banner 728x90
Sukrianto Jaya Putra Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun menerima keluhan peternak dalam menyediakan hewan kurban menjelang Idul Adha 1443 hijriah, akibat PMK pada hewan ternak. F- ion/suaraserumpun.com

Karimun Bakal Kekurangan Sapi Menjelang Idul Adha 1443 Hijriah

Komentar
X
Bagikan

Karimun, suaraserumpun.com – Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bakal kekurangan sapi dan hewan ternak lainnya, menjelang Idul Adha 1443 hijriah ini. Sebab, pengiriman sapi terkendala akibat mewabahnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di luar wilayah Kepri. Sedangkan ketersediaan sapi di Kepri, dipasok dari Sumatera.

Hasil rapat bersama yang dilaksanakan Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun bersama dengan Polri, Karantina Hewan dan Tumbuhan serta para pemasok hewan ternak, belum mendapatkan solusi menghadapi PMK ini. Khususnya, untuk menutupi kekurangan kebutuhan hewan kurban sapi (lembu) dan kambing, pada saat lebaran Idul Adha 1443 hijriah nanti.

Baca Juga :  Menparekraf Sandiaga Uno Tinjau Shooting Film Animasi di Nongsa Digital Park

Hal ini disebabkan, daerah Riau yang biasa dijadikan transit pengiriman hewan kurban telah ditetapkan sebagai daerah wabah LSD. Sehingga, Kabupaten Karimun terancam krisis hewan kurban.

“Memang, kita sudah melaksanakan rapat untuk membahas beberapa opsi agar kekurangan kebutuhan sapi dan kambing untuk kurban bisa teratasi. Salah satunya untuk mendatangkan dari daerah border yang dekat dengan Karimun. Seperti, dari Bengkalis dan Meranti. Hanya saja, tetap tidak bisa, karena daerah tersebut merupakan Provinsi Riau,” kata Sukrianto Jaya Putra Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun, Rabu (25/5/2022).

Baca Juga :  Anak Bisa Dapat Beasiswa Rp64,5 Juta, Ikut Program JKK dan JKM

Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun sudah menghubungi Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Siak. Juga tetap tidak bisa. Sebagai contoh, beberapa waktu lalu dari Kabupaten Siak dilakukan pengiriman sapi ke Kabupaten Meranti. Sampai di lokasi tujuan, ditolak dan dikembalikan ke daerah asal.

“Selain itu, informasi yang kita dapatkan dari hasil rapat bersama bahwa untuk sementara Balai Karantina Hewan dan Tumbuhan setop mengeluarkan sertifikat kesehatan untuk hewan. Dengan kondisi seperti ini, saya sudah laporkan ke Pak Bupati. Dalam waktu dekat juga akan menyurati Dinas Pertanian dan Pangan Provinsi Kepri, agar ada solusi bagaimana mengatasi kekurangan hewan sapi untuk Karimun,” jelasnya.

Baca Juga :  Begini Sosok Ruslan Ali Wasyim di Mata Ansar Ahmad Gubernur Kepri

Dikatakannya, jika dilihat data hewan kurban sapi dan kambing yang ada di peternak lokal, saat ini hampir 50 persen kekurangannya. Sapi lokal yang tersedia saat ini sebanyak 269 ekor. Sedangkan, kebutuhan tahun lalu, 552 ekor. Kemudian, untuk kambing yang tersedia 405 ekor, dan kebutuhan tahun lalu 765 ekor. (nurul atia/ion)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *