banner 728x90
Dina Direktur PT Bintan Intan Gemilang dari Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menandatangani MoU dengan USAID Ber-Ikan guna mewujudkan pengelolaan perikanan berkelanjutan di Grand Hyatt, Jakarta, Sabtu (24/2/2024). F- dok/dina

USAID Ber-Ikan Teken MoU dengan Perusahaan Perikanan di Kepri untuk Mewujudkan Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan

Komentar
X
Bagikan

Jakarta, suaraserumpun.com – United States Agency International Development (USAID) Ber-Ikan (Bersama kelola perikanan) menjalin kemitraan dengan empat perusahaan perikanan di Indonesia. Guna meningkatkan sektor perikanan di Indonesia yang berkelanjutan. Satu di antaranya perusahaan perikanan PT Bintan Intan Gemilang di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Selain PT Bintan Intan Gemilang (Kepri), USAID meneken nota kesepahaman (MoU) dengan PT Agrita Best Seafood PT Aruna Jaya Nuswantara asal Jakarta, serta PT Berkat Kelautan Nusantara dari Badung-Bali. Dari kerja sama ini, dengan harapan sektor swasta memberikan solusi dalam mengatasi tantangan dalam ekosistem laut negara ini. Sekaligus mewujudkan pengelolaan perikanan berkelanjutan.

“Iya, kita sudah melakukan penandatanganan kerja sama dengan USAID Ber-Ikan itu. Mereka kan dari Amerika Serikat,” kata Dina Direktur PT Bintan Intan Gemilang kepada suaraserumpun.com.

Baca Juga :  Cen Sui Lan Merias Rumah Warga Pongkar dan Sawang (Karimun) hingga Mengilau

“Penandatangan kerja sama dengan USAID itu di Grand Hyatt Hotel, Jakata, Sabtu (24/2/2024) kemarin,” sambung Dina.

Melansir dari antaranews.com, pada kesempatan sebelumnya, Direktur USAID Jeff Cohen di Jakarta, Sabtu (24/2/2024) menyatakan, Amerika Serikat melalui USAID menyadari bahwa komunitas bisnis berperan penting dalam mengatasi tantangan yang dihadapi dalam kesehatan ekosistem laut.

“USAID menyadari bahwa komunitas bisnis berperan penting dalam mengatasi tantangan yang dihadapi dalam kesehatan ekosistem laut, konservasi keanekaragaman hayati, dan perikanan berkelanjutan,” kata Jeff Cohen Direktur USAID di Jakarta, Sabtu (24/2/2024).

Direktur Pemasaran Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Erwin Dwiyana menyampaikan pihaknya menginginkan kemitraan ini dapat mendorong produk perikanan yang dihasilkan melalui praktik perikanan berkelanjutan sehingga dapat menjamin perikanan Indonesia tetap lestari.

Baca Juga :  Pemkab Bintan Akan Beri Insentif dan Kemudahan buat Investasi

“Mewujudkan produk perikanan laut (seafood) yang berkelanjutan agar dapat diakses pasar dan dipasarkan ke pasar global sehingga mendorong keberlangsungan usaha perikanan baik di tingkat produsen maupun pelaku usaha,” ujarnya.

Adapun kegiatan yang akan dilaksanakan dalam kemitraan itu meliputi peningkatan kapasitas pengolahan ikan dan ruang penyimpanan dingin (cold storage) yang berstandar ekspor, menyosialisasikan tindakan mitigasi tangkapan sampingan spesies laut langka, terancam punah, dan dilindungi dalam praktik penangkapan ikan.

Kemudian memfasilitasi kepatuhan untuk nelayan skala kecil serta mendukung peningkatan akses dalam penerapan kuota penangkapan ikan terukur (PIT).

Baca Juga :  Tim Penilai PHBS Provinsi Kepri Turun ke Dasa Wisma Mawar Sungai Lekop

USAID Ber-Ikan (Bersama Kelola Perikanan) merupakan program yang didanai oleh Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Dina Direktur PT Bintan Intan Gemilang dari Provinsi Kepulauan Riau bersama Direktur USAID Ber-Ikan memperlihatkan nota kerja sama guna mewujudkan perikanan berkelanjutan. F- dok dina

Sampai berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri Said Sudrajat belum memberikan penjelasan lebih rinci mengenai kerja sama antara USAID Ber-Ikan dengan empat perusahaan perikanan di Indonesia tersebut. Satu di antaranya PT Bintan Intan Gemilang di Kijang Kota, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri. Kerja sama USAID Ber-Ikan dengan empat perusahaan perikanan di Indonesia ini juga difasilitasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *