banner 728x90
Ramlah SSos Pelaksana Kepala BPBD Kabupaten Bintan memasangkan tanda peserta Diklat pemadam kebakaran, disaksikan Sekda Bintan Ronny Kartika, Senin (27/11/2023). F- diskominfo bintan

BPBD Bintan Beri Pendidikan dan Latihan bagi Personel Damkar

Komentar
X
Bagikan

Bintan, suaraserumpun.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bintan memberikan pendidikan dan latihan bagi puluhan personel Pemadam Kebakaran (Damkar). Diklat pemadam kebakaran ini dibuka secara resmi oleh Sekda Kabupaten Bintan Ronny Kartika di Fire Office Bintan Resort Cakrawala, Lagoi, Senin (27/11/2023).

Pelaksana Kepala BPBD Bintan Ramlah SSos menyampaikan, wilayah Kabupaten Bintan rawan bencana kebakaran maupun bencana alam lainnya. Justru itu, perlu peningkatkan keterampilan bagi personel Damkar, dalam upaya menanggulangi bencana, jika terjadi kebakaran.

“Tujuan diklat pemadam kebakaran ini, untuk meningkatkan keterampilan personel Damkar kita,” kata Ramlah.

Baca Juga :  Atlet Kepri Bakal Dikawal Anggota Polda Selama Bertanding di PON Papua

Sekda Bintan Ronny Kartika berharap, agar seluruh peserta dapat mengikuti diklat dengan penuh dedikasi untuk meningkatkan pengetahuan, profesionalisme, transparansi, dan kapasitas dalam penanggulangan kebakaran.

“Kita berharap agar para peserta dapat memiliki pengetahuan yang lebih dalam dalam penanggulangan kebakaran. Keterampilan itu sangat bermanfaat dalam menghadapi situasi di lapangan. Saya melihat bahwa langkah yang diambil sudah sangat tepat. Baik dalam persiapan personel, SDM, maupun kapasitas. Guna menangani bencana kebakaran,” jelas Ronny Kartika.

Setelah Diklat, lanjut Sekda Bintan, setidaknya para peserta dapat membuat mapping (pemetaan) terkait peta kerawanan bencana kebakaran di wilayah Kabupaten Bintan. Hal ini dimaksudkan agar seluruh personel dapat melakukan upaya preventif agar bencana kebakaran dapat diatasi sedini mungkin.

Baca Juga :  Pulang dari Natuna, Ansar Ahmad Langsung ke Pulau Penyengat untuk Pemugaran Balai Adat

“Secara lebih luas mapping di lapangan sangat penting. Bagaimana kita bisa memproteksi sumber kebakaran sedini mungkin. Karena kita belajar dari kasus kebakaran yang terjadi di Kabupaten Bintan itu hampir mencapai ratusan titik kebakaran yang telah terjadi. Jadi bagaimana terkait durasi pemadaman kebakaran, sumber air dan lainnya agar bencana kebakaran dapat diatasi seminim mungkin,” tutup Ronny Kartika. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *