banner 728x90
Gubernur Kepri Ansar Ahmad memotivasi siswa SMKN 3 Tanjungpinang dan siswa SMKN 4 Tanjungpinang, Kamis (2/11/2023). F- diskominfo kepri

Gubernur Kepri Bicara Incoming Generation yang Kompeten buat Siswa SMKN 3 dan SMKN 4 Tanjungpinang

Komentar
X
Bagikan

Tanjungpinang, suaraserumpun.com – Gubernur Kepri Ansar Ahmad bicara tentang incoming generation yang kompeten, saat berkunjung dan memotivasi SMKN 3 dan SMKN 4 Tanjungpinang, Kamis (2/11/2023). Hal ini, guna memastikan masa depan Kepulauan Riau dan Indonesia berada pada tangan dan jalur yang tepat.

Kunjungan ke SMA, SMK, dan SLB se-Kepri merupakan agenda rutin yang hampir setiap minggu dilakukan Gubernur Ansar. Menurutnya hal ini penting, karena ia datang dengan tujuan memberikan motivasi dan dorongan untuk para siswa sebagai penentu masa depan Kepri dan Indonesia.

“Masa depan itu tergantung di tangan anak-anak bapak, yang akan memberikan warna Kepri ke depan. Namun untuk menjadi penentu yang berhasil, anak-anak mesti punya kualitas yang baik,” ujar Gubernur Kepri.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menekankan, generasi parti bertukar. Gubernur beserta jajarannya di Pemprov Kepri, Kepala Sekolah, dan para Guru saat ini tergolong outgoing generation, dan para siswa tergolong incoming generation yang akan menggantikan.

Baca Juga :  Ansar Ahmad Tampil Beda di Peresmian Bengkel Teknik Permesinan SMK Negeri 6 Batam

“Tapi semua itu bisa terwujud kalau anak-anak bapak betul-betul menyadari bahwa peluang itu bisa kita raih kalau memiliki kualifikasi dan kompetensi yang bagus. Karena saat ini peluang itu tidak ada batasan,” imbuh Gubernur Kepri.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad juga memberikan tiga tips agar menjadi orang sukses, yaitu belajar dan bekerja keras serta sungguh-sungguh, menghormati kedua orang tua, serta menghormati guru.

“Jika ketiga kunci tersebut ananda lakukan, insya Allah kesuksesan akan mengikuti, sehingga dapat mencapai cita-cita dan membanggakan kedua orang tua,” tutupnya.

Keseriusan Gubernur Kepri Ansar Ahmad memajukan dunia pendidikan di Kepri ditunjukkan dengan kebijakannya mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 21% dan melampaui batasan mandat undang-undang nomor 23 tahun 2014 sebesar 20% dari jumlah APBD.

Anggaran tersebut dijabarkan dengan berbagai program strategis di dunia pendidikan seperti program beasiswa dengan anggaran Tahun 2023 sebesar Rp4,5 miliar yang diakses melalui aplikasi dan dikoordinir melalui Biro Kesra.

Baca Juga :  Roby: Harga Minyak Goreng Stabil, Kedelai Malah Naik

Kemudian pembangunan untuk pemenuhan sarana prasarana SMA, SMK dan SLB di Provinsi Kepri dengan anggaran Rp101,5 miliar, pemberian insentif kepada Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) SMA, SMK, SLB Swasta dengan total Rp3,6 miliar dengan Jumlah 1.791 Orang. Lalu kembali memperpanjang kontrak para honorer, termasuk Pendidik dan Tenaga Kependidikan Non ASN di lingkungan pemerintah Provinsi Kepulauan Riau yang berjumlah 2.575 orang.

Selanjutnya pemberian kenaikan honorarium terhadap Pendidik dan Tenaga Kependidikan Non ASN se-Provinsi Kepri dengan tambahan alokasi anggaran Tahun 2023 berjumlah Rp3,3 miliar, (hitungan kenaikan Rp100 ribu per orang/bulan), bantuan Transportasi Darat dan Transportasi Laut kepada siswa tahun 2023 sebesar Rp15,2 miliar dan tahun 2022 sebesar Rp5,6 Miliar.

Baca Juga :  Tim Puslitbang Polri Evaluasi Strategi Penanganan Pengaduan Masyarakat di Polres Bintan

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menambahkan, semangat para siswa dengan mengadakan kuis berhadiah dengan pertanyaan seputar dunia pendidikan dan sejarah Kepri. Di SMKN 4 Gubernur Ansar juga berkesempatan meresmikan Gedung Ruang Kelas Baru (RKB) serta mengunjungi IT Expo dan Gelar Karya P5.

Saat ini SMKN3 Tanjungpinang terdiri dari Bidang Teknologi dan Rekayasa dengan 10 Kompetensi Keahlian. Jumlah keseluruhan peserta didik sebanyaj 1.028 siswa dan 325 orang diantaranya saat ini sedang magang di berbagai dunia usaha dan industri di Tanjungpinang, Bintan, dan Batam.

Sementara itu di SMKN 4 terdapat 2 bidang keahlian yakni Teknologi Informasi dan Pengembangan Seni dan Ekraf. Yang terbagi atas kompetensi keahlian Program Rekayasa Perangkat Lunak dan TKJ, Animasi, DKV, dan PSBP. Jumlah siswa saat ini 1.140 yang sebagian juga sedang melaksanakan magang. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *