Beranda All News 90 Persen Tak Terbang, Pesawat Lion Air Group Dirawat di KEK Batam...

90 Persen Tak Terbang, Pesawat Lion Air Group Dirawat di KEK Batam Aero Technic (BAT)

0
Pesawat Lion Air Group menjalani perawatan di hanggar KEK Batam Aero Technic (BAT) Kepri, pada saat tak terbang selama masa PPKM Darurat.

BATAM (suaraserumpun) – 80 sampai 90 persen pesawat member of Lion Air Group tak terbang, selama masa PPKM Darurat akibat pandemi Covid-19. Sebagian pesawat Lion Air Group itu, menjalani perawatan di hanggar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam Aero Technic (BAT), Kota Batam, Provinsi Kepri.

Lion Air (kode penerbangan JT), Wings Air (kode penerbangan IW), Batik Air (kode penerbangan ID) member Lion Air Group, dalam setiap pengoperasian penerbangan, telah memenuhi aspek-aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan (safety first). Serta dilakukan upaya tidak menyebabkan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Selama masa pemberlakuan Pemberlakuan Perbatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa dan Bali serta daerah lainnya, Lion Air Group mendukung program pemerintah tersebut.

Operasional dan layanan Lion Air Group disesuaikan dengan tren (permintaan) pasar. Lion Air Group akan melayani penerbangan, apabila secara skala atau penghitungan ekonomi terpenuhi.

“Dalam situasi tersebut (PPKM Darurat), rata-rata 80 sampai 90 persen pesawat udara Lion Air Group, tidak diterbangkan,” sebut Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic of Lion Air Group melalui keterangan resmi yang diterima redaksi suaraserumpun.com, Jumat (16/7/2021) malam.

Meski tak diterbangkan, Lion Air Group secara konsisten (terstruktur dan terjadwal) menjalankan semua pemeliharaan. Pengecekan pesawat udara menurut program perawatan (approved maintenance program) secara berjadwal (schedule maintenance) dan tidak berjadwal (unscheduled maintenance). Ketika melakukan pengerjaan, petugas telah diberikan pengetahuan mengenai keselamatan dan telah melakukan tes kesehatan.

Baca Juga :  Kejari Menitipkan Ignatius Mr Bom ke Tahanan Polres Bintan

Upaya tersebut sesuai dengan standar operasional prosedur guna mewujudkan operasional penerbangan, memastikan setiap pesawat kondisi prima, aman dan laik terbang (airworthiness). Serta sejalan untuk merencanakan dengan tepat, persiapan penerbangan (preparation ready for flight).

Fokus pada fase pengerjaan itu antara lain pengecekan dan pemeliharaan komponen pesawat. Pemeriksaan dan perawatan kinerja (performa) secara komprehensif dari seluruh komponen pesawat udara, yaitu pada mesin (preservation engine), perangkat tambahan daya (auxiliary power unit), navigasi, perlatan komunikasi, hiburan dalam penerbangan (inflight entertainment), fasilitas pesawat dan lainnya yang terkait.

Kemudian, dilakukan sterilisasi pesawat. Pengecekan sistem sirkulasi udara pada kabin, termasuk HEPA (High Efficiency Particulate Air) filter yang digunakan sebagai alat penyaring sirkulasi udara di dalam pesawat.

Proses sterilisasi mencakup disinfection, disinsection, fummigasi dan deepcleaning. Menyediakan dan melakukan penyemprotan cairan multiguna pembunuh kuman (disinfectant spray) sesuai prosedur yang berlaku.

Area detail mencakup ruang kokpit, toilet (lavatory), dapur (galley), kompartemen bagasi, meja lipat pada kursi, sandaran kursi, penutup kursi bagian kepala (head cover), penutup jendela dan dinding kabin, karpet dan ruang kargo di bagian bawah kabin pesawat.

Baca Juga :  Agusnawarman: Program Pinjaman Tanpa Bunga Tinggal MoU Gubernur dengan Bank RiauKepri, Ini Syarat Mendapatkannya

Fase lainnya yaitu membersihkan pesawat dan peralatan pendukung. Peningkatan kegiatan kebersihan pesawat udara secara berkala dengan metode Aircraft Exterior and Interior Cleaning (AEIC), seperti pencucian dan membersihkan (lap) badan pesawat.

Selain itu, kebersihan diberlakukan untuk peralatan pendukung seperti kendaraan pendorong pesawat (pushback car), bus penghubung (neoplane), tangga masuk pesawat untuk penumpang dan kargo, kendaraan pengangkut barang dan kargo.

Selain itu dilakukan pengecekan pesawat cadangan. Perawatan khusus untuk pesawat cadangan (standby), sesuai ketentuan dari pembuat (pabrikan) pesawat yang disebut sebagai prolong inspection. Dalam mendukung operasional dan layanan penerbangan, Lion Air Group mempersiapkan semua armada, yang akan dioperasikan sesuai kebutuhan dan permintaan pasar. Terdiri dari tipe Boeing 737-800NG, Boeing 737-900ER, Airbus 320-200CEO, Airbus 320-200NEO, Airbus 330-300CEO, Airbus 330-900NEO, ATR 72-500 dan ATR 72-600.

Perawatan di KEK Batam Aero Technic (BAT)

Perawatan pesawat udara dilaksanakan di pusat perawatan pesawat Lion Air Group, di Batam Aero Technic. Serta di bandar udara (base station) di mana pesawat Lion Air Group berada. Seluruh prosedur yang dilakukan telah mengikuti aspek keselamatan yang dapat membantu untuk melaksanakan seluruh tahapan sampai selesai.

Tetap melaksanakan proactive maintenance pesawat sesuai approved maintenance program masing-masing maskapai di pusat perawatan pesawat Batam Aero Technic. Untuk perawatan besar dan perawatan ringan dilakukan di line maintenamce base.

Baca Juga :  Kemenhub Bakal Membangun 10 Bandara Perairan Waterbase, Satu Lokasi di Natuna

Untuk di Base Maintenance Batam Aero Technic, dalam satu kali maintenance mampu merawat 15 unit. Terdiri dari pesawat berbadan lebar (wide body aircraft). Seperti Airbus 330, pesawat berbadan sedang atau kecil (narrow body aircraft). Antara lain Boeing 737, Airbus 320, ATR maupun Hawker. Meliputi pekerjaan ringan sampai pekerjaan berat. Termasuk painting full body pesawat, peremajaan interior pesawat, perawatan komponen pesawat dan lainnya.

Seluruh teknisi dan tim pelaksana terkait tetap menjalankan protokol kesehatan. Yakni mencuci dan membersihkan tangan, penggunaan masker, sarung tangan, perlengkapan keamanan (safety equipment) dan lainnya sebagai upaya. Langkah ini sebagai tindakan preventif dengan mengutamakan kesehatan.

Lion Air Group menyatakan, patuh dan menjalankan kebijakan regulator dan standar prosedur operasi perusahaan serta ketentuan internasional.

Lion Air Group juga menjalankan program wajib pelatihan (mandatory training) bagi teknisi tetap berjalan salah satunya menggunakan pembelajaran berbasis elektronik (e-learning), antara lain fokus pada safety management system (SMS), faktor utama pada diri dalam bekerja (human factor) serta penguatan dan penyegaran kembali (recurrent) mengenai SOP.

“Ketika tak terbang, pesawat Lion Air Group dirawat di KEK Batam Aero Technic,” ujar Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic of Lion Air Group. (SS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here