banner 728x90
Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengadakan rapat koordinasi dengan tim AIIB asal Tiongkok tentang pembangunan jembatan Batam-Bintan (Babin), Rabu (2/8/2023). F- diskominfo kepri

Gubernur Kepri dan AIIB Asal Tiongkok Tinjau Lokasi Pembangunan Jembatan Batam-Bintan

Komentar
X
Bagikan

Batam, suaraserumpun.com – Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan AIIB asal Tiongkok akan meninjau lokasi pembangunan jembatan Batam-Bintan. Namun, sebelum peninjauan, Gubernur Kepri dan tim Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) asal Tiongkok, di Hotel Best Western Premier Panbil Batam, Rabu (2/8/2023). Rapat dipimpin langsung oleh Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) H Ansar Ahmad.

Sebelumnya, tim AIIB asal Tiongkok ini telah menggelar rapat bersama Kementerian PUPR, Kementerian Keuangan, dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Rapat tersebut membahas mengenai Multilateral Cooperation Center for Development Finance (MCDF) antara pemerintah Indonesia dan AIIB.

Dalam rakor tersebut disepakati, tim AIIB dan Kementerian PUPR didampingi tim dari Pemerintah Provinsi Kepri, segera turun langsung meninjau lokasi untuk site pembangunan tapak jembatan. Baik di sisi Kota Batam dari mulai Kabil, Tanjung Sauh, Pulau Buau hingga Tanjung Permai di Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan.

“Kita dorong terus agar pembangunan jembatan Batam-Bintan ini segera dibangun. Alhamdulillah, hari ini tim AIIB datang. Artinya mimpi masyarakat akan jembatan Batam-Bintan segera terwujud. Kamis (3/8/2023) ini, rencananya tim akan langsung turun ke lapangan, berkeliling dari sisi Kabil, Tanjung Sauh, Pulau Buau dan Tanjung Permai” kata Ansar Ahmad usai rapat.

Baca Juga :  Di Kepri, Baru 52 Persen Pekerja yang Tercover BPJS Ketenagakerjaan

Gubernur Kepri Ansar Ahmad dihadapan Tim AIIB, Kementerian PUPR dan pengembang PT Batam Raya Sukses Perkasa dari Panbil Grup selaku pengembang industri Tanjung Sauh, mengawali dengan menjelaskan tugas dan tanggung jawab Pemerintah Provinsi Kepri, terkait pembangunan jembatan Babin.

Pemerintah Provinsi Kepri sambungnya, menangani perencanaan mulai dari teknis Detailed Engineering Design (DED), dokumen lingkungan dan dokumen andalin, izin vertikal clearance, pengadaan lahan, penyempurnaan DED hingga izin pinjam pakai kawasan hutan. Terutama yang ada di Tanjung Sauh.

“Apalagi kawasan industri Tanjung Sauh saat ini dikelola dan dikembangkan oleh Panbil Group. Beruntung, pihak Panbil Group telah memberikan persetujuan penggunaan kawasan hutan untuk pembangunan jembatan,” sebut Ansar Ahmad.

Baca Juga :  Aunur Rafiq Sudah Memperbolehkan Nongkrong di Kedai Kopi

Secara keseluruhan, pengadaan lahan untuk pembangunan jembatan Babin, dibutuhkan kurang lebih 74,43 hektare. Yang telah selesai rekapitulasi pengadaan lahannya ada di sisi Pulau Bintan, Pulau Buau dan Tanjung Sauh, yang ditandai dengan telah terbitnya 52 sertifikat.

Kedatangan tim dari AIIB ke Kepri dipimpin Kepala Sektor Investasi Transportasi Regional 1 AIIB Andres Pizarro, didampingi para konsultan, pakar lingkungan, analis, dan ahli manajemen keuangan AIIB.

Kunjungan Tim AIIB asal Tiongkok yang akan membiayai pembangunan jembatan Batam-Bintan (Babin) ke Indonesia, dari tanggal 31 Juli hingga 4 Agustus 2023. Guna melihat langsung sekaligus berdialog serta menjelaskan ke masyarakat setempat, pentingnya pembangunan jembatan yang akan menghubungkan dua wilayah di Kepulauan Riau.

“Meski begitu, tim AIIB meminta betul, setiap kegiatan pembiayaaan yang akan ditangani, meski telah clear semuanya. Dan tidak menimbulkan persoalan dan hambatan apapun di kemudian hari,” pinta Gubernur Kepri.

Terkait kesiapan mewujudkan mimpi besar masyarakat Kepri, untuk memiliki jembatan terpanjang di Indonesia yang mencapai 14,753 km tersebut, Gubernur Kepri sebelumnya telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kementerian PUPR RI, AIIB, dan Pemprov Kepri pada 9 Januari 2023 lalu.

Baca Juga :  Operasi Keselamatan Berlalu Lintas di Bintan, Sasarannya Daya Angkut Kendaraan

Isi perjanjian tersebut di antaranya tentang rencana pembangunan jembatan Babin, khususnya ruas Batam-Tanjung Sauh yang mengusulkan tiga komponen proyek. Perkiraan alokasi biaya yang diperlukan mencapai US$300 juta, yang akan didanai melalui pinjaman dari AIIB.

Komponen pertama, adalah pekerjaan konstruksi dengan estimasi biaya sebesar US$236,88 juta atau sekitar Rp3,695 triliun. Komponen ini mencakup pekerjaan persiapan jembatan dan jalan pendekat. Kedua, komponen jasa konsultasi pengawasan konstruksi sebesar US$11,84 juta atau sekitar Rp184 miliar, untuk membiayai konsultan pengawasan konstruksi.

Poin ketiga, diperuntukan bagi komponen project management consultancy service dengan nilai sebesar US$1,38 juta atau sekitar Rp21,52 miliar yang akan dipergunakan untuk membiayai konsultan manajemen proyek. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *