Beranda All News Kampung Wisata Sorgum di Bintan, Tempatnya Warga Topsel Menyuguhkan Produk Antidiabetes

Kampung Wisata Sorgum di Bintan, Tempatnya Warga Topsel Menyuguhkan Produk Antidiabetes

0
Kades Toapaya Selatan Suhenda bersama petani Toapaya Selatan ketika panen sorgum.

KEPULAUANRIAU (suaraserumpun) – Kini, ada kampung wisata sorgum (sorghum bicolor) di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Di kampung wisata yang satu ini, pengunjung bakal disuguhkan beberapa produk makanan dan minuman dari bahan sorgum, sebagai penangkal penyakit diabetes.

Kampung wisata sorgum ini berawal dari usaha Pemerintah Kabupaten Bintan, untuk mengembangkan tanaman sorgum di Desa Toapaya Selatan (Topsel), Kecamatan Toapaya. Namun, tanaman yang satu ini sudah berkembang ke beberapa desa dan kelurahan lain. Bahkan sudah merambah ke beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Bintan. Tapi, Toapaya Selatan tetap menjadi idola bagi pengunjung untuk menikmati pesona agrowisata tanaman sorgum.

Saat ini, masih banyak yang belum tahun atau mengenal dengan tanaman sorgum. Tanaman sorgum dengan bahasa latin sorghum bicolor ini merupakan tanaman serbaguna yang dapat digunakan sebagai sumber pangan, pakan ternak dan bahan baku industri. Khususnya untuk industri jamu dan sudah merambah ke industri obat-obatan. Sebagai bahan pangan, sorgum berada pada urutan ke-5 setelah gandum, jagung, padi, dan jelai. Sorgum merupakan makanan pokok penting di Asia Selatan dan Afrika sub-sahara.

Tanaman pangan yang satu ini menyerupai tanaman jagung. Hanya saja, buahnya berupa butiran atau biji yang berukuran seperti biji kedelai. Biji sorgum diolah dan dapat digunakan sebagai sumber pangan, serta bahan baku industri.

Sorgum ini merupakan bahan pangan selain gandum, jagung, padi, dan jelai. Sorgum ini sudah jadi makanan pokok bagi rakyat di negara Asia dan Afrika. Di Jawa dan Bangka Belitung, sudah dikembangkan sejak lama. Kini, sudah mulai berkembang di Kabupaten Bintan. Khususnya di Desa Toapaya Selatan.

Jenis Benih

Desa Toapaya Selatan, Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan terbilang sukses dalam membudidayakan tanaman sorgum. Meski baru tahap pengembangan, tapi sudah memberikan manfaat bagi petani dan sejumlah orang yang telah mengetahui khasiat sorgum. Di Toapaya Selatan, ada 6 jenis benih sorgum yang dikembangkan. Penanaman perdana, dilakukan oleh Bupati Bintan H Apri Sujadi, sekitar September 2020 lalu.

Benih sorgum (Sorghum bicolor) yang siap untuk dipanen.

Enam jenis sorgum yang dikembangkan di Desa Toapaya Selatan. Jenis sorgum yang dikembangkan itu antara lain bioguma, numbu, super 2, super, black shorgum dan latu panai.

Baca Juga :  AKBP Bambang Sugihartono Cemas-cemas Saat Menemui Warga yang Menjalani Isolasi Mandiri

Akhir Desember 2020 lalu, pemerintah desa setempat dan kelompok tani sorgum, kembali melakukan penanaman benih sorgum. Benih yang ditanam itu berasal dari hasil panen, pada penanaman perdana. Dalam melakukan budi daya sorgum ini, petani didampingi tenaga ahli peningkatan ekonomi desa (TAPED) Suharjo. Di bawah pembinaan Kades Toapaya Selatan Suhenda.

“Ada sekitar 4 hektare yang kami kembangkan pada tahap awal itu. Sekarang, benihnya sudah kami berikan kepada petani di desa dan kelurahan lainnya. Bahkan ke petani kecamatan lainnya,” ujar Suhenda, saat memberikan keterangan kepada suaraserumpun.com, Selasa (30/3/2021) kemarin.

Objek Wisata

Selain di area uji coba Desa Toapaya Selatan, pengembangan sorgum juga dilakukan oleh petani di Kelurahan Toapaya Asri, Toapaya Utara di Kecamatan Toapaya. Bahkan, petani Kelurahan Kawal dan beberapa lokasi di Kecamatan Gunung Kijang sudah membudidayakan sorgum.

Pengunjung yang sedang piknik sambil panen sorgum di lahan petani.

Secara perlahan, tanaman sorgum di beberapa kecamatan di sekitar Toapaya sudah banyak yang mengenal sorgum. Para petani tak cuma hanya mengambil hasil dari tanaman sorgum. Tapi, petani sudah menerima kunjungan dari luar.

“Tanaman sorgum ini sudah menjadi wisata bagi orang luar. Orang tertarik ke kebun sorgum, untuk melihat keunikannya. Dan ingin tahu secara dekat, apa itu sorgum,” tambah Suhenda.

Di area perkebunan sorgum, cukup banyak pengunjung yang ingin berswafoto. Karena, buah (biji) sorgum itu terlihat seperti bunga yang mekar. Sementara, batang dan daunnya menyerupai tanaman jagung. Tak jarang pula, pengunjung kampung wisata sorgum ingin mengetahui, apa produk yang dihasilkan dari sorgum.

Pengolahan Sorgum

Baca Juga :  Peranan Penting Orang Tua dalam Memberikan Edukasi Seks pada Anak

Nah, bicara produk atau hasil pengolahan produksi dari tanaman sorgum, cukup banyak. Ternyata, petani sorgum di Desa Toapaya Selatan sudah melakukan uji coba dalam pengolahan hasil produksi sorgum. Sebagian tanaman sorgum ini diolah menjadi bahan minuman teh daun sorgum, popcorn sorgum, jamu akar sorgum, minuman segar dari nira sorgum, gula merah sorgum, beras sorgum, sampai dengan kerajinan bunga dari bonggol biji sorgum itu.

Bahan jamu dari pengolah sorgum untuk penderita diabetes.

Teh sorgum dibuat dari daun sorgum yang masih muda, belum mencapai usia 30 hari. Popcorn sorgum diolah dari biji sorgum yang sudah dipisahkan dari kulitnya. Akar sorgum merupakan bahan jamu yang sangat baik untuk kesehatan tubuh. Kemudian, batang sorgum digiling dan diambil airnya (nira) untuk menjadi minuman segar. Nira dari batang sorgum itu bisa diolah lagi menjadi gula merah.

“Saat pengunjung datang ke kampung sorgum, mereka baru tahu hasil olahan dari sorgum ini,” tambah Suhenda.

Antidiabetes

Sedangkan butiran sorgum yang sudah digiling atau sudah lepas dari kulitnya, itu merupakan beras sorgum. Jika beras sorgum ini dipermentasi, akan menghasilkan etanol, dan bisa menjadi bahan bakar. Jika beras sorgum dimasak akan menjadi bahan pokok pengganti nasi, dengan kadar karbohidrat dan glukosa yang rendah.

Kades Toapaya inisiator budi daya sorgum jadi pembicara di seminar se-Kepri.

Khasiat dari sorgum ini, bisa mengobati penderita diabetes. Terutama teh sorgum dan nira sorgum. Bisa menurunkan gula di dalam tubuh.

“Petani kami, selalu menyuguhkan produk sorgum dengan khasiat antidiabetes ini,” tutur Suhenda.

Suhenda yakin, khasiat dari olahan sorgum itu sangat baik untuk penderita diabetes maupun penyakit sejenisnya. Karena, manfaat positif dari pengolahan sorgum itu sudah dilakukan semuanya. Mulai dari akar sampai buah sorgum, semuanya bermanfaat. Tak cuma untuk kesehatan, tapi memberikan provit atau penghasilan ekonomi.

Budi Daya Sorgum

Ketika pengunjung tiba di kampung wisata sorgum di Desa Toapaya Selatan, mayoritas ingin mengembangkan tanaman sorgum. Baik di area pertanian yang luas, maupun pengembangan di dalam polybag untuk pekarangan rumah. Teknis budi daya tanaman sorgum ini tidak sulit. Sama halnya menanam jagung.

Baca Juga :  Cen Sui Lan Anggota DPR RI, Perempuan Tionghoa Pertama dari Kepri yang Menembus Senayan

Suharjo, Tenaga Ahli Peningkatan Ekonomi Desa (TAPED) Toapaya Selatan menerangkan, untuk budi daya di area pertanian, tahap awal dilakukan pengolahan tanah. Mulai dari membersihkan lahan, membuat bedengan, sampai dengan pembuatan lubang tanam. Jarak tanam sorgum ini antara 35 sampai 40 sentimeter.

Produk yang dihasilkan dari budi daya tanaman sorgum.

Setiap lubang tanam, biasanya petani menanam benih sorgum sebanyak 4 sampai dengan 5 biji. Pada saat tumbuh, tanaman yang digunakan untuk produksi sorgum, berkisar 1 atau 2 batang. Sedangkan tanaman yang lainnya, akan tebang saat berumur lebih kurang 1 bulan. Tanaman yang ditebang itu, digunakan untuk membuat teh daun sorgum. Dan diambil niranya untuk gula sorgum. Sehingga, tanaman yang berproduksi sampai umur 3 bulan itu, berkisar 15 ribu batang per hektare lahan.

Dikunjungi Istri Gubernur

Dengan budi daya sorgum yang mudah itu, sudah cukup banyak petani di Bintan yang menanam sorgum. Bahkan, dengan keberhasilan ini, Kades Toapaya Selatan Suhenda sudah memaparkan dalam seminar resmi untuk tingkat Provinsi Kepulauan Riau, baru-baru ini.

Dalam seminar ini, Suhenda memberikan bimbingan teknis hilirisasi inovasi teknologi Balitbangtan, dengan tema pengembangan tanaman sorgum di Provinsi Kepulauan Riau.

Hal ini pula yang menjadikan Ketua PKK Provinsi Kepri Hj Dewi Kumalasari istri gubernur, untuk melihat langsung tanaman sorgum di Kelurahan Toapaya Asri, belum lama ini.

Ketua PKK Kepri Hj Dewi Kumalasari berada di kebun sorgum milik warga Kelurahan Toapaya Asri.

Dari penelitian, sorgum kaya mengandung niasin, thiamin, vitamin B6, juga zat besi. Khasiat lainnya, sorgum rendah karbohidrat, tinggi kalori untuk menghasilkan energi dalam tubuh. Bagus sebagai pangan alternatif yang menyehatkan.

“Saya rasa memang cocok kampung wisata sorgum ini untuk dikembangkan. Di kampung wisata sorgum, tempatnya petani menyuguhkan jamu atau kuliner antidiabetes,” tutur Dewi Kumalasari. (SS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here