Beranda All News Revitalisasi Masjid Jami Sultan Lingga Dilanjutkan di 2024, Ansar: Dananya Mencapai Rp3...

Revitalisasi Masjid Jami Sultan Lingga Dilanjutkan di 2024, Ansar: Dananya Mencapai Rp3 Miliar

0
Ansar Ahmad Gubernur Kepri mengecek perigi Masjid Jami Sultan Lingga yang menjadi peninggalan sejarah, di sela peresmian kegiatan revitalisasi tahap pertama, Kamis (12/1/2023). F- diskominfo kepri

Lingga, suaraserumpun.com – Gubernur Kepulauan Riau H Ansar Ahmad meresmikan penyelesaian kegiatan revitalisasi tahap pertama Masjid Jami Sultan Lingga, Kamis (12/1/2023). Ansar Ahmad menegaskan, revitalisasi akan dilanjutkan pada tahun 2024 mendatang, dengan dana sekitar Rp2 miliar hingga Rp3 miliar.

Masjid Jami Sultan Lingga merupakan salah satu masjid peninggalan Kesultanan Melayu Riau-Lingga, yang revitalisasinya digesa Gubernur Kepri Ansar Ahmad mulai tahun lalu, selain Masjid Raya Sultan Riau Penyengat.

Peresmian ditandai dengan syukuran dan pembacaan doa selamat bersama masyarakat Kabupaten Lingga. Adapun total pagu keseluruhan yang dianggarkan Pemprov Kepri dari APBD untuk pekerjaan ini adalah sebesar Rp3,4 miliar.

Di sela peresmian, Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan, revitalisasi aset heritage seperti Masjid Jami Sultan Lingga ini memang tidak mudah. Banyak perizinan yang telah dilalui hingga dapat sampai ke tahap ini.

“Jadi sebelum melaksanakan revitalisasi, beberapa perizinan yang kita urus seperti dari BPCB Batu Sangkar, Kementerian PUPR, Kemendikbud, sampai rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya Provinsi Kepri. Dan Alhamdulillah, semua telah kita lalui dan dapat kita revitalisasi,” ungkap Ansar Ahmad.

Baca Juga :  Ansar Ahmad Menerima Penghargaan BI Awards 2022, Implementasi QRIS di Kepri Terbaik Se-Sumatera

Menurut gubernur, memang menjadi kewajiban pemerintah pada level apapun, semua aset negara yang bernilai heritage harus harus diselamatkan, dijaga, dan dipelihara. Oleh karena itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyebutkan, Provinsi Kepri sejak gubernur-gubernur yang terdahulu pun sudah mulai melaksanakan itu.

“Seperti makam-makam yang ada kaitannya dengan sejarah, kemudian museum untuk tempat menghimpun barang-barang heritage di masa lalu. Contohnya di Lingga ini ada replika Istana Damnah yang juga sudah dibangun pemda. Nah, sekarang gilirannya Masjid Jami Sultan Lingga ini,” jelasnya.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menambahkan, nanti pada pekerjaan tahap kedua yang kemungkinan dilaksanakan pada tahun 2024. Pemprov Kepri akan menganggarkan lagi sekitar Rp2 miliar hingga Rp3 miliar, untuk merampungkan pekerjaan ini.

“Itu salah satunya untuk memasang videotron seperti di Masjid Penyengat, sebagai sarana penyebaran informasi umum kepada masyarakat. Termasuk telling story atau sejarah masjid ini,” ujarnya.

Karena menurutnya, heritage dalam bentuk apapun, telling storynya harus ada, supaya setiap orang bisa membaca, mempelajari, perjalanan sejarahnya.

Baca Juga :  Cen Sui Lan: Anambas Segera Punya Kampus Perguruan Tinggi Termegah di Perbatasan NKRI

Seperti di Pulau Penyengat, Gubernur Kepri Ansar Ahmad juga berencana untuk mengundang Menteri PPN/Kepala Bappenas untuk berkunjung ke Lingga. Sebagai upaya menarik perhatian pemerintah pusat terhadap pelestarian heritage di Lingga.

“Nanti sama Pak Bupati akan ajak Kepala Bappenas ke sini. Sepertinya beliau sangat senang dengan kawasan heritage seperti ini. Termasuk museum dan Istana Damnah,” ucapnya.

Gubernur Kepri menyatakan, Lingga memiliki prospek wisata sejarah yang besar. Banyak sekali orang-orang Eropa yang menjadikan wilayah ini sebagai objek penelitiannya.

“Di Ibu Kota Provinsi, di Gedung LAM itu nantinya bisa kita buat sarana promosi terintegrasi. Semua objek heritage kita di tiap Kabupaten Kota supaya lebih banyak menarik orang datang ke Kepri,” tutupnya.

Adapun pekerjaan revitalisasi Masjid Jami Sultan Lingga terdiri dari pekerjaan bongkar pasang plapond dan listplank lebah bergayut, perbaikan Atap Mihrab yang rembes, penggantian Atap Masjid dari asbes menjadi genteng tanah liat, penambahan kuda-kuda baru (kuda-kuda kayu) penyambungan kaki kuda-kuda 20 cm, pemasangan rangka atap (kaso dan reng), residu kuda-kuda dan rangka atap, dan pemasangan alumunium bubble foil.

Baca Juga :  Pemprov Kepri dan BPK Gelar Entry Meeting, Bahas Soal Temuan

Kemudian pemasangan atap dan nok genteng tanah liat, penggantian instalasi listrik masjid, penggantian plasteran dinding luar dan dalam masjid batas ambang bawah jendela, penggantian kayu kusen yang lapuk secara parsial, penggantian cat masjid dengan cat produk KEIM, pembongkaran bangunan WC dan tempat wudhu, renovasi rumah Qarim masjid menjadi WC, pemagaran kolam dan pembuatan tempat wudhu, rehab Pagar depan dan gerbang masuk masjid serta pagar samping, pekerjaan Perpipaan, serta penggantian keramik halaman masjid dengan marmer.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua TP-PKK Kepri sekaligus Ketua Komisi IV DPRD Kepri Hj Dewi Kumalasari, Anggota Komisi IV DPRD Kepri Hanafi Ekra, Bupati Lingga M Nizar, Ketua TP-PKK Lingga, Tim Percepatan Pembangunan Sarafuddin Aluan, Forkopimda Kabupaten Lingga, Asisten Pemerintahan dan Kesra sekaligus Plt Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri TS Arif Fadillah, Kepala Dinas ESDM Kepri M Darwin, Kepala DPMPTSP Kepri Hasfarizal Handra, dan Kepala Biro Adpim Setda Kepri Dody Sepka. (yen)

Editor: Wahyu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here