Beranda All News Giliran Buruh di Bintan yang Bergejolak Menolak UMK 2022

Giliran Buruh di Bintan yang Bergejolak Menolak UMK 2022

0
Ratusan buruh di bintan mengadakan aksi unjuk rasa menolak penetapan UMK 2022 Kabupaten Bintan, di kawasan industri BIE Lobam, Kamis (9/12/2021). F- nurul atia/suaraserumpun.com

Bintan, suaraserumpun.com – Sebelumnya, ribuan buruh di Kota Batam yang menolak nilai Upah Minimum Kabupaten/kota (UMK) 2022. Kini, giliran buruh di Kabupaten Bintan yang bergejolak menolak besaran UMK tahun 2022, Kamis (9/12/2021).

Ratusan buruh Kabupaten Bintan menggelar aksi demonstrasi di depan pintu masuk kawasan industri BIE Lobam, Kamis (9/12/2021) pagi. Aksi di kawasan objek vital nasional itu dijaga ketat oleh aparat kepolisian. Para buruh menuntut agar Gubernur Kepri Ansar Ahmad segera mencabut SK Gubernur Kepri nomor 1366 tahun 2021 tentang Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bintan. Berdasarkan SK Gubernur Kepri itu, nilai UMK tahun 2022 Kabupaten Bintan ditetapkan sebesar Rp 3.648.714, tidak ada kenaikan dibandingkan UMK tahun 2021.

Baca Juga :  Menhan Prabowo Meresmikan KRI Teluk Weda-526 dan KRI Teluk Wondama-527 di Kepri, Disaksikan Ansar Ahmad

“Kita menuntut bukan untuk kaya, cuma untuk sejahtera. Kami menolak nilai UMK tahun 2022 Bintan,” ujar orator massa dari kalangan buruh Kabupaten Bintan.

Para buruh menolak kebijakan Gubernur Kepri yang tidak menaikkan UMK khususnya di Kabupaten Bintan. Para buruh meminta agar Gubernur Kepri dan kepala daerah di Bintan, memikirkan nasib para buruh dengan cara menaikkan nilai UMK 2022 Kabupaten Bintan.

“Kita ingin agar UMK Bintan naik, sedikitnya 5 persen pada tahun 2022, dibandingkan 2021 ini,” harap buruh.

Baca Juga :  Seremonial Laga Final Euro 2020 Meriah, Italia Vs Inggris Imbang 1-1, Berlanjut ke Extra Time

Aksi demo di kawasan industri Lobam berlangsung damai. Aparat kepolisian tetap berjaga berbaur dengan para pendemo. (nurul atia)

Editor: Sigik RS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here