Beranda All News Gubernur Kepri: Bukan Tak Mungkin, Dibangun Jembatan Batam-Singapura

Gubernur Kepri: Bukan Tak Mungkin, Dibangun Jembatan Batam-Singapura

0
Gubernur Kepri Ansar Ahmad menjelaskan potensi kerja sama Kepri dengan Singapura dalam momen wawancara dengan channel salah satu televisi Asia di Treasure Bay, Lagoi, Bintan, Jumat (28/1/2022). F- Istimewa/Diskominfo Kepri

Bintan, suaraserumpun.com – Gubernur Kepri H Ansar Ahmad sudah membuat sejumlah planning (rencana) konsep kerja sama dengan Singapura, untuk jangka panjang. Bahkan, Ansar Ahmad menyatakan, bukan tidak mungkin, dibangun jembatan Batam-Singapura untuk beberapa tahun ke depan.

Gubernur Kepri H Ansar Ahmad mengisyaratkan program kerja sama itu dalam momen wawancara dengan Channel News Asia di Treasure Bay, Lagoi, Bintan, Jumat (28/1/2021).

Betapa tidak, Provinsi Kepulauan Riau yang berbatasan langsung dengan negara Singapura, yang memiliki banyak potensi kerja sama yang dapat dikembangkan oleh dua belah pihak. Potensi kerja sama inilah yang saat ini sedang ‘digeber’ oleh Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad, agar Singapura dan Kepulauan Riau bisa menjadi ekosistem yang saling mendukung.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menjelaskan, Indonesia dan Singapura telah menjalin hubungan yang baik, sejak lama. Hubungan bilateral dua negara ini ditopang oleh posisi Kepulauan Riau yang sangat strategis di perbatasan.

Baca Juga :  Peringati Isra Mikraj di Kundur, Begini Isi Tausiah Gubenur Kepri

“Singapura merupakan saudara lama kita, yang juga tetangga terdekat kita. Selama ini pun, kita sudah banyak bekerja sama dengang prinsip saling mengisi satu sama lain, dan saling menguntungkan,” ujar Gubernur Kepri.

Gubernur Kepri menyebutkan, banyak industrial park di Kepri yang dibangun oleh investor dari Singapura. Kawasan-kawasan industri tersebut sangat membantu membangkitkan perekonomian di Kepri dan menyerap banyak tenaga kerja.

Travel bubble Batam, Bintan dan Singapura yang dibuka pada tanggal 24 Januari 2022 lalu, juga merupakan salah satu kerja sama yang berhasil dibangun pemerintah Indonesia dan Singapura. Guna membangkitkan kembali pariwisata yang terpukul selama dua tahun masa pandemi Covid-19.

Terlebih, pertemuan leaders retreat antara Presiden Joko Widodo dan PM Singapura Lee Hsien Loong di Bintan, juga merupakan bukti bahwa Kepri memegang peranan penting dalam menghubungkan kedekatan dua negara.

Baca Juga :  Ditahan West Ham, Manchester City Ketir-ketir dengan Liverpool

Gubernur Kepri menambahkan, adanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park di Batam bisa menjadi jembatan digitalisasi untuk perkembangan teknologi dan pusat pengembangan IT antara Singapura dan Indonesia.

“Prospek itu menjadi keniscayaan. Karena memang sekarang pengembangan digital sudah begitu mendunia. Bagi kita di Kepulauan Riau, sangat menyambut investasi tersebut,” jelas Ansar Ahmad.

Tidak hanya itu, pembangunan jembatan Batam-Bintan yang akan disegerakan pada tahun 2022 ini, juga menurut Gubernur Kepri akan semakin memperkuat posisi Kepri untuk menjalin hubungan dengan Singapura, yang akan bermuara pada kesatuan ekosistem yang mumpuni di kawasan Kepri dan Singapura.

“Saya kira, ketika suatu saat jembatan (Batam-Bintan) ini terbangun, bukan tidak mungkin Singapura dan Bintan-Batam ini bisa terkoneksi dengan satu koneksitas yang lebih baik dan lebih cepat. Bukan tak Mungkin, dibangun jembatan Batam-Singapura. Sehingga percepatan ekonomi akan terbantu dengan infrastruktur seperti itu,” tambahnya.

Baca Juga :  Setelah Euro 2020 Saksikan Sepak Bola Olimpiade Tokyo, Ini Pembagian Grup dan Jadwal Lengkapnya

“Tapi, kita fokuskan dulu pembangunan jembatan Batam-Bintan,” sambungnya.

Ke depannya, Gubernur Kepri Ansar Ahmad akan mendorong dibangunnya pusat kesehatan bertaraf internasional di Batam, yang akan diintegrasikan dengan pariwisata. Sehingga nantinya kawasan tersebut akan menjadi peluang baru, untuk wisata medis atau medical tourism, mengingat di masa pandemi kesadaran masyarakat akan kesehatan semakin meningkat.

“Bayangkan penduduk Indonesia yang banyak ini, tidak sedikit yang berobat ke luar negeri. Kalau medical tourism itu kita kembangkan maka peluang wisata kesehatan itu bisa kita tangkap. Tidak hanya untuk penduduk Indonesia, tapi bisa juga warga Singapura dan negara-negara lainnya,” ujarnya. (nurul atia)

Editor: Sigik RS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here