banner 728x90
Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) H Ansar Ahmad dan Bupati Karimun Aunur Rafiq bersama Wiyono Ketua Paguyuban Keluarga Pacitan (PKP) dan kepengurusan PKP Karimun, Kamis (12/10/2023). F- diskominfo kepri

Gubernur Kepri Menghadiri Pelantikan Wiyono sebagai Ketua Paguyuban Keluarga Pacitan Karimun

Komentar
X
Bagikan

Karimun, suaraserumpun.com – Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menghadiri pelantikan Wiyono sebagai Ketua Paguyuban Keluarga Pacitan (PKP) Kabupaten Karimun beserta pengurusan PKP Karimun periode 2023-2026, Kamis (12/10/2023). Pelantikan Wiyono sebagai Ketua dan kepengurusan PKP Karimun dilaksanakan di Gedung Pendopo Among Mitro Kabupaten Karimun.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengapresiasi peran dan kontribusi warga Jawa. Khususnya PKP, dalam pembangunan Provinsi Kepri yang majemuk dan toleran. Menurut Ansar Ahmad, Kepri ini sangat majemuk, tapi pemerintah bersyukur dan bangga. Meskipun di Kepri majemuk ras, suku, adat, agama, semua berpayung kepada budaya Melayu.

“Kita bersyukur meski majemuk kita hidup rukun dan damai kita bisa hidup bersama hampir tidak ada konflik-konflik horizontal. Oleh karena itu pemerintah pusat tahun 2022 telah menetapkan Provinsi Kepri sebagai provinsi yang tingkat toleransi beragamanya terbaik pertama di Indonesia, dari 38 provinsi di Indonesia,” sebut Ansar Ahmad Gubernur Kepri.

Baca Juga :  Hibah Lahan di Starting Point Tuntas, Pembebasan Lahan di Landing Point Jembatan Batam-Bintan Mencapai Rp44 Miliar

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyatakan, di Kepri tidak ada warga kelas satu dan kelas dua, melainkan semua sama. Semua warga Kepri yang mempunyai hak dan kewajiban yang sama untuk membangun Kepri ke depan lebih maju.

“Oleh karena itu paguyuban apapun yang ada di Kepri kita bisa duduk sama-sama,” tuturnya.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad berharap, PKP dapat berkontribusi dan bersinergi dengan pemerintah Kabupaten Karimun yang menjadi bagian dari Provinsi Kepri. Peran dan kontribusi warga Jawa di Kepri ini tentu sangat besar di dalam pembangunan.

Baca Juga :  18 Saksi Diperiksa, Kejati Kepri Bakal Menetapkan Dua Calon Tersangka Kasus Jembatan Tanah Merah

“Oleh karena itu saya mengajak kepada warga Jawa yang ada di Kepri mari kita bahu membahu, menjadikan ini modal utama kita untuk menjadikan Kepri provinsi yang memberikan kontribusi dalam pemerintahan negara ini. Insya Allah paguyuban PKP ini akan menjadi amal dan investasi kita ke depan lebih maju,” ujar Ansar Ahmad.

PKP adalah salah satu paguyuban suku Jawa yang ada di Provinsi Kepri. PKP telah tumbuh menjadi keluarga besar yang kuat, yang mempersatukan berbagai individu yang memiliki akar, budaya, dan nilai-nilai yang sama. Melalui ikatan kekeluargaan ini, PKP dapat menjadi wadah untuk membangun jaringan sosial yang kuat, yang bisa digunakan untuk tujuan-tujuan positif seperti pengembangan ekonomi, pendidikan, dan proyek-proyek sosial.

Baca Juga :  Delapan Personel Polres Bintan Dapat Penghargaan Pelayanan Publik

Provinsi Kepri memiliki beragam suku dan agama, sehingga mendapat julukan sebagai miniaturnya Indonesia. Adapun suku yang mendiami Provinsi Kepri didominasi oleh Suku Melayu sebanyak 29,97%, disusul oleh suku Jawa sebanyak 22,2% (salah satunya PKP), Suku Batak sebanyak 12,43%, suku Minang sebanyak 19,71%, Etnis Tionghoa sebanyak 7,70% dan sisanya dari gabungan beberapa suku yang saat ini mendiami Provinsi Kepri.

Turut hadir dalam acara pelantikan PKP Kabupaten Karimun periode 2023-2026 antara lain Bupati Karimun Aunur Rafiq, Wakil Ketua I DPRD Kepri Rizki Faisal, Ketua DPRD Karimun M Yusuf Sirait, FKPD Kabupaten Karimun, para pimpinan OPD Kabupaten Karimun. Serta Ketua PKP Kabupaten Karimun Wiyono dan para tokoh masyarakat. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *