banner 728x90
Kapolsek Bintan Timur AKP Rugianto turut melakukan pencarian santri pondok pesantren Ibnu Kasim Nahdlatul Wathan yang dilaporkan hilang tenggelam di lokasi kolam eksgalian tambang bauksit di Kelurahan Gunung Lengkuas, Minggu (8/10/2023). F- yen/suaraserumpun.com

Kronologi Santri Pesantren Ibnu Kasim Nahdlatul Wathan Bintan Hilang di Kolam Eksgalian Tambang Bauksit

Komentar
X
Bagikan

Bintan, suaraserumpun.com – Seorang santri Pondok Pesantren Ibnu Kasim Nahdlatul Wathan Bintan (NWDI) atas nama Sigit Purnomo Aji hilang di kawasan kolam ekstambang bauksit, di wilayah Kelurahan Gunung Lengkuas, Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Minggu (8/10/2023) pagi tadi. Diduga, santri Ponpes Ibnu Kasim Nahdlatul Wathan Bintan ini tenggelam di kolam bekas galian tambang bauksit tersebut. Berikut kronologi santri tenggelam di kolam bekas galian tambang bauksit tersebut.

Dari informasi para santri, awalnya ada 18 orang santri yang berenang di kolam eksgalian tambang bauksit. Termasuk Sigit Purnomo Aji. Saat itu, rekannya mengingatkan kepada Sigit agar tidak ikut berenang. Karena, Sigit belum pandai berenang. Namun, Sigit mandi di tepi kolam.

Baca Juga :  Cen Sui Lan: Awal 2024, Revitalisasi Terminal dan Runway Bandara Letung Kepulauan Anambas Selesai

Setelah asyik bermain, teman-teman korban baru menyadari, bahwa Sigit tidak ada di lokasi awal. Beberapa santri mencoba mencari ke asrama pesantren, dengan asumsi Sigit pulang ke asrama saat temannya mandi. Namun, Sigit tidak ditemukan di asrama. Akhirnya, para santri melaporkan kepada pengasuhnya, bahwa Sigit hilang di kolam eksgalian tambang bauksit.

Kapolsek Bintan Timur AKP Rugianto membenarkan, ada seorang santri Ponpes Ibnu Kasim Nahdlatul Wathan Bintan hilang di kolam eksgalian tambang bauksit. Dari laporan Bhabinkamtibmas Kelurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur Bripka Indra Laksmana, Minggu (8/10/2023) sekira pukul 12.30 WIB, mendapatkan informasi melalui hape dari Wahyudiono selaku RT003/RW002 Kelurahan Gunung Lengkuas, ada anak santri Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Bintan di Kampung Bangun Rejo RT003/RW002, tenggelam saat berenang bersama teman-temannya. Para santri berenang sebanyak 18 orang di kolam bekas galian tambang bauksit.

Baca Juga :  Prarekonstruksi di TKP Kasus Polisi Tembak Polisi, Polri Berkomitmen untuk Pembuktian Ilmiah

Setelah Bhabinkamtibmas mendapatkan informasi dari Ketua RT, Bhabinkamtibmas menghubungi Kapolsek Bintan timur, dan petugas piket Pawas Polsek Bintim, terkait informasi tenggelamnya santri tersebut.

“Laporan yang kami terima, santri Pesantren Nahdlatul Wathan Bintan yang diduga tenggelam itu berjenis kelamin laki-laki atas nama Sigit,” sebut AKP Rugianto menjawab suaraserumpun.com.

Usai mendapat laporan tersebut, Bhabinkamtibmas langsung bergerak ke lokasi kejadian, di Kampung Bangun Rejo RT003/RW002 Kelurahan Gunung Lengkuas.

“Kami juga sudah menghubungi dan berkoordinasi dengan BPBD Bintan, Basarnas, TNI dan masyarakat setempat untuk melakukan pencarian Sigit, di lokasi kolam eksgalian tambang bauksit ini. Sekarang, belum ditemukan. Masih dalam proses pencarian,” kata Kapolsek Bintan Timur. (yen)

Baca Juga :  Turis Asal Belanda Kena Copet di Batam, Dua Pelaku Ditembak

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *