banner 728x90
Rizki Faisal Wakil Ketua DPRD Kepri memberikan keterangan tentang JHL Group yang menanamkan investasi Rp5 triliun di kawasan industri Karimun, Senin (4/9/2023). F- aji

Rizki Faisal Menggaet JHL Group Investasi Rp5 Triliun di Kawasan Industri Karimun

Komentar
X
Bagikan

Karimun, suaraserumpun.com – Wakil Ketua I DPRD Kepri Rizki Faisal SE MM menggaet JHL Group dengan nilai investasi Rp5 triliun. JHL Group ini akan menanamkan investasi di kawasan industri Kabupaten Karimun, Kepri dengan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT).

Listrik yang merupakan kebutuhan dasar yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan kita sehari-hari.mempunyai peran penting dalam menunjang pertumbuhan ekonomi di suatu daerah.

Rizki yang mendorong bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah Kabupaten Karimun hingga pemerintah provinsi Kepulauan Riau, sebagai wakil rakyat, Mantan aktivis 98 ini tidak tinggal diam saat melihat kondisi investasi di Kabupaten Karimun masih ada yang jalan ditempat, bahkan belum bisa bergerak mulai, karena belum memiliki listrik yang memadai.

Keterlibatan Bupati Karimun Aunur Rafiq dan Gubernur Kepri Ansar Ahmad juga sudah tidak diragukan lagi dalam menata kawasan industri agar semakin diminati.

Baca Juga :  Polisi Membubarkan Balap Liar, Puluhan Remaja Bintan Nyaris Bentrok Perang Sarung

Guna membantu keinginan masyarakat Karimun untuk mendapatkan suplai listrik yang mencukupi kebutuhan mereka, Rizki Faisal Wakil Ketua I DPRD Kepri yang juga sebagai Calon Legislatif (Caleg) DPR RI dari partai Golkar ini, mendorong investasi besar bernilai 5 triliun di kawasan industri Kabupaten Karimun dengan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT).

“Salah satu penyebab larinya investor di Karimun adalah masalah listrik. Untuk itu, dengan adanya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ini maka para investor akan tertarik untuk masuk berinvestasi di Karimun,” ujar Rizki Faisal pada awak media ini saat ditemui di PT. Karimun Power Plant, Parit Rampak, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Senin (4/9/2023).

Rizki Faisal yang juga merupakan Presidium Nasional Persatuan Aktivis Nasional (Pena) 98 Kepri mengatakan, proyek dengan nilai investasi hingga 5 triliun rupiah ini akan diselesaikan secara bertahap.

Baca Juga :  Gubernur Kepri Minta TNI-Polri Mengantisipasi Pemulangan TKI di Pelabuhan 'Tikus'

“Kita menggandeng JHL grup dengan nilai investasi untuk tahap pertama 1 triliun, kedepan akan besar. Kita akan mengembangkan sebesar mungkin di kawasan Karimun ini,” ungkap Rizki Faisal.

Rizki Faisal berharap dengan hadirnya para investor maka akan berdampak sangat besar bagi masyarakat sekitar. Terutama dapat membantu mengurangi angka pengangguran yang masih menjadi permasalahan di Kabupaten Karimun.

“Kita akan membangun Karimun ini agar lebih baik dan lebih maju lagi untuk kesejahteraan masyarakat Karimun itu sendiri. Harapannya dengan adanya investor masuk, tentunya masyarakat Karimun akan mendapatkan pekerjaan yang layak,” jelas Rizki yang diketahui sebagai Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Kepulauan Riau.

Sementara, Pengawas projects, Wawan menjelaskan bahwa pihaknya akan mulai membangun sebanyak 40 ray panel di atas tanah seluas 1 hektar yang akan menghasilkan listrik hingga 1 megawatt.

Baca Juga :  Kodim 0315/Tanjungpinang Terima Penganugerahan KPPN Tanjungpinang Award

Kita mulai tahap projects ini 1 megawatt untuk demo, untuk satu ray panel ini kapasitasnya 25 kW dan kita targetkan hingga Desember 2023 bisa selesai 40 ray panel di atas lahan 1 hektar,” jelas Wawan.

Lanjutnya, untuk tahap ini kita baru membutuhkan sekitar 50 pekerja yang sudah beroperasi sejak bulan Juli 2023 lalu.

“Kedepan, PT. Karimun Power Plant memiliki target hingga 40 megawatt dan membutuhkan pekerja sebanyak 300 hingga 400 orang,” ucapnya.

Wawan menambahkan selain bersumber dari tenaga surya, pihaknya juga akan menghasilkan listrik dari biomassa seperti dari kelapa, kulit sagu dan lain sebagainya.

“Prosesnya kita masukkan ke lab dulu lalu kita formulasi dan kita olah sehingga paletnya nanti akan bisa menjadi bahan bakar sebagai pembangkit cadangan setelah matahari terbenam,” pungkas Wawan, mengakhiri. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *