banner 728x90
Gubernur Kepri Ansar Ahmad mendengarkan tausiyah saat menghadiri halalbihalal NU dan LAM Tanjungpinang, Minggu (21/4/2024). F- diskominfo kepri

Halalbihalal Bersama NU dan LAM Tanjungpinang, Gubernur Kepri Menyampaikan Refleksi Setelah Ramadan

Komentar
X
Bagikan

Tanjungpinang, suaraserumpun.com – Gubernur Kepulauan Riau H Ansar Ahmad menghadiri halalbihalal Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (NU) dan Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Tanjungpinang, di Graha NU Tanjungpinang, Jalan Bandara, Minggu (21/4/2024). Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Kepri menyampaikan tentang refleksi setelah Bulan Suci Ramadan.

Hadir dalam kegiatan tersebut KH Marsudi Syuhud tokoh NU yang juga Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan mauidhoh hasanah serta memimpin doa.

Dalam sambutannya, Gubernur Kepri Ansar Ahmad berpesan tentang nilai-nilai kebersamaan dan refleksi pasca-Ramadan.

“Untuk itu saya mengajak kita bersyukur bahwa Allah telah memperkenankan kita selama sebulan penuh melaksanakan tugas-tugas di bulan suci Ramadan. Dan kita berada di bulan Syawal bulan kemenangan dan kita semua kembali kepada fitrah,” katanya.

Baca Juga :  Jelang Porprov 2022 Kepri, KONI Bintan Bikin Coaching Clinic di Bhadra Resort

Gubernur Kepri juga menekankan pentingnya menjaga hasil ibadah dan amal selama bulan suci. Tugas umat Islam hari ini tidak lain adalah bagaimana merawat hasil Ramadan yang telah selama sebulan penuh menjalankan amal ibadah puasa dan amal-amal ibadah lainnya. Gubernur Kepri juga mengingatkan tentang tradisi halalbihalal sebagai sarana untuk saling memaafkan.

“Mungkin karena kesibukan Bapak Ibu pekerjaan dan masing-masing tugas kita tidak berkesempatan untuk saling kunjung mengunjungi satu dengan lainnya untuk saling bermaaf-maafan, maka halalbihala inilah yang menjadi tradisi penting kita,” ujar Gubernur Kepri.

Baca Juga :  Silaturahmi di Perumahan Muka Kuning Batam, Ansar: Tak Ada Perbedaan Kelas Warga

Gubernur berharap, dengan saling memaafkan, maka kualitas hidup akan meningkat dan sebagai sarana penghapus dosa.

“Mudah-mudahan dengan saling bermaaf-maafkan ini Allah akan menghilangkan dosa-dosa kita di masa lalu dan mudah-mudahan kita bisa terus meningkatkan kualitas hidup dan kehidupan kita di masa depan,” ungkapnya.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengajak semua hadirin untuk menulis kembali narasi kehidupan yang lebih positif.

“Kalau ada catatan-catatan di masa lalu yang mungkin kita tuliskan di kertas buram catatan-catatan yang tidak mengandung arti dan makna coretan coretan di kertas buram itu marilah ke depan ini kita ganti dengan tulisan-tulisan yang indah, pantun-pantun dan puisi-puisi yang indah, kita tuliskan di kertas putih yang suci,” pungkasnya.

Baca Juga :  Polres Bintan Memetakan Lokasi Rawan Selama Kampanye Rapat Umum Pemilu 2024 Lewat TFG

Turut hadir dalam acara ini tokoh masyarakat Kepri Huzrin Hood, Pj Wali Kota Tanjungpinang yang diwakili Sekdako Zulhidayat, Wali Kota Tanjungpinang Periode 2020-2023 Hj Rahma, Ketua Umum MUI Kepri Bambang Maryono, Ketua LAM Tanjungpinang Juramadi Esram, Ketua FKUB Kepri Handarlin Umar, Tim Percepatan Pembangunan, Asisten, dan Kepala OPD Pemprov Kepri, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *