Beranda All News Hafizha Rahmadhani Mewacanakan Rumah Asuh, Jasa Penitipan Anak Terancam Kehilangan Pekerjaan

Hafizha Rahmadhani Mewacanakan Rumah Asuh, Jasa Penitipan Anak Terancam Kehilangan Pekerjaan

0
Hafizha Rahmadhani Ketua TP-PKK Bintan mendengarkan penjelasan kasus risiko stunting pada anak Desa Teluk Sasah, saat mengadakan pertemuan di Kantor Camat Seri Kuala Lobam, Kamis (12/1/2023). F- yen/suaraserumpun.com

Bintan, suaraserumpun.com – Ketua TP-PKK Bintan Hafizha Rahmadhani mewacanakan Rumah Asuh, untuk merawat anak yang ditinggalkan ibu dan ayahnya saat bekerja. Terutama di Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam guna menurunkan angka stunting (kekerdilan). Namun, jasa penitipan (pengasuh) anak terancam kehilangan pekerjaan, jika program Rumah Asuh itu dijalankan.

Ketua Tim Penggerak PKK Bintan Hafizha Rahmadhani belakangan ini sangat serius mengantisipasi isu stunting. Hafizha Rahmadhani kembali memperlihatkan gerak cepatnya, setelah mengetahu data risiko stunting di Desa Teluk Sasah, cukup tinggi. Kondisi itu menjadikan Hafizha langsung menyambangi lebih dari 40 kaum ibu di aula Kantor Camat Seri Kuala Lobam, Kamis (12/1/2023) pagi.

Dalam kegiatan tersebut, Hafizha Rahmadhani didampingi Ketua DWP Bintan, Kepala DP3AP2-KB Aupa Samaker, Perwakilan Satgas Stunting Bintan, Pengurus PKK Bintan. Turut hadir drh Kartini.

Baca Juga :  Cen Sui Lan Tampung Aspirasi Para Insinyur Kepri

Anak bawah tiga tahun (Batita) yang dibawa oleh kaum ibu disaksikan langsung oleh Hafizha Rahmadhani. Dirinya kemudian cukup bersyukur melihat batita yang tumbuh dengan sehat, walau masih terdapat indikasi stunting. Kondisi pertumbuhan anak ini mesti ada tindak lanjut.

“Rata-rata indikasinya kan di berat badan, belum ke stunting. Tapi risiko ke sana. Makanya kita mau gerak cepat,” kata Hafizha Rahmadhani.

Hafizha menyampaikan rencananya untuk membuat Rumah Asuh. Gagasan yang disampaikan ini kemudian mendapat respon positif dari para orang tua. Rumah Asuh yang akan dihadirkan ini, ditujukan pada peningkatan pola asuh, pola makan dan sebagainya bagi anak yang dalam kesehariannya harus dititipkan, saat kedua orang tua bekerja.

Baca Juga :  Pilkades di Tiga Desa Dikawal Seratusan Personel Polres Bintan

“Ternyata banyak yang ibunya kerja. Jadi anaknya harus dititipkan. Rumah Asuh lah yang saat ini sangat dibutuhkan, dengan fasilitas cukup dan tenaga pengasuh yang terampil,” tambah Hafizha.

Dalam kesempatan ini pula Hafizha menyerahkan bingkisan makanan tambahan Balita. Pemerintah Kabupaten Bintan melalui beberapa OPD terkait memang tengah berkonsentrasi mewujudkan Bintan yang zero stunting.

Hafizha Rahmadhani menyerahkan bantuan makanan tambahan buat anak Batita dari Teluk Sasah. F- diskominfo bintan

Kehilangan Pekerjaan
Warga di Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam mayoritas bekerja di kawasan industri Lobam. Sejak beberapa tahun terakhir, banyak kaum perempuan yang kehilangan pekerjaan, atau kena PHK. Penyebabnya karena investasi perusahaan yang anjlok, maupun pekerja perempuan yang sudah dianggap tidak produktif.

Baca Juga :  Syukuran Hari Pahlawan 2022, Ansar Minta Stakeholder Mengisi Peran Masing-Masing di Era Kemerdekaan

Pekerja dari kelompok perempuan/wanita ini, sulit mendapatkan pekerjaan lagi, setelah kehilangan pekerjaan di kawasan industri Lobam. Justru itu, mereka yang rata-rata berusia di atas 40 tahun, bekerja sebagai penyedia jasa penitipan anak (pengasuh).

“Mau puluhan orang di sekitar kawasan industri Lobam ini, yang bekerja jadi pengasuh anak. Itu lah penghasilan kami. Kalau ada program Rumah Asuh, kami bakal kehilangan pekerjaan lagi. Walaupun upah kami kecil, tapi menjadi pengasuh itu bisa membantu kehidupan keluarga kami,” ujar Si seorang pengasuh anak di Desa Teluk Sasah.

“Kalau pun ada Rumah Asuh, apakah ibu anak itu mau menitipkannya di sana. Mungkin mereka tetap menitipkan anak kepada kami,” sambungnya. (yen)

Editor: Wahyu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here