinang Bota, Selasa (7/2/2023). F- disbudpar tanjungpinang

Anak-anak juga, kata dia, perlu mendapatkan pendidikan karakter dan memahami adab Melayu. Baik adab sesama manusia maupun kepada orang tua. Lalu, bagaimana adab mereka jika melewati orangtua, melalui di depan orang banyak, dan adab bertemu dengan orang tua.

“Itu semua kita ajari, supaya mereka paham bahwa ini semua adalah budaya Melayu,” jelasnya.

Syafaruddin mengatakan, kegiatan sosialisasi memperkenalkan budaya Melayu ke sekolah tingkat SD dan SMP ini dilaksanakan di 22 sekolah, sejak 10 Januari hingga 21 Maret 2023.

Baca Juga :  Foto: Anggota DPRD Bintan Menampung Aspirasi di Awal Tahun 2022

“Tahun ini kita laksanakan di 22 sekolah. Masih ada sekitar 40 sekolah lagi yang belum kita jangkau. Ke depan, kegiatan sosialisasi ini akan terus kita laksanakan ke sekolah-sekolah di kota Tanjungpinang,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, budaya Melayu yang berkembang di Kepri dapat tersosialisasikan kepada anak-anak sejak dini. Dengan begitu, mereka sudah mengenal budaya mereka sendiri.

“Karena kita khawatir, budaya Melayu ini lama kelamaan akan hilang, kalau tidak kita perkenalkan seperti ini,” kata Syafaruddin menambahkan.

Ke depan, Disbudpar Tanjungpinang juga berkeinginan agar sekolah-sekolah dapat membentuk para pecinta-pecinta budaya Melayu. Ada semacam duta budaya Melayu dari setiap sekolah.

Baca Juga :  Ansar Ahmad Mengibaratkan Kepri sebagai Miniatur Indonesia

“Kita juga, akan melaksanakan kegiatan lomba antarsekolah dengan mengirimkan duta-duta budaya mereka itu. Sehingga, kita ada lomba untuk mengenalkan budaya Melayu ke depannya,” tuturnya.

Selama pemberian materi berlangsung, anak-anak terlihat antusias mendengarkan dan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh narasumber.

Syafaruddin Pamong Budaya Ahli Muda Disbudpar Kota Tanjungpinang memberikan pendidikan cara memasang busana Melayu kepada siswa Tanjungpinang. F- disbudpar tanjungpinang

Aliya (9), siswa kelas IV SDN 003 Tanjungpinang Kota merasa senang bisa mengikuti sosialisasi budaya Melayu. Ia mengatakan, budaya Melayu ini penting dipelajari.

“Supaya kami mengetahui apa saja budaya yang ada di kota Tanjungpinang,” ucapnya.

“Senang diajari budaya Melayu. Kami jadi tahu macam-macam permainan Melayu. Jadi, bisa main di rumah,” ungkap Aliya didampingi beberapa temannya, murid SDN 003 Tanjungpinang Kota.

Turut hadir dalam sosialisasi budaya Melayu dengan cara turun ke sekolah-sekolah tersebut, Pamong Budaya Ahli Muda, Heri Susanto. (yen)

Editor: Wahyu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *