banner 728x90
Kapolres Bintan AKBP Riky Iswoyo SIK MM dan Kapolsek serta Kasat jajarannya meninjau stan dan bazar murah di lokasi eksarena MTQ Teluk Bakau, Gunung Kijang, Kamis (2/2/2023). F- dok/suaraserumpun.com

Sebagian Murid Tak Mau Sekolah, Begini Penjelasan Kapolres Bintan Soal Penculikan Anak

Komentar
X
Bagikan

Bintan, suaraserumpun.com – Informasi tentang isu penculikan anak di wilayah Kabupaten Bintan, menyebabkan sebagian murid SD tak mau masuk sekolah. Warga tak perlu panik. Begini penjelasan Kapolres Bintan AKBP Riky Iswoyo mengenai info beredar soal penculikan anak di sekolah.

Beberapa hari lalu, warga Bintan heboh tentang penculikan anak sekolah. Info tersebut langsung mendapat klarifikasi dari pihak Sekolah Dasar (SD) Negeri 002 Bintan Timur. Bahwa info penculikan anak itu, tidak benar (hoaxs).

“Walaupun begitu, anak saya sampai-sampai tak masu masuk sekolah,” kata seorang ibu dari pelajar atas nama Baim.

Selain di Bintan Timur, kabar penculikan anak juga beredar di Bintan Utara. Karena, ada orang tua melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian. Kejadian yang dilaporkan orang tua, saat di luar jam sekolah. Namun, pihak kepolisian masih menyelidiki kebenaran, informasi penculikan anak tersebut. Apakah kejadian itu, benar-benar upaya penculikan anak, atau tindakan lain.

Baca Juga :  Gratis untuk Pengurusan Pas Kecil Bagi Kapal Nelayan Tradisional

“Di Bintan Utara, itu masih dalam penyelidikan pihak Polsek Bintan Utara. Belum dipastikan kebenarannya,” tegas Kapolres Bintan.

Mengenai isu penculikan anak beredar di berbagai pesan singkat, grup whatsApp (WA) dan beberapa media sosial lainnya, Kapolres Bintan AKBP Riky Iswoyo SIK MM mengimbau, agar warga Bintan tidak panik menyikapinya. Namun harus selalu waspada dan berhati-hati.

“Masyarakat tidak perlu takut atau resah yang berlebihan. Jangan mudah percaya sebelum mengetahui faktanya,” tegas Kapolres Bintan didampingi sejumlah Kapolsek dan Kasat, usai meninjau lokasi basar dan pasar murah BUMDes di eksarena MTQ Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Kamis (2/2/2023).

Baca Juga :  Tragedi Kapal Karam Pengangkut TKI Ilegal, 17 Korban Belum Ditemukan

AKBP Riky Iswoyo SIK MM menyampaikan, masyarakat harus cerdas dan bijak membaca dan mencerna berbagai informasi yang beredar. Jangan mudah percaya sebelum mengetahui faktanya. Namun, waspada harus tetap dikedepankan.

“Kami dari pihak Kepolisian Resor Bintan beserta jajaran mengimbau kepada seluruh warga Bintan kepada para orang tua, agar mengantar anaknya ke sekolah dan pastikan anak sudah masuk ke dalam pagar sekolah. Dan untuk orang tua menjemput anaknya, sebelum jam pulang sekolah sudah berada di sekolah anak,” ujar AKBP Riky Iswoyo.

Baca Juga :  Dewi Kumalasari Mendoakan Anak Didik Pemasyarakatan LPKA Batam Menjadi Pemimpin Negeri

Kemudian Kapolres Bintan mengimbau juga ke pihak sekolah kepada kepala sekolah dan guru, agar memastikan anak dijemput oleh orang tua atau wali murid, atau orang yang dikenali anak. Jika setelah waktu pulang sekolah dan anak belum ada yang menjemput, agar pihak sekolah melarang anak untuk keluar pagar sekolah.

“Terakhir kami menyampaikan, apabila ada informasi terkait adanya penculikan dan kekerasan terhadap anak, agar terlebih dahulu di cek kebenarannya. Dan apabila mendapat informasi atau mengetahui kejadian penculikan dan kekerasan terhadap anak, segera laporkan kepada kantor polisi terdekat. Atau menghubungi Bhabinkamtibmas,” tutup Kapolres Bintan. (yen)

Editor: Wahyu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *