banner 728x90
Ketua TP-PKK Bintan Hafizha Rahmadhani bersama anak yang berisiko gizi buruk. F- diskominfo bintan

Gawat, Ada Anak Meninggal Akibat Gizi Buruk di Bintan

Komentar
X
Bagikan

Bintan, suaraserumpun.com – Gawat! Kini, ada anak berisiko gizi buruk di Bintan. Bahkan dikabarkan ada anak meninggal akibat gizi buruk di Kabupaten Bintan.

Usai menerima kabar seorang bayi berusia 6 bulan meninggal dunia yang disebut terindikasi gizi buruk, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Bintan Hafizha Rahmadhani Putri langsung mengunjungi kediaman Ibu bayi tersebut, Jumat (9/2/2024) di RT003/RW004, Kelurahan Gunung Lengkuas, Bintan Timur.

Diketahui Diana Puspita Sari (26 th) seorang ibu dengan empat orang anak yang belum genap satu tahun menjanda, karena suaminya meninggal dunia. Muhammad Vikal Alam, putra bungsu Diana, Rabu (7/2/2024) lalu meninggal dunia, akibat kondisi daya tahan tubuh yang menurun drastis.

Diperkirakan karena kurangnya asupan gizi yang cukup. Diana saat ini mengasuh ketiga anaknya yang masing-masing berusia 7 tahun, 3,4 tahun dan 2,5 tahun. Mereka tinggal di rumah kakak kandungnya yang juga seorang janda dengan tiga orang anak.

Baca Juga :  HUT PGRI dan Korpri, Begini Arahan Plt Bupati Bintan kepada Guru dan Pegawai

Hafizha langsung menemui Diana untuk memastikan tindak lanjut terhadap ketiga anaknya yang dikhawatirkan membutuhkan asupan gizi yang cukup. Hafizha meminta tenaga medis langsung melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dan didapatkan hasil ketiganya dalam kondisi sehat serta normal.

“Dapat informasi pertama kali ya terkejut pastinya. Tadi semua diperiksa. Alhamdulillah tiga-tiganya sehat walaupun yang paling kecil tadi sedang sakit. Tapi demam biasa bagi anak-anak. Saya ingin pastikan langsung anak-anak ini terjamin baik pola asuh maupun asupan nutrisinya,” terang Hafizha saat ditanyai langsung usai mengunjungi kediaman Diana.

Baca Juga :  Terbongkar! Pengedar Ingin Membawa 1 Kg Sabu dengan Alat Kontrasepsi Lewat Anus

Informasi yang didapatkan dari Ketua RT setempat, Diana termasuk pendiam dan kurang bersosial. Bahkan semua anak Diana belum pernah dibawa ke Posyandu. Meski para kader Posyandu beberapa kali ke rumah dan mengajaknya.

Melalui pendekatan personal Hafizha memberi dukungan dan semangat kepada Diana. Hafizha ingin agar Diana tidak berlarut dalam kesedihan dan perlahan mulai aktif bersosial di tengah masyarakat. Secara tegas pula Hafizha meminta Kader Posyandu, Kader PKK dan tenaga medis Puskesmas setempat untuk memantau perkembangan anak-anak Diana selama beberapa pekan ke depan.

“Bukan alasan untuk tidak diperhatikan, kalau agak susah berkomunikasi dikarenakan (maaf) latar belakang pendidikan dan sebagainya. Ya kita yang harus pandai-pandai bagaimana caranya. Itu yang saya minta ke semua kader Posyandu dan PKK,” kata Hafizha.

Baca Juga :  Kerja Sama Pendampingan Hukum Kejari Bintan buat Perumda BPR Bintan Berlanjut

Sebagai bagian dari tindak lanjut, akan diupayakan melalui Baznas dan beberapa program lainnya agar Diana beserta kakaknya bisa mendapatkan peluang usaha untuk membantu perekonomian keluarga. Selanjutnya melalui Dinas Sosial Bintan juga diminta bergerak cepat guna memastikan Diana beserta kakak dan seluruh anak-anaknya terdaftar di BPJS Kesehatan kemudian didaftarkan menjadi penerima PKH (Program Keluarga Harapan).

Ketua TP PKK Bintan yang didampingi Kadis Kesehatan, Kadis Sosial, Kadis P3KB, Kepala Puskesmas dan para Kader memberikan bantuan sembako serta makanan tambahan sebagai nutrisi pelengkap. Hafizha juga terlihat memberikan beberapa “mainan” anak-anak agar dua orang anak yang masih balita tersebut bisa terus ceria dan tidak kehilangan kebahagiaan masa kecilnya. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *