banner 728x90
Bupati Bintan Roby Kurniawan dan Wabup Bintan Ahdi Muqsith membuka selubung papan nama Taman Satwa Kijang pada saat soft launching, Senin (12/2/2024). F- yen/suaraserumpun.com

Mini Zoo Jadi Taman Satwa Kijang, Serupa Tapi Tak Sama

Komentar
X
Bagikan

Bintan, suaraserumpun.com – Kabar terbaru bagi masyarakat Bintan dan sekitarnya. Kini sudah dibuka tempat rekreasi keluarga. Mini zoo Kijang, sudah diubah menjadi Taman Satwa Kijang. Lokasi wisata Mini Zoo menjadi Taman Satwa Kijang ini, serupa tapi tak sama.

Masyarakat Bintan kini bisa menikmati destinasi wisata edukasi, setelah Bupati Bintan Roby Kurniawan melakukan soft launching Taman Satwa Kijang, Senin (12/2/2024) petang tadi. Turut hadir Wakil Bupati Bintan Ahdi Muqsith, Kapolres Bintan AKBP Riky Iswoyo, Kajari Bintan I Wayan Eka Widdyara, Ketua TP-PKK Bintan Hafizha Rahmadhani, Ketua GOW Sabine Rohden, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bintan Aprizal Bahar, Camat Bintan Timur Anton Hatta Wijaya dan pimpinan OPD lainnya.

Bupati Bintan Roby Kurniawan merasa bahagia, Taman Satwa Kijang yang dikenal masyarakat sebagai Mini Zoo ini dibuka lagi. Awalnya, lokasi wisata keluarga di sekitar kawasan Taman Kota Kijang ini diresmikan oleh Gubernur Kepri (alm) H Muhammad Sani, saat Ansar Ahmad menjabat sebagai Bupati Bintan, tahun 2011 silam.

Saat itu, gagasan dibuka Mini Zoo Kijang oleh Ansar Ahmad semasa menjabat Bupati Bintan ini, menjadi lokasi favorit untuk berekreasi bagi masyarakat sekitar. Bahkan wisawatan dari luar Bintan. Saat itu, hewan yang dikonservasi di Mini Zoo tersebut merupakan hewan langka. Mulai dari orang utan, beruang, buaya, pelanduk (kancil), harimau akar, rusa, sampai dengan burung merak dan ikan gabus Afrika serta ular berukuran besar.

Bupati Bintan Roby Kurniawan dan Kepala DLH Bintan Aprizal Bahar meninjau wahana Taman Satwa Kijang. F- diskominfo bintan

Namun, saat itu satwa langka ini dialihkan ke kawasan konservasi Lagoi. Sebab, Mini Zoo Kijang belum memiliki izin konservasi dari Kementerian Lingkungan Hidup RI. Sekitar tahun 2018, mini zoo beralih fungsi. Secara perlahan tak ada satwa yang dikonservasikan di kawasan tersebut.

Baca Juga :  Rumah Warga Bukit Batu Terbakar, BPBD Bintan Langsung Memasok Logistik

Hampir lima tahun tidak beroperasi, Pemerintah Kabupaten Bintan membuka lagi kawasan wisata keluarga ini. Kini namanya menjadi Taman Satwa Kijang. Lokasi dan sarana prasarananya, mayoritas masih menggunakan peninggalan Mini Zoo. Bahkan wahana permainan anak ada di Taman Satwa Kijang ini. Meski sarana dan prasarananya serupa dengan Mini Zoo, tapi hewan atau satwa yang ada di kawasan Taman Satwa Kijang sekarang ini, tak sama semasa tempo dulu.

Bupati Bintan Roby Kurniawan dan Wakil Bupati Bintan Ahdi Muqsith menebar benih ikan hias di kolam Taman Satwa Kijang. F- diskominfo bintan

Di Taman Satwa Kijang ini, tak kalah menariknya dengan Mini Zoo. Sekarang, masyarakat bisa melihat rusa, dan pelbagai jenis unggas. Mulai dari merpati, ayam kate, kalkun, berbagai jenis burung, kelinci, hingga ikan hias koi dan ikan mas.

Baca Juga :  2023, Gubernur Kepri Jolok Dana Rp120 Miliar dari APBN untuk Pembangunan Jalan di Natuna

“Alhamdulillah, terima kasih kepada semua pihak yang terlibat. Bapak Ibu sekalian, ini memang belum sepenuhnya lengkap. Masih banyak satwa yang akan kita lengkapi. Masih ada persyaratan yang harus kita penuhi. Namun kita lakukan soft launching terlebih dahulu. Agar bisa dimanfaatkan masyarakat, sebelum nanti kita lakukan grand opening,” kata Roby Kurniawan Bupati Bintan.

Ketua TP-PKK Bintan Hafizha Rahmadhani dan Ketua GOW Bintan Sabine Rohden menggunting pita pada peresmian Taman Satwa Kijang. F- diskominfo bintan

Usai soft launching, Bupati Bintan Roby Kurniawan bersama rombongan langsung melakukan penebaran ikan hias dan berkeliling di beberapa kandang satwa. Ratusan masyarakat yang telah hadir sebelumnya pun langsung memadati lokasi tersebut, sambil menikmati beberapa wahana bermain yang tersedia di Taman Satwa Kijang tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bintan Aprizal Bahar menyampaikan, Taman Satwa Kijang yang dikenal dengan Mini Zoo merupakan bentuk lembaga observasi. Lembaga yang bergerak di bidang observasi tumbuhan atau satwa liar di habitatnya.

Aprizal mengatakan, kebun binatang mini (Mini Zoo) yang terletak di pusat Kota Kijang tersebut sebelumnya diresmikan pada tahun 2011 silam. Bahkan kehadirannya mampu menarik minat ribuan pengunjung tiap pekannya baik dari Bintan maupun luar Bintan. Maka perlunya diaktifkan lagi, guna memberikan edukasi kepada anak-anak dan diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat.

Bupati Bintan Roby Kurniawan dan FKPD pada saat peresmian Taman Satwa Kijang. F- diskominfo bintan

Mini Zoo ini nantinya akan dikelola langsung sepenuhnya oleh Dinas Lingkungan Hidup. Kawasan ini buka setiap hari dan terbuka untuk umum. Sehingga para pengunjung tidak perlu merogoh kantong untuk membayar tiket masuk, alias digratiskan.

Baca Juga :  Info Pasar Terkini, Cabai Merah Rp110 Ribu Per Kilogram, Rawit Mencapai Rp96 Ribu

“Pemkab Bintan sudah mendapat rekomendasi dari KSDA. Kemudian, Bupati Bintan sedang mengajukan ke Kementerian Lingkungan Hidup, agar mendapat izin Taman Satwa Kijang ini, untuk dijadikan kawasan konservasi. Kalau sudah selesai izinnya, hewan langka seperti di masa Mini Zoo dulu, bisa kita datangkan lagi ke Taman Satwa Kijang ini,” jelas Aprizal Bahar.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bintan Arief Sumarsono yakin, kunjungan wisatawan ke Taman Satwa Kijang ini semakin banyak. Terutama di masa Imlek 2575 sekarang ini.

Pengunjung Taman Satwa Kijang memberikan pakan kepada rusa. F- yen/suaraserumpun.com

“Kalau di Lagoi, suasana Imlek tanggal 9 sampai 10 Februari kemarin, kunjungan wisman asing sekitar 6 ribuan. Nah, di Taman Satwa Kijang ini juga ada peningkatan dibandingkan hari bisa, pada momen Imlek sekarang. Semoga Taman Satwa Kijang ini, terus berkembang. Dan pengunjungnya, terus meningkat,” kata Arief Sumarsono. (adv)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *