banner 728x90
Bupati Bintan Roby Kurniawan memaparkan realisasi program perlindungan warga Bintan melalui BPJS Ketenagakerjaan tahun 2023 pada saat konferensi pers di Busung, Sabtu (30/12/2023). F- yen/suaraserumpun.com

2023 Jadi Tahun Perlindungan, Roby Kurniawan: 4.227 Warga Bintan Diberi BPJS Ketenagakerjaan

Komentar
X
Bagikan

Bintan, suaraserumpun.com – Bupati Bintan Roby Kurniawan menyebutkan, tahun 2023 menjadi program tahun perlindungan bagi masyarakat Bintan. Selama tahun 2023, ada 4.227 jiwa warga Bintan yang diberikan atau ditanggung pemerintah kabupaten yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Sebanyak 4.227 jiwa warga Bintan yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dari anggaran Pemkab Bintan ini, merupakan pertama sekali dianggarkan dalam APBD. Tujuannya untuk memberikan jaminan kematian dan jaminan kecelakaan kerja bagi pekerja rentan. Seperti nelayan, pengojek, petani, juru parkir dan lainnya.

“Untuk realisasinya, bagi nelayan itu sebanyak 1.749 jiwa. Sedangkan untuk pekerja bukan penerima upah sebanyak 2.478 jiwa. Jadi, totalnya yang didaftarkan dalam BPJS ketenagakerjaan itu, sebanyak 4.227 jiwa warga Bintan. Kita menargetkan, penerimanya itu 6 ribuan jiwa. Ditambah 3 ribu dari pemerintah provinsi,” sebut Roby Kurniawan Bupati Bintan, saat memberikan keterangan pers akhir tahun 2023 di Desa Busung, Sabtu (20/12/2023).

Baca Juga :  Raja Isyam Azwar Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua PWI Riau

Bupati Bintan mengajak wartawan dan semua pihak, jika ada nelayan yang belum terdaftar di BPJS ketenagakerjaan, laporkan kepada Pemkab Bintan.

“Lapor ke saya juga boleh,” ujar Bupati Bintan.

Selain perlindungan untuk masyarakat berupa BPJS Ketenagakerjaan tersebut, Pemkab Bintan juga memberikan perlindungan kepada warga yang tergolong pada lanjut usia (lansia). Pemkab Bintan telah memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Lansia. Program ini sebagai realisasi dari misi pasangan Apri-Roby, pada Pilkada 2020 lalu.

“Untuk BLT Lansia ini, target yang kita berikan itu kepada 5.440 jiwa. Yang sudah terealisasi itu mencapai 5 ribuan. Saat keliling kampung, kita sampaikan juga. Bagi lansia yang belum terdaftar, sampaikan kepada kita. Boleh lewat RT dan RW, atau ke Dinas Sosial,” sebut Roby Kurniawan.

Baca Juga :  Setelah MCK Santriwan, Kini Cen Sui Lan Bantu MCK untuk Santriwati Ponpes Tertua di Batam

Selain itu, untuk program bantuan rehabilitasi rumah ibadah dan TPQ, pada tahun 2023, Pemkab Bintan mengalokasikan anggaran mencapai Rp9,4 miliar. Anggaran tersebut dialokasikan untuk 73 rumah ibadah dan TPQ. Bantuan itu tersebar di Kecamatan Toapaya, Bintan Timur, Seri Kuala Lobam, Gunung Kijang, Bintan Pesisir, Mantang, Teluk Bintan dan Teluk Sebong.

“Sisanya akan kita realisasikan pada tahun 2024 nanti. Rumah ibadah yang dibantu ini, bukan untuk Islam saja. Gereja, rumah ibadah agama lain juga kita bantu, itu prioritas pemerintah,” kata Roby Kurniawan.

Baca Juga :  Satpol PP Bongkar Paksa Bangunan Reklame Tak Berizin, Termasuk Aset Pemko Tanjungpinang

Di lain hal, Bupati Bintan Roby Kurniawan menambahkan, program kredit mikra Bangkit 0 (nol) persen, ada 669 debitur atau unit usaha yang sudah diberikan pinjaman tanpa bunga modal.

“Nah, untuk tahun 2024 nanti, akan kita tambah anggaran subsidi bunga modal ini dari APBD sebesar Rp1 miliar. Program ini sebagai perlindungan bagi warga Bintan yang menjalankan usaha mikro kecil menengah,” sebut Roby Kurniawan menambahkan. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *