banner 728x90
Petugas program padat karya swakelola mulai bekerja membersihkan drainase dari endapan lumpur hingga sampah rumah tangga, Senin (4/12/2023). F- diskominfo tanjungpinang

600 Petugas Padat Karya Mulai Beraksi, Drainase Bebas Lumpur dan Sampah Rumah Tangga

Komentar
X
Bagikan

Tanjungpinang, suaraserumpun.com – Sebanyak 600 masyarakat yang menjadi bagian dari kegiatan padat karya mulai beraksi membersihkan saluran drainase dan lingkungan sempadan jalan, Senin (4/12/2023). Drainase pun mulai bebas lumpur dan sampah rumah tangga.

Ada 18 titik saluran drainase, di 18 kelurahan, yang mulai dibersihkan, Senin (4/12/2023). Endapan lumpur, kayu, batu, sampah plastik, dan sampah rumah tangga lainnya terangkat dari saluran drainase. Lumpur bercampur sampah rumah tangga tersebut, terbukti menjadi salah satu penyebab terjadinya penyumbatan saluran drainase.

Penjabat (Pj) Wali Kota Tanjungpinang Hasan SSos melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang Teguh Susanto mengatakan, kondisi geologis Tanjungpinang yang sebagian wilayahnya merupakan dataran rendah, rawa bakau, dan sebagian lainnya merupakan perbukitan, menyebabkan Tanjungpinang rentan terhadap bahaya banjir.

“Kerawanan dan ancaman banjir akan semakin parah jika saluran drainase tersumbat. Melalui program dan kegiatan padat karya yang dicetuskan oleh Penjabat Wali Kota Tanjungpinang, saluran drainase dibersihkan. Tujuannya, agar aliran air di saluran pembuangan tidak tersumbat dan mengurangi resiko banjir,” ucap Teguh Susanto.

Baca Juga :  Satpolairud Polres Bintan Mencegat Speed Boat Berbendera Usang

Berdasarkan kegiatan di hari pertama kegiatan padat karya itu, ditemukan fakta bahwa sedimen atau endapan lumpur bercampur sampah rumah tangga di banyak saluran drainase sudah hampir sedalam saluran drainase itu sendiri. Diperlukan ketekunan dan kebersamaan anggota kelompok swadaya masyarakat (KSM) untuk membersihkan endapan tersebut.

Selain ditujukan untuk membersihkan saluran drainase dari endapan lumpur bercampur sampah rumah tangga, lanjut Teguh, kegiatan padat karya itu juga ditujukan untuk membantu perekonomian anggota KSM. Sebab Penjabat Wali Kota Tanjungpinang juga minta agar anggota KSM direkrut dari keluarga-keluarga pra Sejahtera. Hingga insentif atau honor sebesar Rp 110 ribu yang diterima oleh setiap anggota KSM, diharapkan mampu menambah daya beli masyarakat.

“Kegiatan dilaksanakan selama beberapa kali, berlanjut hingga akhir Desember 2023. Bisa saja Pak Hasan mengerahkan alat berat untuk membersihkan sampah drainase, tapi beliau ingin kegiatan itu juga memberi dampak ekonomi kepada masyarakat. Terutama yang berasal dari keluarga pra Sejahtera,” tambah Teguh.

Baca Juga :  Serunya KasmaRun 2021, Ada Permainan Tradisional hingga Berpantun Melayu

Kegiatan padat karya yang digagas Penjabat Wali Kota Tanjungpinang, tidak hanya bekerja pada upaya pembersihan saluran drainase. Pogram jambanisasi juga dilaksanakan dengan melibatkan anggota Masyarakat. Jika dalam kegiatan pembersihan drainase melibatkan sebanyak 600 anggota KSM, kegiatan jambanisasi melibatkan sebanyak 160 anggota keluarga pra sejahtera. Kegiatan jambanisasi dilaksanakan di 12 kelurahan, dengan jumlah yang disesuaikan dengan tingkat kebutuhan masyarakat.

“Masyarakat yang tergabung dalam KSM pada dua kegiatan padat karya adalah masyarakat Tanjungpinang. Ada dampak ekonomi yang diharapkan muncul melalui kegiatan tersebut. Bapak penjabat wali kota, mengharapkan peran aktif masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. Para camat dan lurah, juga dipesan untuk ikut mengawasi langsung pelaksanaan kegiatan tersebut,” jelasnya.

Sebelumnya, Pj Wali Kota Tanjungpinang Hasan SSos menyerahkan bantuan peralatan yang bersumber dari Dana Insentif Daerah (DID). Bantuan diserahkan di halaman Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Minggu (3/12/2023).

Baca Juga :  Begini Cara Dewi Kumalasari Mendorong Pelajar SMP Negeri 1 Bintan Berinovasi

Bantuan berupa peralatan dan pendukung juga diberikan untuk kelurahan se-Kota Tanjungpinang. Melalui program padat karya swakelola. Fokus utama program mencakup normalisasi dan pembersihan sempadan saluran utama/drainase, serta normalisasi rumput.

Penerima manfaat dari bantuan ini adalah pekerja kegiatan normalisasi drainase dan kegiatan potong rumput dari KSM Banjar Jaya Kelurahan Air Raja, KSM Mekar Sari Kelurahan Pinang Kencana, KSM Manggis Kp. Air Bukit Kelurahan Pinang Kencana, dan KSM Mayangsari Kelurahan Tanjung Ayun Sakti. Bantuan mencakup perlengkapan alat pelindung diri (APD). Seperti helm safety, rompi safety, dan sepatu boot.

Sedangkan alat kerja yang diserahkan meliputi cangkul, cangkul garpu 3 jari, keranjang, pungkis, sekop, gerobak, traffic cone, sarung tangan, dan perlengkapan lainnya. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *