Beranda All News Penandatanganan MoU Pembangunan PLTS, Aunur Rafiq: 70 Persen Menyerap Pekerja Lokal

Penandatanganan MoU Pembangunan PLTS, Aunur Rafiq: 70 Persen Menyerap Pekerja Lokal

0
Bupati Karimun Aunur Rafiq menyaksikan penandatanganan rencana pembangunan PLTS dengan menyerap pekerja 70 persen dari lokal, Senin (30/5/2022). F- Istimewa/Diskominfo Karimun

Karimun, suaraserumpun.com – Bupati Karimun Aunur Rafiq menandatangani nota kesepahaman atau MoU dengan perusahaan pengembang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) internasional asal Singapura, Senin (30/5/2022). Bupati Karimun meminta agar pihak perusahaan merekrut 70 persen merupakan pekerja lokal.

Penandatangan MoU pembangunan PLTS di Kabupaten Karimun ini dilakukan dengan PT Gurin Energy dan perwakilannya di Indonesia yaitu PT Panah Perak Megasarana (PPM).

MoU yang diteken di rumah dinas Bupati Karimun tersebut, tentang rencana pembangunan PLTS di Pulau Tjombol dan Pulau Sugi, Kecamatan Sugie Besar. Proyek ini disebut-sebut bakal menjadi PLTS terbesar berkapasitas 2 Gigagawatt atau 2.000 megawatt.

Baca Juga :  Gubernur Kepri dan Gubri Menerima Anugerah Meritokrasi KASN 2021

Penandatanganan disaksikan langsung Agussalim Igarashi selaku Direktur Utama PT Panah Perak Megasarana, serta Bupati Karimun Dr H Aunur Rafiq dan PT Gurin Energy.

Bupati Karimun Aunur Rafiq menyambut baik kolaborasi pembangunan PLTS ini dengan pihak PT Gurin Energy dan PT Panah Perak Megasarana. Selain berdampak positif bagi perekonomian masyarakat Karimun, proyek ini dinilai sesuai arahan Presiden Joko Widodo untuk menggencarkan transisi energi.

“Saya berharap PLTS ini akan menghadirkan solusi kebutuhan energi bersih masa depan sesuai dengan mandat Presiden Joko Widodo. Semoga implementasi proyek ini dapat berjalan lancar dan meningkatkan ekonomi di Kepulauan Riau, Indonesia khususnya di Kabupaten Karimun, bersama-sama dengan Singapura,” ujar Aunur Rafiq.

Baca Juga :  Pemain Muda Jebolan PPLP Diburu Tim Liga 3 dari Luar Kepri

Bupati Karimun meminta, pihak perusahaan untuk memenuhi kewajiban untuk menyerap 70 persen tenaga kerja lokal.

“Kita sudah minta perusahaan untuk menyerap 70 persen tenaga kerja lokal. Namun mereka menyatakan siap memberikan kesempatan hingga 80 persen,” demikian disampaikan Aunur Rafiq. (nurul atia/ion)

Editor: Sigik RS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here