banner 728x90
Hafizha Rahmadhani Ketua TP-PKK Bintan bersilaturahmi dengan majelis guru sebelum memberikan pendidikan urgensi gizi seimbang bagi pelajar SMPN 2 Bintan Timur. F- dok/suaraserumpun.com

Hafizha Beri Pendidikan Urgensi Gizi Seimbang bagi Pelajar

Komentar
X
Bagikan

Bintan, suaraserumpun.com – Ketua TP-PKK Bintan Hafizha Rahmadani didampingi beberapa kepala OPD menghadiri kegiatan gerakan aksi bergizi di SMPN 2 Bintan Timur, Rabu (8/5/2024). Dalam kegiatan ini, Hafizha memberikan pendidikan urgensi gizi seimbang bagi pelajar.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para siswa agar membiasakan mengonsumsi makanan dengan menu gizi seimbang dan aktivitas fisik. Para siswi juga diingatkan untuk mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD).

Hafizha menerangkan, Gerakan Aksi Bergizi merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran remaja usia sekolah agar membiasakan diri dalam pola hidup yang sehat. Selain menanamkan kebiasaan makan makanan yang sehat, kegiatan ini juga memberikan pengetahuan tentang gizi yang baik. Sehingga menambah wawasan para siswa yang diharapkan menjadi generasi emas di masa hadapan.

Baca Juga :  Cen Sui Lan dan Kementerian PUPR Bangun Rusun Senilai Rp16,8 Miliar buat Mahasiswa STT Real Batam

“Pemberian pil penambah darah bertujuan untuk meningkatkan kesehatan siswi./ Sehingga terhindar dari berbegai efek yang ditimbulkan oleh anemia. Jadi adik-adik semua harus paham, bagaimana konsep pola makan dan pola hidup yang sehat khususnya untuk diri sendiri,” kata Hafizha Rahmadhan Putri.

Program aksi bergizi mengenalkan kepada siswa berbagai variasi makanan yang sehat dengan kandungan gizi yang ada pada makanan. Serta manfaat yang akan diberikan kepada tubuh. Sehingga setiap diri dapat memilih makanan yang baik. Kesehatan remaja menjadi salah satu faktor penunjang yang akan menentukan kualitas generasi yang akan datang. Termasuk dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting di generasi mendatang, khususnya di Bintan.

Baca Juga :  Panglima TNI Mengunjungi Situs Bersejarah dan Mushaf Alquran di Pulau Penyengat

Angka kejadian anemia di Indonesia terbilang masih cukup tinggi. Berdasarkan data Riskesdas 2018, prevelensi anemia pada remaja sebesar 32 persen. Artinya 3 sampai 4 dari 10 remaja menderita anemia. Hal ini akan berdampak pada tidak optimalnya kemampuan belajar dan prestasi di sekolah, juga menurunnya produktivitas. Untuk jangka panjang, remaja putri yang anemia ketika nanti menikah, akan berisiko menjadi ibu hamil anemia. Bahkan bisa menyebabkan kurang energi protein dan hal itu yang perlu diantisipasi.

Hafizha berharap, dengan kegiatan aksi bergizi dan pemberian tablet tambah darah di sekolah, dapat menjadi momentum dalam meningkatkan kesadaran remaja putri akan pentingnya konsumsi asupan gizi seimbang. Pembiasaan sejak remaja agar teratur mengonsumsi makanan kaya akan asam folat dan zat besi. Serta suplementasi tablet tambah darah satu tablet setiap pekannya. (yen)

Baca Juga :  Hasil Lengkap Pekan Pertama Liga Champions, Inter Vs Madrid Berlangsung Dramatis, Inzaghi Diganjar Kartu Kuning

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *