banner 728x90
Personel Satgas Operasi Pekat Seligi 2023 Polres Bintan memeriksa tas dan identitas wanita pesanan teman kencan di penginapan wilayah Bintan Timur, Selasa (3/10/2023) dini hari WIB. F- humas polres bintan

Praktik Wanita Pesanan Teman Kencan di Bintan Timur Terkuak, Tarifnya Rp4 Juta

Komentar
X
Bagikan

Bintan, suaraserumpun.com – Praktik wanita pesanan teman kencan di wilayah Bintan Timur terkuak oleh pihak Polres Bintan dan jajarannya. Tarif wanita pesanan teman kencan ini mencapai Rp4 juta semalam, untuk dua orang.

Praktik wanita pesanan teman kencan atau prostitusi online di wilayah Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau ini berhasil terkuat oleh Satgas Operasi penyakit masyarakat (Pekat) Seligi 2023 Polres Bintan. Tersangka penyedia atau pelaku penjual wanita pesanan teman kencan ini berinisial IM (32). Berdasarkan KTP, IM beralamat di Kota Batam.

Tersangka IM diamankan di salah satu penginapan wilayah Kecamatan Bintan Timur, Binta, Selasa (3/10/2023) dini hari. Pengungkapan tindak pidana prostitusi secara online tersebut berawal dari informasi adanya tindak pidana prostitusi yang diposting pada salah satu media sosial. Selanjutnya informasi tersebut didalami oleh Satgas Operasi Pekat Seligi 2023 Polres Bintan.

Baca Juga :  Cek Sederet Pesan Ansar buat Bupati dan Wabup Karimun Rafiq-Hasyim

Mewakili Kapolres Bintan AKBP Riky Iswoyo SIK MM, Kasihumas Polres Bintan Iptu Missyamsu Alson mengatakan, Satgas Operasi Pekat seligi 2023 Polres Bintan mengungkapkan kasus perdagangan orang dengan cara melakukan tindak pidana prostitusi, yang menjajakan perempuan melalui media sosial.

“Iya, benar. Satgas operasi penyakit masyarakat Seligi 2023 Polres Bintan berhasil mengungkap kasus prostitusi online. Tersangka menjajakan wanita secara online, melalui salah satu aplikasi medsos,” kata Iptu Alson, Kamis (5/10/2023).

Iptu Alson menyampaikan, setelah adanya postingan tersebut personel berusaha menghubungi nomor yang tertera dalam medsos tersebut. Kemudian, dilakukan transaksi melalui media sosial. Tersangka mengirimkan foto-foto wanita pesanan teman kencan yang siap melayani pria pemesan, dengan tarif sesuai dengan yang disepakati.

Baca Juga :  Mendes PDTT: Pengangguran dan Kemiskinan Bisa Turun Lewat Gerakan PKTD

Setelah ada kesepakatan, pria konsumen meminta diantarkan wanita pesanan teman kencan ini ke penginapan. Namun terlebih dahulu membayar uang layanan. Pemesan menentukan lokasi (penginapan) yang akan digunakan untuk berbuat mesum.

“Ada 2 orang wanita pesanan teman kencan yang diantarkan oleh tersangka IM. Yaitu, di sebuah penginapan yang ada di Kecamatan Bintan Timur. Penginapan tersebut juga akan digunakan sebagai lokasi perbuatan mesumnya,” jelas Iptu Missyamsu Alson.

Tersangka IM, terlebih dahulu sampai di penginapan tersebut dan check-in kamar. Setelah dipastikan tersangka dan wanita pesanan teman kencan berada di dalam kamar penginapan, personel langsung melakukan penggerebekan dan menangkap tersangka IM serta dua wanita pesanan tersebut.

Baca Juga :  Lion Air Membuka Lagi Rute Penerbangan Pekanbaru-Jogya, Berikut Jadwalnya

Saat ini, tersangka masih dilakukan penyidikan oleh Satreskrim Polres Bintan. Demikian juga dengan para PSK atau wanita pesanan teman kencan tersebut, dilakukan pemeriksaan.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka IM mengakui telah melakukan perbuatan prostitusi online dengan menjajakan wanita melalui media sosial, dengan tarif yang disepakati.

“Untuk wanita pesanan teman kencan yang diamankan itu, si pemesan membayar sebesar Rp4 juta kepada tersangka, dengan pembayaran secara transfer rekening,” sebut Iptu Alson.

Tersangka IM sebagai ‘papi’ atau muncikari (germo) melanggar Pasal 296 atau Pasal 506 Juncto Pasal 53 KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *