banner 728x90
Gubernur Kepri Ansar Ahmad menandatangani kesepakatan bersama pencanangan Gerakan Selamatkan Pangan di Kepri di halaman Gedung Daerah Tanjungpinang, Minggu (24/9/2023). F- diskominfo kepri

Ansar Ahmad Jadi Pelopor Gerakan Selamatkan Pangan di Kepri

Komentar
X
Bagikan

Tanjungpinang, suaraserumpun.com – Gubernur Kepulauan Riau H Ansar Ahmad mencanangkan sekaligus jadi pelopor Gerakan Selamatkan Pangan Provinsi Kepri. Pencanangan Gerakan Selamatkan Pangan ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama oleh seluruh perangkat daerah, usai pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-21 Provinsi Kepri di halaman Gedung Daerah Tanjungpinang, Minggu (24/9/2023).

Sebelum penandatanganan kesepakatan dilakukan, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyampaikan, Gerakan Selamatkan Pangan merupakan gerakan bersama dalam menurunkan kerawanan pangan dan gizi melalui berbagai upaya antara lain mencegah terjadinya food waste dan mendonasikan pangan berlebih kepada masyarakat yang membutuhkan, selain itu pangan yang sudah tidak layak lagi dikonsumsi manusia dimanfaatkan untuk pakan hewan ternak, kompos dan dimanfaatkan untuk kebutuhan industry.

Baca Juga :  Komisi IX DPR RI Mengapresiasi Penanganan Stunting di Bintan

“Di Indonesia, Kepri merupakan Provinsi pertama yang melakukan pencanangan ini. Hal ini perlu jadi perhatian kita bersama agar kita lebih hemat makanan, tidak berlebih-lebihkan. Makanlah secukupnya, karena itu juga sesuai dengan ajaran agama. Bayangkan, berdasarkan data setiap tahun Indoneaia tercatat telah melakukan pemborosan makanan hingga Rp150 triliun,” kata Ansar Ahmad.

Pangan berpotensi berlebih atau food waste, lanjut Ansar Ahmad, adalah pangan yang masih dalam kondisi baik dan aman, namun berpotensi terbuang atau dimusnahkan jika tidak dimanfaatkan, tetapi pangan ini tidak termasuk left over food (pangan sisa) di hotel, restoran, catering, retail, industri pangan, toko makanan dan/atau pusat perbelanjaan.

Baca Juga :  Roby Kurniawan Buka Rahasia Kiat Sukses bagi Wirausaha Muda buat Anak Bintan

Gerakan selamatkan pangan atau food rescue sendiri adalah upaya penyelamatan pangan berpotensi food waste oleh para pihak yang bersumber dari penyedia pangan/ donatur untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan disertai penetapan kebijakan dan upaya sosialisasi/promosi pencegahan food waste.

Untuk memperkuat program ini Pemprov Kepri telah mengeluarkan Instruksi Gubernur Kepulauan Riau Nomor : 521/417/DKPPKH tentang Gerakan Selamatkan Pangan Provinsi Kepulauan Riau melalui ‘Stop Boros Pangan’ yang memiliki 7 langkah utama, yakni ambil makanan secukupnya dengan gizi seimbang dan habiskan. Kemudian bawa pulang makanan (take away) jika tersisa, bijak berbelanja pangan (Meal Planning), manajemen penyimpanan bahan makanan (gunakan wadah yang
baik, sesuaikan dengan karakteristik pangan), biasakan cek tanggal kadaluarsa, olah kembali dan manfaatkan pangan yang berpotensi terbuang menjadi menu yang variasi dengan tetap memperhatikan cara pengolahan agar tidak rusak kandungan gizinya, dan terakhir mendonasikan makanan berlebih kepada yang membutuhkan.

Baca Juga :  Bhayangkari Cabang Bintan Upacara di Kuburan Menjelang Peringatan HKBG

“Intinya program ini mengajak kita semua berhemat, tidak melakukan pemborosan makanan. Tidak hanya di rumah, tapi dalam acara-acara tertentu agar menggunakan produk makanan dari petani. Kurangi makanan dari negara lain seperti buah dan sebagainya,” pesan Ansar Ahmad si pelopor Gerakan Selamatkan Pangan di Kepri ini. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *